Komitmen Allianz Indonesia Dukung Sustainability & Green Economy bersama dengan OJK

 

Allianz Indonesia bersama dengan OJK berkomitmen untuk senantiasa mendukung Green Economy & Sustainability untuk masa depan yang lebih baik, terutama dari ancaman perubahan iklim.

2 Maret 2022 | Allianz Indonesia

Jakarta, 2 Maret 2022 – Topik sustainability, terutama dalam bisnis, adalah topik yang sangat penting. Bukan hanya karena bagian dari peraturan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan.

Allianz Indonesia sebagai bagian dari Allianz Group, salah satu grup perusahaan asuransi terkemuka di dunia, memiliki komitmen yang kuat terhadap sustainability. Allianz Group sendiri terpilih sebagai “Leading Sustainable Insurer” berdasarkan Dow Jones Sustainability Index 2021.

Selain itu, menjadi perusahaan asuransi yang sustainable sejalan dengan tujuan Allianz, yakni “We secure your future”, Allianz ingin memberikan kepastian kepada masyarakat dan sekaligus mendorong perubahan ke arah yang lebih baik, terutama terkait sustainability.

Untuk membahas lebih dalam mengenai sustainability dan dampak perubahan iklim (climate change), terutama dari sisi asuransi, baru-baru ini Allianz Indonesia turut hadir dalam webinar yang diselenggarakan OJK Institute yang berjudul “Dampak Perubahan Iklim terhadap Aspek Pembiayaan dan Premi Asuransi Berdasarkan Ekonomi Hijau”.

David Nolan pada Acara

David Nolan, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, mewakili Allianz Indonesia dalam webinar ini dan beliau menyampaikan bahwa apabila dampak perubahan iklim dapat dikurangi, maka akan lebih banyak manfaat positif yang dapat dirasakan masyarakat, seperti dapat hidup lebih sehat.

“Selain membuat kebutuhan terhadap rumah sakit menurun dan harapan hidup meningkat, masyarakat yang lebih sehat dapat membuat premi asuransi lebih murah dan terjangkau sehingga makin banyak masyarakat yg memiliki proteksi asuransi. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk melindungi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia,” papar David.

Saat ini hanya sekitar 3% dari penduduk Indonesia yang memiliki proteksi asuransi. Sehingga sangat penting untuk terus melakukan berbagai upaya meningkatkan jumlah tertanggung di Indonesia. Selain itu, sebagai negara yang terletak di ring of fire, Indonesia juga rawan bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir.

“Ada berbagai risiko yang harus dimitigasi oleh masyarakat Indonesia. Apabila kita dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan seperti dengan menggunakan kendaraan listrik, mengurangi pemakaian kertas atau listrik, maka bencana alam dapat lebih dikurangi dampaknya. Ini sangat penting karena banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum memiliki proteksi asuransi,” ungkap David.

Foto acara

Allianz Indonesia sendiri juga telah melakukan berbagai inisiatif yang mendukung lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, seperti turut berinvestasi pada proyek mini hydro power plant dan melakukan kampanye penggunaan e-policy dan digital service tools kepada nasabah. Allianz juga berkomitmen untuk mengurangi pembiayaan dan kerja sama dengan bisnis yang menggunakan batu bara, terutama untuk portofolio asuransi umum.

Secara internal, Allianz Indonesia juga memiliki komitmen untuk mengurangi jumlah pemakaian kertas hingga 20%, pemakaian listrik sebesar 5% dan membatasi jumlah emisi karbon per karyawan hingga sebesar 2 ton. Selain itu, melalui beragam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan, Allianz Indonesia telah meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, seperti mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah anorganik per Januari 2022 dan menanam lebih dari 10.000 pohon mangrove bersama karyawan sebagai volunteer.

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Pada tahun 2023, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi beroperasi sebagai entitas terpisah yang memberikan perlindungan asuransi dan pengelolaan risiko keuangan yang berbasis syariah. Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan lebih dari 128 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan, asuransi kredit, dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 776 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset sebesar 1,9 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi terdepan dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2024, Allianz Group memiliki lebih dari 156.000 karyawan dan meraih total bisnis sebesar 179,8 miliar Euro serta laba operasional sebesar 16 miliar Euro.