Cerdas Berburu Diskon Ketika Belanja Online Akhir Tahun dan Waspadai Latte Factor Untuk Hindari Pengeluaran Receh

Perayaan Natal dan tahun baru kali ini kembali dimeriahkan dengan berbagai diskon menarik yang ditawarkan melalui Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS, festival belanja online terbesar di Indonesia yang dirayakan setiap tahun dan diikuti oleh beragam e-commerce dan toko online tanah air.

29 Desember 2020 | Allianz Indonesia

Jakarta, 29 Desember 2020 – Perayaan Natal dan tahun baru kali ini kembali dimeriahkan dengan berbagai diskon menarik yang ditawarkan melalui Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS, festival belanja online terbesar di Indonesia yang dirayakan setiap tahun dan diikuti oleh beragam e-commerce dan toko online tanah air.

HARBOLNAS telah diselenggarakan pada 11-12 Desember, sesuai dengan temanya yakni “12.12 Sale”. Berbagai brand, e-commerce dan toko online pun turut memanjakan konsumen dengan beragam penawaran diskon spesial hingga 50%.

Akan tetapi, silaunya diskon dan sale kerap membuat orang kalap ketika asyik belanja online, hingga lupa memperhitungkan ketersediaan dana untuk kebutuhan esensial lainnya.

“Memanfaatkan momen diskon ketika belanja online sah-sah saja, tapi kita harus cerdas menyikapinya. Jangan sampai belanja berlebihan tanpa memperhitungkan dana yang tersedia dan tersisa nantinya,” ujar Asoka Remadja, seorang travel blogger dan influencer gaya hidup di media sosial yang terkenal dengan serum tanaman #NoBrandPlant maupun konten-konten lainnya yang unik, jenaka dan blak-blakan.

Asoka Remadja, seorang travel blogger dan influencer gaya hidup di media sosial yang terkenal dengan serum tanaman #NoBrandPlant maupun konten-konten lainnya yang unik, jenaka dan blak-blakan membagikan pengalamannya di IG stories miliknya saat merasakan manfaat dari perlindungan asuransi Allianz yang dimilikinya, terutama saat dirinya terkena risiko sakit usus bantu hingga harus mendapatkan tindakan operasi. Cerdas dalam mengatur keuangan tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga untuk biaya jangka panjang dan kebutuhan tak terduga lainnya, seperti biaya terkait kesehatan, terutama biaya untuk penanganan medis seperti rawat inap, tindakan operasi, biaya dokter, dan seterusnya. 

Selain memperhitungkan kebutuhan sehari-hari, sangatlah penting untuk mengantisipasi keperluan yang sifatnya tidak terduga dan berbiaya besar seperti ketika sakit, mengalami musibah, dan sebagainya.

“Belum lama ini saya kena usus buntu. Ini agak mengejutkan karena pertama kalinya saya dirawat di rumah sakit, apalagi sampai harus dioperasi. Dan, saya tidak menyangka kalau biayanya waktu itu mencapai 72 juta,” tambahnya. “Di saat-saat darurat seperti itu tuh asuransi penting banget. Setidaknya kita nggak bingung karena biaya perawatan yang besar, jadi nggak panik pas bayar dan pastinya nggak mengganggu keuangan.”

Cerita dari Asoka Remadja tersebut mengajarkan tentang pentingnya cerdas dalam mengatur keuangan dan tidak hanya memperhatikan kebutuhan jangka pendek sehari-hari, tetapi juga memperhitungkan biaya-biaya dadakan. Kebutuhan tak terduga yang paling umum terjadi adalah seputar kesehatan, terutama ketika diperlukan biaya lebih untuk penanganan medis seperti rawat inap, tindakan operasi, biaya dokter, dan seterusnya.

Pengeluaran dadakan seperti inilah yang seringkali membuat orang tidak siap dan bisa berdampak secara signifikan pada keseimbangan finansialnya. Di sinilah peran penting dari perlindungan asuransi, yang dapat membantu mengantisipasi biaya-biaya besar tak terduga dan membangun kedisiplinan dalam mengelola keuangan, terutama di tengah-tengah situasi pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian.

Meta Lakhsmi Permata Dewi, Head of Investment Communication & Fund Development, Allianz Life Indonesia saat menjadi pembicara di webinar “Dompet Aman Selama Pandemi” beberapa waktu lalu mengatakan pentingnya untuk memperhatikan latte factor, yakni pengeluaran-pengeluaran receh yang apabila dikumpulkan jumlahnya bisa menjadi cukup besar, seperti biaya transfer antar bank, biaya administrasi bank dan kartu kredit, biaya top-up dompet digital, ongkos kirim, dan lainnya. 

Namun, sangat dimengerti bahwa banyak orang yang memang menantikan momen diskon belanja online untuk mendapatkan barang-barang impian. Ada beberapa tips sederhana yang disampaikan oleh Meta Lakhsmi Permata Dewi, Head of Investment Communication & Fund Development, Allianz Life Indonesia untuk membantu para pelanggan agar cerdas dalam berburu diskon online, sebagai berikut:

1)  Buatlah daftar barang yang paling diinginkan

Banyak orang yang berburu diskon tanpa mengetahui dengan jelas barang seperti apa yang diinginkan atau dibutuhkan. Alhasil, banyak yang membeli barang secara acak, yang pada akhirnya barang tersebut pun tidak digunakan dan menumpuk di rumah.

2)  Do your research

Pelajari diskon dan ketentuan berlaku yang ditawarkan, waktu yang tepat, dan platform atau toko online mana saja yang memberikan penawaran-penawaran terbaik. Proses hunting ini akan berguna sekali untuk mendapatkan barang yang diinginkan, sekaligus tetap menjaga pengeluaran. Jangan sampai “lapar mata” dan tidak bijak ketika belanja online.

3)  Manfaatkan kupon dan kode promo yang tersedia

Strategi ini bisa diandalkan untuk mengontrol bujet belanja online. Kumpulkan dahulu semua kupon belanja dan kode promo yang ada selain dari penawaran diskon yang sudah tersedia, dan sebisa mungkin gunakan untuk menambah potongan harga atau insentif. Namun, jangan lupa untuk mempelajari syarat dan ketentuan berlakunya karena tidak semua kupon dan kode promo bisa digunakan apabila sudah ada diskon yang tersedia.

4)  Selektif dan tahan godaan

Mungkin ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, tetapi perlu dilatih agar tetap bisa belanja online secara efektif tanpa menyesal di kemudian hari. Kita juga harus bisa membedakan apa yang betul-betul menjadi kebutuhan kita dan mana yang sekedar  keinginan saja. Setiap kali mendapatkan barang yang diinginkan, coretlah dari daftar belanja dan jangan melihat-lihat barang lainnya yang tidak dibutuhkan untuk menghindari sifat impulsif.

“Hal lainnya yang sangat perlu diperhatikan ketika belanja online adalah latte factor, yakni pengeluaran-pengeluaran receh yang apabila dikumpulkan jumlahnya bisa menjadi cukup besar. Banyak orang yang tidak memperhitungkan ini, yang ujung-ujungnya dapat menguras dompet dan menghabiskan bujet belanja,” jelas Meta.

Beberapa pengeluaran yang termasuk dalam kategori latte factor seperti biaya transfer antar bank; biaya administrasi bank dan kartu kredit; biaya top-up dompet digital; ongkos kirim; dan seterusnya.

Berbagai diskon menarik & cicilan kartu kredit kerap datang menjelang akhir tahun. Saat memanfaatkan momen ini, jangan sampai belanja berlebihan tanpa memperhitungkan dana yang tersedia dan tersisa nantinya untuk keperluan yang sifatnya tidak terduga dan berbiaya besar seperti ketika sakit, mengalami musibah, dan sebagainya. Seperti yang disampaikan oleh Meta Lakhsmi Permata Dewi, Head of Investment Communication & Fund Development, Allianz Life Indonesia, peran penting dari perlindungan asuransi adalah untuk membantu menjaga keseimbangan finansial dan mengantisipasi biaya-biaya besar tak terduga serta membangun kedisiplinan dalam mengelola keuangan, terutama di tengah-tengah situasi pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian. 
  1.