Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tetap Ceria saat Bekerja dari Rumah bagi Orang Tua

14 April 2020 | Allianz Indonesia
Kamu yang kini sedang bekerja dari rumah, mengurus rumah, sekaligus menemani anak-anak belajar mungkin mulai merasa jenuh dengan keadaan. Di tengah segala ketidakpastian ini, sangat mudah bagi orang tua untuk mulai merasa stres. 

Sejak pertengahan Maret 2020, pemerintah mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Kantor-kantor memberlakukan Work From Home (WFH) sehingga orang tua bekerja di rumah. Begitu juga dengan sekolah yang merumahkan siswa-siswinya untuk belajar di rumah.

Tentunya tidak mudah bagi orang tua, terutama ibu bekerja dalam membagi waktu antara melakukan pekerjaan kantor, membersihkan dan merapikan rumah, mengasuh anak, serta menemani anak-anak mengerjakan tugas dari sekolah.

Mulanya terasa menyenangkan, perlahan-lahan #Di RumahAja mulai terasa menjemukan. Hal ini ditambah perasaan was-was karena aktivitas di luar rumah semakin dibatasi, kebutuhan pokok mulai sulit didapat, dan berita-berita di TV yang terus menyiarkan berita negatif.

Di dalam hati, kamu pasti mulai bertanya-tanya. Sampai kapan ini akan terjadi? Kapan pandemi ini akan selesai?

Dalam keadaan seperti ini, sangat mudah menjadi stres dan akhirnya mengganggu fokusmu. Tidak hanya kamu, anak juga bisa merasa stres lho! Stres pada anak ditandai dengan anak menjadi lebih manja, rewel, dan gelisah.

Perlu kamu ketahui, stres yang dibiarkan berlarut-larut dapat melemahkan sistem imun yang sangat diperlukan dalam melindungi tubuh dari virus COVID-19.

 

Baca juga: Yuk, Pahami Lebih Jelas Arti Pandemi pada COVID-19

 

Jadi, bagaimana cara tetap sehat secara jasmani dan berpikiran positif saat Stay at Home?

Membuat Jadwal Kegiatan

Meski berada #DiRumahAja, bukan berarti kamu menjadi kaum rebahan sepanjang hari ya! Bekerja di rumah memang bisa jadi lebih sulit karena perhatian lebih mudah teralihkan. Untuk mengatasinya, buatlah jadwal kegiatan supaya semua teratur.

Misalnya di saat anak masih tidur, kamu dan pasangan bisa merapikan dan membersihkan rumah bersama-sama. Saat anak disibukkan dengan pekerjaan sekolahnya, kamu bisa memanfaatkan waktu ini sambil mengerjakan pekerjaan kantor. Jika memiliki anak yang lebih kecil, kamu bisa bergantian menemaninya bermain sementara pasanganmu bekerja.

Matikan TV dan Batasi Membaca Berita Negatif

Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif rupanya berpengaruh pada psikologis. Studi menunjukkan, mereka yang terus menerus membaca atau mendengar berita buruk, mengalami kecemasan dan kesedihan dibandingkan mereka yang mengonsumsi berita netral atau positif.

Tentunya merasa cemas dan sedih bukanlah yang kamu butuhkan di masa pandemi virus corona seperti saat ini. Oleh karenanya, matikan tv dan batasi penggunaan media sosial.

Nikmati waktu berkualitas bersama keluarga tanpa tv dan gawai. Karena mungkin saja sebelum pandemi ini terjadi, quality time bersama keluarga merupakan momen yang langka.

Ubah Kegiatan Bersih-Bersih dan  Tata Layout jadi Aktivitas Seru

Bersih-bersih rumah dan menata ulang layout bisa menjadi alternatif kegiatan yang seru. Agar aktivitas merapikan, membersihkan dan menata ulang dekorasi rumah terasa lebih menyenangkan, ajak anak dan keluarga untuk berpartisipasi. Puji dan berikan reward ketika mereka melakukannya dengan baik. Kegiatan ini bisa membuat rumah kami lebih fresh dan nyaman.

Mengajak Hidup Bersih dan Sehat dengan Cara Menyenangkan

Virus COVID-19 dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat. Untuk mencegah penyebarannya, setiap anggota keluarga harus memiliki kesadaran diri dalam menjaga kebersihan tubuh.

Jadikan aktivitas cuci tangan dengan sabun terasa menyenangkan. Misalnya dengan bernyanyi atau membuat video. Buat daftar poin bagi setiap anggota keluarga untuk kegiatan cuci tangan, menutup mulut ketika batuk, dan tidak menyentuh wajah ketika belum cuci tangan.

Jika terpaksa ke luar rumah, lindungi diri dengan memakai masker, sarung tangan, dan menjaga jarak (physical distancing) dengan orang lain. 

Beri hadiah kecil-kecilan bagi anggota keluarga yang mengumpulkan poin terbanyak dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap akhir pekan.

 

Baca juga: Yuk, Mengenal Istilah-istilah Ini untuk Lebih Memahami Virus Corona

 

Relaksasi dan Me Time

Jutaan orang di luar sana mungkin mengalami kebosanan, kecemasan, dan ketakutan yang sama. Agar hal ini tidak memengaruhi pikiranmu, ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Duduklah dengan posisi paling nyaman. Pejamkan mata dan letakkan kedua tangan di lutut. Tarik napas dalam-dalam sambil membayangkan hal-hal positif atau hal-hal menyenangkan yang pernah terjadi dalam hidupmu.

Rasakan setiap tarikan napas dan ucapkan dalam hati bahwa semua akan berlalu dan akan baik-baik saja. Ketika kamu sudah mulai tenang, buka mata perlahan-lahan dan tersenyumlah. 

Selain relaksasi, kamu juga bisa melakukan me time dengan mendengarkan musik, membaca buku, atau melakukan kegemaranmu. Minta pasangan untuk menemani anak-anak di saat kamu menikmati waktu untuk dirimu sendiri. 

 

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Samping Kesehatan Fisik saat Pandemi COVID-19

 

Mungkin saat ini kamu merasa tidak dapat mengubah keadaan dan tidak juga tahu kapan semua ini akan berakhir. Namun daripada dibuat stres dengan segala ketidakpastian yang mungkin terjadi, fokuslah pada yang ada di depan mata. Syukuri kesehatan, waktu luang, keluarga, dan rasa aman yang saat ini kita alami dan rasakan.

Di tengah keadaan yang serba tak menentu ini, kamu tetap bisa berkontribusi misalnya dengan mendonasikan uang untuk keperluan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, memberi uang tips bagi pengemudi ojek online setelah mereka mengantar makanan untukmu, atau memasang  keran cuci tangan portabel di depan rumah.

Tetap sehat dan nikmati masa-masa #DiRumahAja dengan bahagia ya!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan