Direktur Allianz Beberkan Strategi Kunci Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Tengah Tantangan Pandemi 

 

Pada webinar Good Corporate Governance yang diselenggarakan Warta Ekonomi baru-baru ini, Januar Jahja, Director of Compliance Allianz Utama Indonesia menyampaikan mengenai strategi kunci dari penerapan Good Corporate Governance (GCG).

20 Mei  2022 | Allianz Indonesia

Jakarta, 20 Mei 2022 – Dalam menjalankan praktik bisnis, Allianz Indonesia berkomitmen menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) didasari etika bisnis yang benar sebagai salah satu fondasi utama perusahaan. Dengan menjalankan praktik tata kelola perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan, Allianz mampu mengelola bisnis yang profesional, beretika serta berintegritas tidak terkecuali di tengah masa pandemi.

Untuk mempertahankan kredibilitas dan akuntabilitas kegiatan usaha, Allianz berpegang teguh pada kode etik, nilai-nilai dan berbagai inisiatif sebagai pedoman bagi seluruh individu di dalam perusahaan. Allianz Indonesia baru-baru ini membahas lebih dalam terkait strategi dan inisiatif tata kelola perusahaan dalam webinar yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi yang berjudul “Mengakselerasi Penerapan Good Corporate Governance Sebagai Pertahanan Industri dan Tantangan Penerapannya”. 

  1. Januar Jahja, Director of Compliance Allianz Utama Indonesia, mewakili Allianz Indonesia dalam webinar ini dan beliau menyampaikan bahwa pandemi telah mengakselerasi pergeseran praktik-praktik bisnis ke solusi digital dan e-commerce. “Dengan penggunaan internet dan digitalisasi yang terus meningkat, terdapat fokus global pada penerapan tata kelola perusahaan agar dapat memastikan pengelolaan risiko yang baik khususnya untuk pengelolaan privasi data,” papar Januar.
  2.  
  3. Pada tahun 2021, secara global, sebanyak 50% bisnis di dunia mendapatkan lebih banyak serangan siber setiap minggunya dibanding dengan tahun 2020 (Check Point Research, 2021). Fakta ini menunjukan urgensi dari pengelolaan risiko dan kepatuhan (risk and compliance) di dunia yang terus berubah, tidak terkecuali untuk perusahaan asuransi.
  4.  
  5. “Kunci dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik di tengah tantangan pandemi ialah transformasi digital. Melalui berbagai inovasi platform digital, Allianz memastikan pemenuhan kebutuhan proteksi nasabah secara online di manapun dan kapanpun. Transformasi digital yang kami lakukan selama beberapa tahun terakhir telah terbukti berhasil mengatasi tantangan pandemi dan memungkinkan kami untuk terus melayani mitra bisnis dan nasabah kami,” ujar Januar. 
  1. Dalam mengelola data nasabah, Allianz Indonesia telah menerima sertifikasi ISO 27001:2013 yang memastikan sistem serta data nasabah aman terlindungi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seluruh kegiatan usaha yang dilakukan Allianz dijalankan dengan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun kebijakan internal perusahaan.
  2.  
  3. Sejak 2014, Allianz Indonesia telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan membentuk Komite Pemantau Risiko & Kepatuhan. Dalam menjalankan kegiatan usaha sehari-hari, Allianz mengikuti prinsip-prinsip utama tata kelola perusahaan yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), kemandirian (independency), serta kesetaraan dan kewajaran (fairness).
  1. Melalui nilai-nilai perusahaan yaitu Trust, Care, dan eAZy, yang menjadi fondasi penerapan tata kelola perusahaan, Allianz Indonesia menjadikan GCG sebagai budaya dalam kegiatan sehari-hari karyawan yang terus dikomunikasikan secara internal. Tidak hanya itu, agar pesan yang diterima dapat diterima dan dipahami dengan baik, Allianz Indonesia memastikan bahwa pesan-pesan terkait kepatuhan disampaikan secara menarik misalnya lewat visualisasi komik terkait nilai-nilai GCG.
  2.  
  3. “Prinsip-prinsip utama good corporate governance kami jalankan dengan menjadikannya sebagai bagian dari budaya perusahaan. Berbagai komunikasi internal serta pelatihan kami lakukan untuk memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan menyenangkan bagi seluruh karyawan. Hanya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dan bertanggung jawab dalam tindakan kami, Allianz dapat mencapai misi untuk mengasuransikan lebih banyak orang Indonesia,” tutup Januar.

Tentang Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 34.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya. Saat ini, Allianz menjadi salah satu asuransi terkemuka di Indonesia yang dipercaya untuk melindungi lebih dari 8,3 juta tertanggung.

Tentang Allianz di Asia
Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 16 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 36.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 21 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz
Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 100 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 790 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset tambahan sebesar 1,7 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2020, Allianz Group memiliki lebih dari 150.000 karyawan dan meraih total pendapatan 140 miliar Euro serta laba operasional sebesar 10,8 miliar Euro.