Jakarta, 16 Juli 2026 – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) terus memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana melalui peningkatan kesadaran risiko, edukasi mitigasi, dan penguatan budaya kesiapsiagaan sejak usia dini. Sebagai bagian dari pilar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Lingkungan & Bencana, Allianz Indonesia secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.
Dalam rangka mengisi momen libur sekolah, YAP menyelenggarakan program edukasi siaga bencana bertajuk “Liburan Seru ke Damkar”, yang menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi anak-anak dan keluarga di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cipete, Jakarta Selatan. Program ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya mitigasi risiko, keselamatan, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat kebakaran melalui metode pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian program edukasi siaga bencana yang secara berkelanjutan dijalankan Allianz Indonesia untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana. Setelah pada tahun sebelumnya berfokus pada edukasi mitigasi banjir, tahun ini Allianz Indonesia mengangkat tema mitigasi kebakaran sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko yang dapat terjadi di lingkungan sehari-hari. Melalui program ini, Allianz Indonesia ingin mendorong terbentuknya perilaku yang lebih sadar risiko, sekaligus membangun budaya siaga bencana yang lebih kuat di tingkat keluarga dan komunitas.
Kegiatan ini diikuti oleh 124 anak usia 6–12 tahun dan 91 orang tua yang berasal dari wilayah sekitar RPTRA Bango Krukut Pola, RPTRA Pinang Pola, dan RPTRA Pola Idaman, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran risiko dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan rumah maupun sekitar tempat tinggal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukatif interaktif mengenai peran petugas pemadam kebakaran dalam melakukan pencegahan, penanganan, serta penyelamatan saat terjadi situasi darurat. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai potensi risiko kebakaran yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan colokan listrik yang tidak aman, bermain dengan sumber api, hingga risiko yang ditimbulkan dari kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga. Melalui pendekatan yang sesuai dengan usia peserta, anak-anak juga diajak memahami pentingnya mengenali potensi bahaya kebakaran, serta melaporkannya kepada orang dewasa sebagai langkah pencegahan dini.
“Melalui program ini, Allianz Indonesia ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak usia dini. Mengenali risiko, memahami langkah pencegahan, dan mengetahui cara merespons situasi darurat, merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh. Dengan melibatkan anak-anak dan orang tua, kami berharap edukasi ini dapat memperkuat budaya siaga bencana, serta membantu menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi berbagai risiko di masa depan,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.
Selain sesi edukasi, peserta diajak menyaksikan simulasi penanganan kebakaran oleh petugas Damkar, yang menampilkan tahapan respons darurat secara menyeluruh, mulai dari penerimaan laporan, mobilisasi personel dan armada, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga proses pemadaman api. Melalui simulasi ini, peserta dapat memahami bagaimana kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat berperan penting dalam mengurangi risiko serta dampak kebakaran.
Petugas Damkar juga memperkenalkan berbagai kegiatan penyelamatan lainnya yang dilakukan dalam situasi darurat, seperti evakuasi korban, penyelamatan hewan, hingga hingga dukungan saat terjadi bencana banjir. Sesi ini memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko bencana.
Sebagai bagian dari pengalaman belajar secara langsung, para orang tua berkesempatan mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan karung goni dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan pendampingan dari petugas. Kemudian, anak-anak diajak mengenal lebih dekat armada pemadam kebakaran beserta berbagai peralatan pendukungnya. Pengalaman praktik ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan dalam situasi darurat kebakaran.
Melalui program “Liburan Seru ke Damkar”, Allianz Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi risiko dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketangguhan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya siaga bencana yang lebih kuat di tingkat keluarga dan komunitas, sehingga masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.