Perkuat Ekosistem Syariah di Pulau Jawa secara Merata, Allianz Syariah Kembali Meluncurkan Gerakan Mengasuransikan 10.000 Masyarakat Indonesia di Semarang

Sebagai kelanjutan dari rangkaian aktivitas roadshow pasca kelahiran entitas baru, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) juga menargetkan Kota Semarang dalam perjalanan roadshow kali ini. 

28 November 2023 | Allianz Indonesia

Semarang, 28 November 2023 – Sebagai kelanjutan dari rangkaian aktivitas roadshow pasca kelahiran entitas baru, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) juga menargetkan Kota Semarang dalam perjalanan roadshow kali ini. Kegiatan roadshow di Ibukota Jawa Tengah merupakan perhentian ketiga Allianz Syariah guna menjangkau dan mengedukasi lebih banyak masyarakat Indonesia mengenai asuransi syariah di berbagai kota besar Pulau Jawa, setelah Ibukota Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dilansir dari Laporan Perkembangan Keuangan Syariah 2022, perkembangan pasar asuransi jiwa syariah tercatat sebesar 5,62 persen. Perkembangan tersebut masih membutuhkan kolaborasi serta upaya yang berkelanjutan dari pihak regulator dan berbagai pihak industri asuransi untuk semakin giat mengambil andil dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah. Dengan demikian, harapannya kolaborasi ini mampu melindungi lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia secara merata, serta memberikan kontribusi positif terhadap perkenomian nasional. “Oleh sebab itu, industri asuransi syariah agar ikut mengambil peran besar dalam rantai ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Dengan demikian, dapat tercipta sinergi yang lebih besar dan berkelanjutan, termasuk untuk meningkatkan kesadaran dan inklusi masyarakat akan pentingnya asuransi.” ucap Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’aruf Amin dalam peresmian Allianz Syariah (16/11).

Berdasarkan hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah yang meliputi industri asuransi syariah adalah sebesar 9,14 persen dan 12,12 persen. Indeks tersebut berperan terhadap tingkat literasi ekonomi syariah yang telah meningkat hingga 23,3 persen. Meski demikian, tingkat literasi ekonomi syariah yang telah dicapai ini masih terbilang cukup jauh dengan target indeks literasi yang ditetapkan regulator sebesar 50 persen di tahun 2024.

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, “Allianz Syariah sebagai bagian dari industri asuransi syariah di Indonesia menyadari pentingnya peran para pemangku kepentingan dalam memaksimalkan pertumbuhan jumlah pengguna asuransi, khususnya asuransi syariah yang masih berkembang di kalangan masyarakat. Untuk terus memperluas akses ke berbagai lapisan masyarakat, Allianz Syariah melaksanakan kegiatan roadshow ke berbagai wilayah di Indonesia, diawali dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Semarang, Bandung, dan Surabaya. Melalui kegiatan ini, Allianz Syariah berharap agar kehadiran kami dapat mewujudkan percepatan pertumbuhan industri asuransi, agar dapat melindungi lebih banyak individu dan keluarga, khususnya lewat proteksi asuransi syariah.”

Dilihat dari data penduduk pada Juni 2022, Jawa Tengah merupakan provinsi dengan porsi penduduk muslim tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat yakni sebesar 97,26 persen.[1] Besaran persentase penduduk muslim di Jawa Tengah ini kemudian turut mendorong pemerintah untuk mengupayakan akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kalangan masyarakat Jawa Tengah melalui keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor: 500/6/Tahun 2023 tentang pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Tengah. Dukungan dan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem syariah di Jawa Tengah ini mengartikan besarnya peluang pasar asuransi syariah di Jawa Tengah yang masih dapat dioptimalkan.

Meski pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia serta persentase indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masih bertumbuh secara bertahap, hal tersebut tetap membuktikan adanya pergeseran gaya hidup halal di kalangan masyarakat yang merambah di segala bidang, termasuk sektor keuangan dan asuransi. Hal tersebut juga secara lebih lanjut berdampak pada perkembangan minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lewat penggunaan produk yang lebih inklusif dan halal, salah satunya pemilihan proteksi jiwa dan kesehatan seperti produk asuransi syariah.

Sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat masa kini, Allianz Syariah kembali menonjolkan keunggulan produk asuransi yang mengutamakan nilai kebaikan dan tolong menolong. Melalui berbagai produk asuransi syariah yang disediakan, Allianz Syariah senantiasa berupaya menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat yang beragam dengan menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia yang inklusif dan relevan sesuai pegeseran minat masyarakat ini. Perkembangan minat masyarakat dalam menentukan proteksi kesehatan ini juga menjadi dasar optimisme Allianz Syariah untuk melindungi lebih banyak masyarakat Jawa Tengah dengan asuransi syariah, melihat jumlah pihak yang diasuransikan di wilayah Jawa Tengah dan Semarang saat ini baru mencapai lebih dari 18 ribu dan 6 ribu orang. Optimisme Allianz Syariah dalam memperluas akses asuransi syariah di Jawa Tengah salah satunya juga dinyatakan lewat peluncuran “Pencanangan Gerakan Perlindungan Asuransi Jiwa Syariah bagi 10,000 Masyarakat Indonesia” secara gratis.

Seperti yang telah dilakukan di Surabaya dan Bandung, gerakan ini merupakan inisiatif keberlanjutan dari Allianz Syariah dalam rangka mendongkrak angka literasi dan penetrasi asuransi syariah serta menebar semangat “berbagi kebaikan yang menguatkan” dan mewujudkan kelima nilai Allianz Syariah, yakni Universal, Trustworthy, Security, Fairness, dan Collaborative di kalangan masyarakat Jawa Tengah. Kegiatan peluncuran program ini disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Umum MUI Jawa Tengah Drs. K. H. Muhyiddin, MA dan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Sumarjono yang turut memberikan kata sambutan.

Dalam kata sambutannya, Drs. K. H. Muhyiddin, MA menyampaikan visi Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yaitu salah satunya mensyariahkan ekonomi masyarakat yang sifatnya objektif. Ia menambahkan bahwa visi tersebut selaras dengan komitmen Allianz Syariah dalam menghadirkan asuransi syariah yang relevan dan tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat muslim (universal). Keselarasan visi ini diresponi secara positif melalui dukungan yang diberikan MUI Jawa Tengah terhadap inisiatif Allianz Syariah dalam kegiatan roadshow di Kota Semarang. ”Kami atas nama Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah menyampaikan, pertama, selamat atas spin-off PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia yang sudah diresmikan oleh Bapak Wapres, yang kedua, mendukung program launching roadshow untuk ta’aruf bagi masyarakat dan literasi bagi mereka. Semoga ini merupakan bagian dari kegiatan yang bernilai ibadah, bukan hanya ekonomi.” ucapnya

Respon yang serupa juga dilantunkan oleh Sumarjono selaku Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah. Melalui sambutannya, Ia memberikan apresiasi atas keseriusan Allianz Syariah dalam menjawab tantangan pertumbuhan asuransi syariah yang pangsa pasarnya masih terbilang rendah, baik pada tingkat nasional maupun di Jawa Tengah. Lebih lanjut, Ia berharap dengan menggandeng berbagai pihak, akan ada lebih banyak masyarakat lagi yang dapat tertolong dengan prinsip syariah dan harapanya Allianz Syariah dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan asuransi syariah lainnya.

Pada kesempatan roadshow ini, Allianz Syariah membagikan asuransi jiwa mikro syariah Sekoci Amana yang manfaatnya berupa perlindungan jiwa bagi nasabah sebesar dua juta rupiah selama 6 bulan dan dapat memberikan perlindungan di masa depan apabila peserta asuransi (pencari nafkah) telah meninggal dunia. Asurasi syariah ini diberikan secara cuma-cuma kepada beberapa komunitas-komunitas di Semarang seperti Paguyuban Pengemudi Gojek Tembalang – Semarang, Sanggar Senam N’Fit Semarang, Majelis Pengajian Liqo’ Mawadah – Wilayah Batusari, Semarang Timur, Komunitas Gowes SKPD (Satuan Kerja Perangkat Desa) Kabupaten Demak, Komunitas Honda PCX Club Indonesia – Semarang, BAZNAS Kota Semarang, Rumah Zakat Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

 

[1] Ini Wilayah dengan Porsi Umat Muslim Tertinggi di Pulau Jawa pada Juni 2022 (katadata.co.id)

Tentang Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 34.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya. Saat ini, Allianz menjadi salah satu asuransi terkemuka di Indonesia yang dipercaya untuk melindungi lebih dari 8,3 juta tertanggung.

Tentang Allianz di Asia
Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 16 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 36.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 21 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz
Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 100 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 790 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset tambahan sebesar 1,7 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2020, Allianz Group memiliki lebih dari 150.000 karyawan dan meraih total pendapatan 140 miliar Euro serta laba operasional sebesar 10,8 miliar Euro.