Haruskah Punya Asuransi Kesehatan Selain BPJS?

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 03 April 2020 06:51:14 UNDUH BACA NANTI

Asuransi kesehatan membuat hidup semakin tenang. Bagaimana tidak, saat sakit minimal kamu tidak usah pusing memikirkan biaya pengobatan. Keberadaan BPJS pun menjadi primadona, selain karena oleh pemerintah memang wajib dimiliki setiap orang. Tapi apa kamu yakin BPJS saja sudah cukup?

Saat ini BPJS Kesehatan wajib dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Bahkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2013, mengatur tentang sanksi bagi masyarakat (perorangan maupun badan usaha) yang tidak mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

Keberadaan BPJS memang dimaksudkan untuk membuka akses kesehatan bagi semua lapisan masyarakat. Namun jika menilik manfaat dan perlindungan, kamu akan lebih diuntungkan jika memiliki asuransi kesehatan swasta selain BPJS. Ulasan berikut bisa menjadi pertimbangan.

 

Baca juga: Peran Asuransi Kesehatan vs Tingginya biaya Kesehatan

 

Kelebihan dan Kekurangan BPJS Kesehatan

Premi yang terjangkau memang menjadi kelebihan utama BPJS. Bagaimana tidak, iuran per bulannya mulai dari Rp25.500 saja untuk kelas III, Rp51.000 untuk kelas II, dan Rp80.000 untuk kelas I.

Selain iuran yang terjangkau, berikut kelebihan dari BPJS Kesehatan:

1. Premi yang yang dibayarkan bukan berdasarkan riwayat penyakit, usia peserta, dan jenis kelamin peserta; tapi berdasarkan kelas perawatan rumah sakit yang dipilih.

2. Peserta perokok atau memiliki riwayat penyakit kritis sebelumnya membayar premi yang sama besarnya.

3. Jika kamu bekerja di sebuah perusahaan dan mendaftar melalui program pendaftaran PPU (peserta penerima upah), iuran akan dibayarkan oleh perusahaan ditambah 1 persen dari gaji bulananmu.

4. Tidak ada screening kesehatan yang meliputi pengecekan kesehatan dan pelaporan riwayat penyakit yang pernah diderita.

5. Tidak ada batasan plafon atau batas maksimal biaya yang dibayarkan pemerintah untuk kesembuhanmu. Selama pengobatan dilakukan sesuai prosedur dan termasuk dalam tanggungan BPJS, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

6. Pelayanan kesehatan mencakup rawat jalan, rawat inap, rawat gigi, mata dan persalinan.

7. Imunisasi dasar untuk anak (Difteri Pertusis Tetanus dan Hepatitis-B (DPT-HB), Polio, serta Campak) termasuk dalam tanggungan.

8. Tidak ada daftar tunggu untuk penyakit tertentu. Katakanlah jika sebelumnya kamu pernah mengalami penyakit miom rahim, penyakit tersebut tetap ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Asalkan, rawat inap terjadi 45 hari sejak tanggal diaktifkannya kartu BPJS Kesehatan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga menanggung biaya pemeriksaan kehamilan dan persalinan di faskes tingkat I.

Namun meski memiliki BPJS kesehatan, banyak orang lebih senang memanfaatkan asuransi swasta karena menilai BPJS Kesehatan memiliki kelemahan di antaranya:

1. Proses rujukan yang berjenjang, rumit, dan memakan waktu. Saat sakit, kamu harus mendapat perawatan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I terlebih dahulu.

Faskes tingkat I meliputi puskesmas, poliklinik, dan dokter praktik mandiri. Faskes tingkat I ini dilayani oleh dokter umum. Barulah jika penyakit tidak dapat ditangani di faskes I, akan mendapat rujukan ke faskes tingkat II yaitu rumah sakit.

2. Kamu tidak dapat memilih rumah sakit rujukan. Dalam prosedur rujukan, pasien akan dirujuk ke faskes tingkat II berupa rumah sakit tingkat C atau B. Barulah jika penyakit tidak dapat tertangani, pasien dirujuk ke rumah sakit tipe A.

Rumah Sakit Kelas A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas. Oleh pemerintah, rumah sakit ini telah ditetapkan sebagai tempat pelayanan rujukan tertinggi (top referral hospital) atau disebut juga rumah sakit pusat.

3. Tanpa surat rujukan dari faskes I, biaya pengobatan pasien di rumah sakit tidak ditanggung.

4. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak ditanggung, kecuali dalam keadaan darurat.

5. Seringkali obat yang diresepkan bukanlah obat paten, sehingga kamu harus membayar biaya lebih untuk mendapatkan obat terbaik.

6. Pasien sering dihadapkan pada antrian panjang dan kuota pasien atau rawat inap yang terbatas. Hal ini membuat pasien tidak ditangani dengan cepat.

 

Baca juga: Yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Produk Asuransi Kesehatan

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Swasta

Asuransi swasta hadir sebagai pelengkap karena memiliki banyak fitur dan kelebihan yang tidak dimiliki BPJS Kesehatan. Kelebihan asuransi swasta antara lain:

1. Jika kamu memiliki asuransi kesehatan dengan fitur cashless, kamu hanya perlu menggesek kartu saat akan mendapat pelayanan kesehatan. Tanpa proses berbelit, fitur cashless membuatmu mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat dan mudah.

2. Selain menanggung biaya perawatan, beberapa asuransi kesehatan juga memberikan santunan tunai harian selama kamu dirawat di rumah sakit. Uang tunai tersebut berguna untuk membayar pengeluaran di luar medis seperti biaya transportasi dan biaya inap keluarga yang menungggui.

3. Kamu bebas memilih rumah sakit. Entah itu tipe C, B, atau bahkan tipe rumah sakit A, selama rumah sakit tersebut bekerja sama dengan pihak asuransi. Poin ini memungkinkan kamu mendapat perawatan dan fasilitas terbaik.

4. Beberapa asuransi swasta memungkinkan kamu mendapat fasilitas pengobatan di luar negeri. Jadi saat sedang berlibur di luar negeri dan jatuh sakit, kamu tidak pusing memikirkan biayanya. Jika hanya memiliki BPJS Kesehatan, tentu hal ini akan sangat merepotkan.

5. Beberapa asuransi swasta kini memiliki aplikasi yang memudahkanmu untuk reimbursement. Salah satunya adalah aplikasi Allianz eAZy Claim di mana pasien hanya perlu mengirimkan gambar tagihan. Proses klaimpun bisa dipantau dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.

6. Asuransi swasta memiliki personal assistance yang dapat membantu kamu mendapatkan pelayanan terbaik dengan cepat.

Adapun sebelum memutuskan untuk memiliki asuransi swasta, sebaiknya pertimbangkan hal berikut:

1. Premi asuransi swasta disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, gaya hidup, dan riwayat penyakit yang pernah diderita. Semakin tua usia, semakin mahal preminya. Perokok atau orang yang sebelumnya pernah sakit keras juga mungkin membayar biaya premi lebih mahal.

2. Perusahan swasta akan menilai profil risiko dari setiap calon nasabah. Ini artinya, kondisi kesehatan terkini dan riwayat kesehatanmu akan dipelajari. Bahkan mungkin kamu juga akan diminta untuk menjalani tes medis / medical check up.

3. Semakin bagus layanan asuransi swasta, maka semakin mahal preminya. Biaya premi asuransi swasta yang menanggung rawat jalan tentu akan lebih mahal dibandingkan asuransi swasta yang hanya menanggung rawat inap

4. Tidak seperti BPJS Kesehatan di mana biaya yang ditanggung tidak terbatas, asuransi swasta memberlakukan plafon. Plafon merupakan batasan manfaat yang bisa dinikmati nasabah. Penghitungan plafon pada asuransi kesehatan swasta bisa berdasarkan penyakit atau batasan waktu.

 

Baca juga: Cara Praktis Mengakses Informasi Polis

 

Baik BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan swasta memiliki beberapa pengecualian yang bersifat permanen maupun sementara. Pengecualian tersebut merupakan kondisi di mana biaya kesehatan tidak ditanggung.

Yang patut menjadi pertimbangan, kebutuhan akan perawatan kesehatan menjadi semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Pilih salah satu atau keduanya, semuanya tergantung padamu. Namun yang pasti, pilih yang paling memberikan rasa aman dan sesuaikan dengan kemampuan finansial.

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

13 Agustus 2019 10:08:30

Waspada, Penyakit Kritis Intai Anak Muda

Jangan anggap sepele, meski usia masih terbilang muda, bukan berarti kamu terbebas dari penyakit kritis berikut.

22 Agustus 2019 15:19:46

Kenali 5 Jenis Penyakit Hepatitis dan Cari Tahu Cara Pencegahannya Yuk!

19 Maret 2019 11:23:50

Waspada! Perempuan Rentan Terhadap Beberapa Penyakit Berikut