Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Kiat Sukses Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19

09 September 2021 | Allianz Indonesia
Tertarik menjalankan bisnis sendiri di tengah pandemi? Berikut kiat-kiat untuk memulainya!

Pandemi Covid-19 turut menghantam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam negeri, khususnya sektor kuliner, jasa, konveksi, dan pariwisata.

Berdasarkan berita yang dilansir oleh  detik.com, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyatakan bahwa pengembangan kewirausahaan dan kompetensi merupakan dua hal penting guna mendukung ketahanan UMKM, khususnya di tengah kondisi krisis ekonomi.

Meski saat ini perkembangan perekonomian negara sedang tidak baik, namun ada pula UMKM yang berhasil mempertahankan ataupun mengembangkan bisnisnya selama pandemi. Kehadiran platform online, termasuk e-commerce dan media sosial mampu membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan melayani konsumen di tengah pandemi Covid-19.

Ketika menjalankan bisnis di tengah kondisi yang tak pasti, kamu akan dihadapkan dengan berbagai kemungkinan, termasuk kegagalan. Untuk itu, daripada memfokuskan diri pada kemungkinan terburuk, sebaiknya kamu mempersiapkan diri agar bisnismu tetap bisa dipertahankan dengan baik dan terus berkembang.

Menjalankan bisnis menuntut para pelaku usaha UMKM mengatur dan menentukan target sesuai demografi, domisili, gaya hidup, dan bahkan kebiasaan konsumen. Selain itu, para pelaku usaha UMKM juga bisa memanfaatkan media internet sebagai media pendukung dalam melakukan pemasaran secara online. Dengan menggunakan internet, maka para pelaku usaha UMKM mampu menjangkau calon konsumen secara lebih luas karena tidak terbatas geografis dan tanpa batasan waktu. Kemudian, bisnis digital juga memungkinkan pelaku usaha mengukur jumlah pengunjung situs atau jumlah konsumen yang melakukan pembelian.

Selain memperhatikan strategi pemasaran, para pelaku usaha UMKM juga dituntut untuk melakukan engagement terhadap para konsumen, baik secara offline maupun online. Hal tersebut dianggap mampu menciptakan relasi dan menumbuhkan kepercayaan konsumen bahkan dalam jangka waktu yang panjang.

Tak hanya sebatas pada hal tersebut, para pelaku usaha UMKM juga dihadapi oleh tantangan dari sisi operasional, seperti fasilitas yang sesuai untuk menjalankan produksi dan ruang penyimpanan barang dalam ukuran besar dan sesuai dengan standar, sehingga dapat menjaga kualitas dari barang yang telah selesai diproduksi, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkinerja tinggi.

Setelah memahami tip menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha UMKM juga sebaiknya memiliki perlindungan untuk menghindari risiko-risiko yang kemungkinan terjadi, seperti kerugian akibat musibah atau bencana alam yang menimpa hingga perlindungan bagi diri sendiri.

Untuk itu sangat penting agar Anda memiliki perlindungan asuransi yang sesuai dengan risiko yang dihadapi. Allianz Indonesia sendiri telah memiliki beragam produk asuransi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan para pelaku bisnis, seperti dengan produk asuransi properti UsahaKu yang sangat cocok bagi para pelaku UMKM karena memberikan perlindungan atas tempat usaha, perlindungan atas tuntutan pihak ketiga, dan juga menjamin keberlangsungan usaha.

 

Baca juga: Plus Minus Membuka Usaha di Rumah Sendiri

 

Nah, setelah Anda mengenal tip menjalankan bisnis di tengah pandemi serta cara melindungi bisnis dari potensi kerugian, Anda perlu melakukan beberapa tips agar bisnis tidak stagnan dan kian berkembang.

Pertama, Anda harus membaca tren dan kebutuhan masyarakat. Dari sini, Anda bisa menentukan produk apa yang ingin dipasarkan. Terlebih, Anda perlu meningkatkan kualitas produk secara berkala agar tidak kalah bersaing dengan merek dagang lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kedua, yang tak kalah penting, Anda harus bisa memanfaatkan platform online, baik melalui digital ads, media sosial, aplikasi pesan, e-commerce, chatbot, atau membuat layanan pesan antar. Selain itu, membangun engangement dengan para konsumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan Anda. Terakhir, perluas jaringan relasi dan ikuti perkembangan regulasi terkait produk yang Anda pasarkan.

Jadi, siapkan diri Anda untuk terus mempertahankan bisnis di tengah kondisi pandemi Covid-19 ya!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan