Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah (waste management) secara konsisten dan berkelanjutan melalui program Eco Enzyme, sejalan dengan pilar CSR Allianz Indonesia di bidang Lingkungan.

9 Juni 2026 | Allianz Indonesia

Jakarta, 9 Juni 2026 – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah (waste management) secara konsisten dan berkelanjutan melalui program Eco Enzyme, sejalan dengan pilar CSR Allianz Indonesia di bidang Lingkungan.

Program ini telah dijalankan sejak 2022 dan terus berkembang sebagai upaya membangun kebiasaan, pengetahuan, serta praktik pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Berawal dari pelatihan dan pendampingan dalam mengolah sisa kulit buah dan potongan sayur menjadi cairan Eco Enzyme, program ini kemudian dikembangkan ke tahap upscaling agar manfaatnya semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Pada 2026, fokus program diarahkan pada pendampingan pembuatan produk yang lebih layak guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis komunitas sekolah.

Sebagai bagian dari tahapan tersebut, Allianz Indonesia baru saja menyelenggarakan kegiatan upscaling Eco Enzyme di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yaitu SDN Rawamangun 02 pada 13 Mei 2026 dan SDN Pondok Kopi 02 pada 19 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, Eco Enzyme tidak hanya dikenalkan sebagai hasil fermentasi sampah organik, tetapi juga sebagai pendekatan yang mengajarkan bahwa sisa bahan rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sebelum memasuki fase upscaling, kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari guru, murid, dan orang tua murid terlebih dahulu mengumpulkan sisa kulit buah serta potongan sayur untuk difermentasi dalam wadah tertutup selama tiga bulan. Setelah masa fermentasi selesai, cairan Eco Enzyme dipanen dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai, pencuci piring, penghilang bau, pengusir serangga, hingga pupuk tanaman.

Tidak berhenti pada hasil cairannya, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan ampas fermentasi yang sering kali dianggap sebagai sisa proses. Dalam program upscaling kali ini, ampas Eco Enzyme diolah menjadi dua produk sederhana namun bernilai guna, yaitu bantal terapi dan pengharum ruangan. Bantal terapi dibuat dari ampas hasil fermentasi kulit buah dan sayuran yang dimanfaatkan sebagai alternatif kompres alami untuk membantu meredakan nyeri sekaligus memberikan efek relaksasi aromaterapi. Sementara itu, pengharum ruangan dibuat dari ampas panen yang telah dikeringkan, lalu dikemas dalam kantong kain berpori untuk menghasilkan pengharum ruangan alami.

Melalui pendekatan ini, Allianz Indonesia ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak harus rumit. Dengan edukasi yang tepat dan praktik yang sederhana, sampah dapat diolah kembali menjadi produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang terus didorong dalam pelaksanaan program, agar peserta tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga melihat manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung.

Kegiatan di dua sekolah ini melibatkan ekosistem sekolah secara menyeluruh, mulai dari guru, komite sekolah, wali murid, hingga para murid. Keterlibatan lintas unsur ini menjadi penting karena perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan peran bersama. Saat anak belajar memilah dan mengolah sampah sejak dini, sekolah menjadi ruang pembiasaan, sementara keluarga membantu memastikan praktik tersebut dapat berlanjut di rumah. Dengan cara ini, kebiasaan mengelola sampah dari sumber diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Upaya ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Melalui program ini, pembelajaran di sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Di Allianz Indonesia, kami percaya bahwa pengelolaan sampah membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan pembiasaan yang dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui program Eco Enzyme, kami ingin mendorong masyarakat, termasuk komunitas sekolah, untuk melihat bahwa sampah organik memiliki nilai guna ketika dikelola dengan tepat. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai tambah yang bermanfaat bagi komunitas,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.

Bagi Allianz Indonesia, program Eco Enzyme merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam memperkuat praktik waste management yang berkelanjutan. Dengan menghubungkan edukasi, praktik langsung, dan pemanfaatan hasil olahan, Allianz Indonesia berharap inisiatif ini dapat terus menumbuhkan kebiasaan baik, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management Lewat Program Upscaling Eco Enzyme 2026: Dari Sampah Organik Menjadi Produk Bernilai

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Pada tahun 2023, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi beroperasi sebagai entitas terpisah yang memberikan perlindungan asuransi dan pengelolaan risiko keuangan yang berbasis syariah. Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan lebih dari 128 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan, asuransi kredit, dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 776 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset sebesar 1,9 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi terdepan dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2024, Allianz Group memiliki lebih dari 156.000 karyawan dan meraih total bisnis sebesar 179,8 miliar Euro serta laba operasional sebesar 16 miliar Euro.