Home Tentang KamiBeritaBeritaArsip Berita
  • Inovasi berbasis digital mendominasi proposal para finalis Allianz EMPOWERED   Competition (AEC) 2017
  • Seluruh proposal yang diajukan bertemakan ide usaha yang memiliki dampak sosial positif, khususnya bagi para penyandang disabilitas
  • Pemenang AEC 2017 menerima dana dan pelatihan untuk mendukung implementasi proposal

Jakarta, 21 Desember 2017 - Allianz Indonesia membuktikan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan para penyandang disabilitas di Indonesia dengan kompetisi, Allianz EMPOWERED Competition (AEC) di tingkat nasional. Kompetisi ini berlangsung mulai 27 Juli hingga 15 Oktober 2017 dan diikuti oleh masyarakat umum yang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan usaha mikro milik para penyandang disabilitas berskala nasional [Baca: Allianz Indonesia Sebarkan Semangat Membantu Wirausaha Penyandang Disabilitas melalui “EMPOWERED Competition”].

AEC merupakan bagian dari program inti EMPOWERED (Economic Empowerment for Entrepreneur with Disability) yang bertujuan mendukung para penyandang disabilitas melalui pelatihan pengelolaan keuangan dan pendampingan kewirausahaan usaha kecil mereka. AEC menyusul kesuksesan program EMPOWERED yang telah berhasil mendampingi 7 komunitas difabel di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta dengan total 133 peserta.

“Harapan kami lebih banyak lagi pemangku kepentingan yang dapat bersama-sama mendukung rekan-rekan penyandang disabilitas agar dapat memiliki kesetaraan terhadap akses informasi, ekonomi dan mobilitas. Melalui AEC ini, Allianz berkolaborasi dengan lebih banyak pihak-pihak yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap pemberdayaan dan upaya mewujudkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Ide-ide cemerlang dari para finalis tentunya kami dukung agar dapat berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” kata Indra Yuliawan, Head of CSR Allianz Indonesia

 

Para finalis Allianz EMPOWERED Competition berfoto bersama tim juri

 

Acara Final EMPOWERED Competition

Lima finalis terbaik dari 71 proposal yang berpartisipasi kemudian mempresentasikan ide program mereka di acara final AEC tanggal 30 November 2017, di Jakarta. Para finalis menggaris bawahi bahwa permasalahan utama bagi para penyandang disabilitas adalah keterbatasan akses dan mobilitas. Oleh karena itu, para finalis menganggap inovasi digital dapat menjadi solusi untuk memberdayakan para penyandang disabilitas, dengan cakupan area yang lebih luas dan tak berbatas. Tim juri yang menilai para finalis terdiri dari Indra Yuliawan, Head of CSR Allianz Indonesia, Edwar Fitri, Direktur Utama Bina Mitra Usaha Nusantara yang merupakan mitra pelaksana program inti EMPOWERED, dan Greta Joice Siahaan, Deputi Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan.

 

Program e-learning Digiable untuk kesetaraan akses dan pemberdayaan penyandang disabilitas

Pemenang I, Chevy Andhika dan Kelvin Wirawan dari Jakarta, mengajukan ide untuk pengadaan e-learning yang dapat diikuti oleh kelompok difabel agar dapat mengembangkan usaha dan dilengkapi dengan pengetahuan perencanaan serta pengelolaan keuangan, sampai cara optimalisasi pemasaran melalui media sosial. Program ini akan menggandeng public figure penyandang disabilitas yang telah sukses mencatat prestasi dan akan berperan sebagai narasumber yang akan menyampaikan materi lewat platform video online, sehingga materi e-learning dapat diakses secara meluas.

 

Difa City Tour berdayakan penyandang disabilitas di bidang transportasi dan pariwisata

Pemenang II, Triyono dari Yogyakarta, adalah pendiri Difa City Tour, layanan ojek khusus yang dikemudikan oleh penyandang disabilitas. Dalam mengikuti kompetisi ini, Triyono mengajukan proposal untuk mengembangkan bisnis Difa City Tour dalam hal penambahan armada dan kelengkapan para pengemudi seperti seragam jaket dan helm, serta kebutuhan operasional di bagian back office. Harapan Triyono adalah mengembangkan bisnis ojek khusus ini sehingga layanannya dapat dinikmati oleh banyak orang di kota Yogyakarta sendiri, bahkan sampai ke kota-kota lain di Indonesia.

 

Pelatihan dan pengadaan pakan ternak sapi tanpa hijauan untuk peternak disabilitas

Pemenang III, Hardiyo dari Yogyakarta, adalah seorang penggiat organisasi disabilitas non-profit yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dan keluarga. Hardiyo mengajukan ide untuk program pelatihan pembuatan pakan sapi ternak tanpa hijauan dan pengadaan alat guna memenuhi kebutuhan para peternak disabilitas. Proposal program ini memiliki tujuan utama untuk membantu memberikan pengetahuan mengenai pakan ternak alternatif dengan bahan yang tersedia di daerah tempat tinggal mereka sebagai solusi atas mahalnya harga pakan ternak, terutama ketika musim kemarau tiba.

 

Ketiga proposal program yang memenangkan AEC akan didukung pelaksanaannya oleh Allianz Indonesia melalui pendampingan selama setahun, serta berhak atas hadiah uang tunai untuk merealisasikan proposal program sebesar Rp 40 juta (pemenang I), Rp 25 juta (pemenang II) dan Rp 15 juta (pemenang III). Setelah acara final AEC, kelima finalis yang diwakili masing-masing dua orang kemudian mengikuti pelatihan dan pembekalan selama 4 hari, dimana para finalis mendapatkan berbagai materi yang bermanfaat untuk pengembangan dan pelaksanaan program mereka nantinya. Diharapkan ke depannya mereka dapat mentransfer kemampuan kepada target atau komunitas yang mereka dampingi.

Para finalis mendapatkan pembekalan mengenai metode Kanvas Model Usaha Sosial dan Rencana Keuangan Usaha dan Keluarga, dimana para finalis mendapatkan pengetahuan mengenai pemetaan dan perencanaan usaha sosial agar tetap dapat merasakan manfaat dari sisi bisnis sehingga terus berkelanjutan, tanpa mengesampingkan dampak sosialnya sendiri.

Setelah itu para finalis mengikuti sharing session untuk berbagi pengalaman terkait strategi yang akan dilakukan saat implementasi yang sesuai kepada target komunitas yang mereka dampingi. Sesi pengetahuan terkait literasi keuangan OJK, pengetahuan produk Asuransi Mikro Allianz Sekoci serta Digital Marketing melengkapi materi pembekalan yang diterima oleh para finalis.

“Allianz EMPOWERED Competition dapat menjadi katalisator perubahan dan kesetaraan sosial, yang juga dapat memberi inspirasi sekaligus mengajak khalayak luas untuk ikut berkontribusi juga di dalamnya. Sebagai finalis, saya dan rekan saya mendapatkan banyak manfaat dari rangkaian kegiatan pelatihan dan pembekalan yang melengkapi AEC, untuk kemudian kami teruskan kepada teman-teman komunitas penyandang disabilitas agar mereka juga dapat berkembang,” kata Chevy Andhika, pemenang I AEC.

 

To read the press release in English, please click:

“Digiable” E-learning Program Wins Allianz EMPOWERED Competition 2017