5 Cara Mudah Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk Kebutuhan

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 27 Februari 2020 00:11:07 UNDUH BACA NANTI

Asuransi kesehatan penting dimiliki agar risiko finansial terkelola. Memilih asuransi kesehatan juga perlu kejelian agar bisa mendapatkan manfaat asuransi yang optimal.

Banyak orang pasti setuju bila asuransi kesehatan penting dimiliki agar risiko finansial akibat kejadian sakit bisa terkelola baik. Kebutuhan terhadap asuransi kesehatan sudah tak terelakkan sama pentingnya dengan kebutuhan pokok lain. Namun, tidak sedikit kalangan masih bingung ketika hendak memilih asuransi kesehatan yang tepat untuk mendukung kebutuhan mereka. Apakah kamu mengalami hal yang sama?

Di pasar saat ini memang tersedia banyak sekali jenis produk asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan penyedia asuransi. Ada yang asuransi kesehatan murni, ada pula yang dilengkapi dengan fitur investasi.

Ada jenis asuransi kesehatan santunan harian, ada pula yang memiliki skema hospital benefit. Memilih asuransi kesehatan yang tepat sesuai kebutuhan akan membuat manfaat asuransi menjadi lebih optimal. Apa saja jurus mudah memilih asuransi kesehatan yang tepat sesuai kebutuhan? Yuk, mari menyimak 5 langkah mudah berikut ini:

1.Pahami kebutuhan

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk asuransi kesehatan, lebih penting untuk memahami dulu seperti apa kebutuhan asuransi kesehatan yang kamu butuhkan. Perhatikan riwayat kesehatan di keluarga kamu, apakah ada riwayat penyakit kritis? Ini untuk menentukan cakupan atau coverage perlindungan asuransi kesehatan apa saja yang kamu butuhkan.

 

Baca juga: Ingin Beli Asuransi Kesehatan? Kenali Pilihan Metode Pembayaran Asuransi Kesehatan

 

Begitu juga dengan kebiasaan bepergian. Bila kamu termasuk kalangan yang cukup aktif bepergian ke berbagai tempat termasuk ke luar negeri, memiliki asuransi kesehatan dengan jaringan provider (rumah sakit) yang luas adalah penting. Sebaliknya, bila kamu jarang traveling ke luar negeri, asuransi kesehatan dengan jangkauan wilayah perlindungan di dalam negeri saja mungkin sudah memadai.

2.Cek ketersediaan asuransi yang sudah ada

Bila kamu tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan, biasanya tempat kamu bekerja sudah memberikan tunjangan kesehatan berupa asuransi kesehatan. Nah, sebelum membeli asuransi kesehatan sendiri, sebaiknya kamu teliti dulu seperti apa tunjangan kesehatan yang diberikan oleh kantor. 

Beberapa perusahaan memberikan tunjangan kesehatan yang sangat lengkap untuk karyawan mereka bahkan untuk keluarga karyawan. Mulai dari manfaat rawat jalan, rawat gigi hingga rawat inap dan manfaat melahirkan.

Bentuknya bisa berupa asuransi kesehatan cashless ataupun reimbursment. Biasanya, semakin tinggi pangkat karyawan, semakin besar pula batas plafon tunjangan kesehatannya.

Namun, ada juga perusahaan yang memberikan tunjangan kesehatan berupa plafon anggaran tahunan. Misalnya, karyawan level menengah memiliki jatah tunjangan maksimal Rp10 juta per tahun yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan kesehatan, bahkan bisa untuk keluarganya juga.

Metodenya biasanya reimbursment. Di sisi lain, setiap karyawan perusahaan juga hampir pasti diikutsertakan BPJS Kesehatan yang juga memberi manfaat dasar layanan kesehatan.

 

Baca juga: Haruskah Punya Asuransi Kesehatan selain BPJS Kesehatan?

 

Supaya tidak mubazir, apabila saat ini sudah ada tunjangan kesehatan dari tempat bekerja, sesuaikan asuransi kesehatan yang hendak kamu beli dengan yang sudah ada. Contoh mudah, saat ini kamu mungkin sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor yang berjenis hospital benefit. Asuransi kesehatan hospital benefit memberi perlindungan berupa manfaat penggantian biaya medis sesuai coverage yang tertera di dalam polis. Biasanya terdiri atas manfaat rawat inap, manfaat intensive care unit (ICU), manfaat kunjungan dokter, dan lain sebagainya. Di mana setiap manfaat umumnya memiliki batas plafon (inner limit) ataupun batas tahunan (yearly limit).

Nah, bila kamu ingin melengkapi tunjangan kesehatan kantor dengan asuransi pribadi, sebaiknya pilih asuransi kesehatan berjenis santunan harian (cash plan). Dengan begitu, asuransi kesehatan dari kantor bisa digunakan untuk menutup biaya medis, sedangkan asuransi kesehatan cash plan bisa kamu manfaatkan sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama kamu sakit. Pastikan juga asuransi kesehatan yang kamu beli tersebut bisa dimanfaatkan bersamaan dengan asuransi lain (coordination of benefit).

Adapun bagi kamu yang saat ini tercatat sebagai pekerja mandiri (self-employed) atau freelance, sebaiknya mengoptimalkan BPJS Kesehatan dan melengkapinya dengan asuransi kesehatan komersial yang bisa dipadukan manfaat perlindungannya dengan BPJS Kesehatan.

3.Alokasikan anggaran

Untuk mendapatkan manfaat perlindungan asuransi, kamu perlu menyiapkan alokasi anggaran untuk membayar premi asuransi. Besar premi asuransi akan sangat bergantung pada cakupan perlindungan yang ditawarkan, usia nasabah atau tertanggung, riwayat medis tertanggung hingga jangka waktu perlindungan. 

 

Baca juga: Klaim Asuransi Ditolak? Periksa Dulu, Jangan-Jangan Ini Penyebabnya

 

Siapkan alokasi anggaran untuk membayar premi asuransi kesehatan. Berapa idealnya yang perlu kamu anggarkan? 5%-10% dari pendapatan rutin bisa kamu alokasikan khusus untuk menutup biaya premi asuransi, termasuk asuransi kesehatan. Jadi, bila pendapatan kamu saat ini sekitar Rp10 juta, kamu bisa mengalokasikan Rp1 juta untuk pembayaran biaya premi asuransi. Dengan begitu, kebutuhan asuransi tetap bisa tertutup tanpa mengganggu alokasi pos kebutuhan lain yang tak kalah penting. 

4.Teliti manfaat dan pasal perkecualian

Saat hendak membeli asuransi kesehatan, pastikan untuk meneliti secara mendalam apa saja manfaat (coverage) yang diberikan dan apakah itu sudah memenuhi kebutuhan kamu. Beberapa manfaat yang lazim ditawarkan dalam produk asuransi antara lain manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, manfaat perawatan gigi, manfaat pembedahan, dan lain sebagainya. 

Pastikan juga mempelajari perkecualian yang tertera dalam polis. Misalnya sehubungan dengan pasal pre-existing condition. Yaitu, aturan dalam asuransi kesehatan yang menyatakan manfaat asuransi tidak berlaku untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya. Pre-existing condition biasanya memiliki jangka waktu, misalnya 1 tahun atau 2 tahun, bahkan pre-existing conditions bisa tidak ditanggung selamanya.. Jadi, bila kamu jatuh sakit dan harus rawat inap karena pre-existing conditions maka asuransi kesehatan akan menolak klaim kamu.

Pre existing conditions berbeda dengan masa tunggu. Asuransi kesehatan umumnya ada masa tunggu 30 hari. Kalau pre existing conditions biasanya dikecualian 1 atau 2 tahun pertama sejak polis aktif. Tapi ada juga polis asuransi yang pre existing condition dikecualikan selamanya.

5.Bandingkan dengan asuransi kesehatan lain

Ada banyak pilihan produk di pasar. Jangan langsung membeli asuransi kesehatan tanpa membandingkannya dengan produk sejenis dari perusahaan asuransi lain. Bandingkan paling tidak tiga produk terlebih dulu agar bisa memilih yang terbaik, yaitu dari sisi jangkauan perlindungan, besar premi yang dibebankan dan rekam jejak penyedia asuransi. 

Rekam jejak penyedia asuransi penting untuk melihat apakah urusan klaim kelak bisa mudah atau banyak bermasalah. Jangan lupa memilih penyedia asuransi yang memiliki reputasi bagus dan pengalaman panjang. Dengan begitu, manfaat asuransi kesehatan dapat optimal kamu dapatkan.

Nah, itulah jurus mudah memilih asuransi kesehatan terbaik sesuai kebutuhan yang bisa kamu terapkan. Selamat memilih asuransi kesehatan, ya!

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

22 Agustus 2019 15:19:46

Kenali 5 Jenis Penyakit Hepatitis dan Cari Tahu Cara Pencegahannya Yuk!

Sejauh apa kamu mengetahui penyakit hepatitis? Bagaimana cara mengenalinya sekaligus juga melakukan pencegahannya?

23 Juli 2019 17:08:00

Mengenal Rider, Manfaat Tambahan dalam Asuransi Jiwa Unit Link

04 Juni 2018 15:13:54

Pre-Existing Condition dalam Asuransi Kesehatan