Allianz Syariah Hadirkan AlliSya CI Hasanah sebagai Wujud Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Keuangan Keluarga

Allianz Syariah menghadirkan AlliSya CI Hasanah, solusi perlindungan penyakit kritis berbasis syariah yang dirancang untuk menjaga stabilitas finansial keluarga melalui manfaat income replacement.

.4 Maret 2026 | Allianz Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2026 – Penyakit kritis masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga terhadap stabilitas finansial keluarga. Ketika risiko tersebut terjadi, yang terdampak bukan hanya kondisi medis, melainkan juga hilangnya penghasilan, terganggunya rencana keuangan, hingga perubahan kualitas hidup secara drastis. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat 408 ribu kasus kanker baru dan 242 ribu kematian di Indonesia sepanjang 2022, dengan proyeksi kenaikan kasus hingga 63% pada periode 2025–2040[1]. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan prevalensi stroke mencapai 8,3 per mil penduduk dan meningkat signifikan pada usia lanjut[2]. Stroke bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi sekaligus penyebab disabilitas terbesar di Indonesia.

Fenomena ini tidak lagi hanya menyerang kelompok lansia. Data internal Allianz Life Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan total klaim penyakit kritis mencapai Rp600 miliar, dengan 40% klaim berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun, yaitu kelompok usia produktif. Angka ini meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, risiko penyakit kritis kini semakin dekat dengan generasi aktif yang menjadi tulang punggung keluarga.

Melihat urgensi tersebut, kebutuhan akan solusi perlindungan yang tidak hanya menanggung biaya medis, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendapatan keluarga, menjadi semakin mendesak. Dalam perspektif syariah, perlindungan terhadap risiko besar seperti penyakit kritis merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa sekaligus tanggung jawab terhadap keluarga. Ini adalah wujud komitmen Allianz Syariah dalam mengimplementasikan Maqasid Syariah, khususnya pilar Jaga Jiwa, dengan menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya CI Hasanah, solusi perlindungan penyakit kritis berbasis syariah yang dirancang untuk menjaga stabilitas finansial keluarga melalui manfaat income replacement.

“AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga. Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” tutur Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia.

Pada sesi talk show peluncuran, Tria Ramadhani, vokalis dan penyintas penyakit kritis, membagikan pengalamannya menghadapi kondisi darurat kesehatan yang membawa dampak besar, tidak hanya secara emosional tetapi juga finansial. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan dapat datang tanpa diduga dan memengaruhi stabilitas keluarga secara menyeluruh. Kejadian itu membawa dampak besar untuk saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional, tapi juga secara finansial. Pengalaman ini jadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja,” ungkap Tria

Financial planner Widya Prima menambahkan bahwa dalam perencanaan keuangan keluarga, dana darurat saja tidak cukup untuk menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis. “Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk menjaga kelangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelasnya.

Rina Triana, Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, menjelaskan bahwa AlliSya CI Hasanah dikembangkan dengan pendekatan fleksibel dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. “AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial. Dengan desain yang inklusif dan berbasis syariah, kami optimis AlliSya CI Hasanah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia dan menjadi solusi proteksi penyakit kritis yang relevan untuk setiap tahap kehidupan.”  

Asuransi AlliSya CI Hasanah memberikan manfaat-manfaat utama untuk perlindungan finansial nasabah:

1.     Fleksibel Manfaat Asuransi: Nasabah dapat memilih manfaat asuransi sesuai kebutuhan dan profil masing-masing, mulai dari manfaat tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, dan Hasanah Early CI, hingga asuransi tambahan Payor Syariah. Nasabah juga dapat memilih manfaat asuransi dasar sesuai preferensi, yaitu:

a.     Plan Lite — perlindungan untuk 3 penyakit/kondisi kritis, atau

b.     Plan Max — perlindungan untuk 77 penyakit/kondisi kritis.

2.     Fleksibel Masa Asuransi: Nasabah dapat menyesuaikan lama masa perlindungan sesuai kebutuhan masing-masing, tersedia dalam pilihan 20 atau 30 tahun.

3.     Kebaikan berlipat: Memberikan proteksi diri sekaligus menghadirkan nilai tolong-menolong serta kesempatan wakaf sebagai amal jariyah.

Dengan peluncuran AlliSya CI Hasanah ini, Allianz Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern di tengah tantangan finansial masa kini. Produk ini hadir melindungi untuk setiap risiko kehidupan, baik saat terdiagnosis penyakit kritis maupun setelah penyembuhan. Asuransi AlliSya CI Hasanah hadir sebagai solusi nyata untuk melindungi nasabah di saat yang kritis dan memastikan masa depan diri sendiri serta keluarga tetap terlindungi.

 

[1] World Health Organization “360‑Indonesia Fact Sheet” 2024.

https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf

[2] Databoks. Warning: These Age Groups Are at High Risk of Stroke (merujuk data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia).

https://databoks.katadata.co.id/en/utilities/statistics/66978c4d44bf8/warning-these-age-groups-are-at-high-risk-of-stroke

Allianz Syariah Hadirkan AlliSya  CI Hasanah sebagai Wujud Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Keuangan Keluarga

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Pada tahun 2023, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi beroperasi sebagai entitas terpisah yang memberikan perlindungan asuransi dan pengelolaan risiko keuangan yang berbasis syariah. Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan lebih dari 128 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan, asuransi kredit, dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 776 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset sebesar 1,9 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi terdepan dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2024, Allianz Group memiliki lebih dari 156.000 karyawan dan meraih total bisnis sebesar 179,8 miliar Euro serta laba operasional sebesar 16 miliar Euro.