Peringati Hari Disabilitas Internasional, Allianz Indonesia dan Insight Investments Management Dukung Pengembangan UMKM Lewat Digitalisasi di Acara EMPOWERED 4.0 

 

Puncak acara EMPOWERED 4.0 bertajuk “Digitalisasi dan Strategi Pengembangan UMKM” diikuti lebih dari 100 peserta telah diselenggarakan secara virtual untuk mendukung pemberdayaan masyarakat difabel lewat program pendampingan dan pengembangan usaha oleh Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli, bersama dengan Insight Investments Management melalui Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM).

06 Desember  2021 | Allianz Indonesia

Jakarta, 06 Desember 2021 – Salah satu yang memiliki peran penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ialah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto negara sebesar 61,07 persen dan dapat mengumpulkan hingga 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.[1] Data yang sama menyebutkan bahwa UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Angka tersebut memberi harapan besar atas potensi UMKM termasuk untuk para kelompok difabel.

Sebagai upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli, bersama dengan Insight Investments Management melalui Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), baru-baru ini menggelar acara puncak dari kompetisi EMPOWERED 4.0 (Economic Empowerment for Entrepreneurs with Disabilities) melalui webinar virtual bertajuk “Digitalisasi dan Strategi Pengembangan UMKM”. Kompetisi yang telah berjalan sejak Mei 2021 ini, digagas untuk mendukung pemberdayaan masyarakat difabel lewat program pendampingan dan pengembangan usaha.

Pembicara Workshop

Christina Agustin, Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan dalam sambutannya dalam webinar bahwa kompetisi EMPOWERED 4.0 sejalan dengan tantangan revolusi industri 4.0 yang menuntut seluruh kegiatan ekonomi bergeser dari cara konvensional ke digital. Hal ini turut diakselerasi oleh pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan tatap muka sehingga kebutuhan operasi UMKM berubah menjadi semakin digital.

“Digitalisasi merupakan keharusan yang dapat mendorong UMKM untuk berkontribusi lebih pada ekonomi negara. Sejumlah 25,6 persen atau sekitar 16,4 juta pelaku UMKM telah masuk dalam ekosistem digital, sehingga hal ini perlu untuk terus didukung lewat pendampingan yang mengoptimalkan platform digital agar dapat mempercepat peningkatan kapasitas UMKM,” tambah Christina Agustin.

Selama tiga bulan, sebanyak 20 peserta pelaku usaha yang terpilih dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia telah mengikuti pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha mereka dengan bimbingan dari mentor-mentor yang berpengalaman. Jenis usaha yang terpilih diantaranya adalah usaha budidaya tanaman pertanian dan perikanan di Cimahi, Jawa Barat, tas rajut di Ternate Utara, Maluku, dan kain tenun Troso, di Jepara, Jawa Tengah

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang menciptakan lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk. Sejak 2016, Allianz telah berkomitmen dalam mendukung pengembangan usaha teman-teman difabel agar lebih mandiri dan produktif, sesuai dengan salah satu pilar CSR kami yaitu pilar Pemberdayaan Ekonomi. Melalui pelatihan, pendampingan, dan bantuan pendanaan, kami berharap dapat terus memberdayakan UMKM untuk berkontribusi bagi pertumbuhan Indonesia di masa depan,” ujar David Nolan, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

Ilustrasi

Sejalan dengan komitmen yang dijalankan oleh Allianz Indonesia, PT Insight Investments Management juga memiliki misi untuk mengajak masyarakat untuk berinvestasi sekaligus peduli kepada sesama, dengan tagline “Transforming Investments into Social Impact”. Sebagian pendapatan dari Insight atas setiap produk yang dikelola, disisihkan untuk Aksi Corporate Social Responsibility yang mendukung berbagai tema Sustainable Development Goals. Direktur PT Insight Investments Management, Ria Meristika Warganda berharap “Semoga ilmu yang dibagikan dalam rangkaian program EMPOWERED 4.0 ini dapat menjadi bekal dan pengetahuan bagi teman-teman pegiat UMKM di era digital sehingga dapat terus mengembangkan diri menjadi yang diimpikan serta berguna bagi masyarakat.”

Webinar yang menandai puncak acara kompetisi EMPOWERED 4.0 ini membahas lebih dalam terkait konsep kanvas model usaha, strategi pemisahan rencana keuangan pribadi dan usaha, serta pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan. Salah satu pembicara webinar ini ialah Ir. Endahing Noor Suryanti, Pendiri Komunitas Pelangi Nusantara yang menekankan pentingnya penyusunan model usaha serta pemanfaatan digital demi keberlangsungan usaha.

“Dengan menerapkan kanvas model usaha, kita bisa belajar untuk dapat menyesuaikan strategi bisnis secara berkala agar mengikuti perkembangan zaman dan dapat mengambil kesempatan yang ada. Sejalan dengan itu, pergeseran era yang serba digital harus diterima dan dimanfaatkan lewat adaptasi bisnis sehingga produk kita dapat dikenal secara lebih luas dan membantu meningkatkan omset penjualan. Ayo digitalkan usahamu!” ujar Ir. Endahing Noor Suryanti.

Rangkaian kegiatan EMPOWERED 4.0 memberikan harapan baru bagi pelaku UMKM di tengah masa pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Lebih dari 100 peserta mengikuti webinar ini dengan sangat antusias dan melontarkan berbagai pertanyaan antara lain tentang 

Tentang Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 34.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya. Saat ini, Allianz menjadi salah satu asuransi terkemuka di Indonesia yang dipercaya untuk melindungi lebih dari 8,3 juta tertanggung.

Tentang Allianz di Asia
Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 16 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 36.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 21 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz
Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 100 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 790 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset tambahan sebesar 1,7 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2020, Allianz Group memiliki lebih dari 150.000 karyawan dan meraih total pendapatan 140 miliar Euro serta laba operasional sebesar 10,8 miliar Euro.