Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Strategi Allianz Indonesia untuk Menjaga Integritas dan Kepatuhan Karyawan Saat Menghadapi Dilema Etika Baru Di Masa Pandemi

Allianz Indonesia baru-baru ini berpartisipasi dalam acara Integrity Talks – Perilaku Kepatuhan: Dilema Etika Baru Di Era COVID-19 yang diadakan oleh Alliance for Integrity, suatu lembaga yang bergerak menggalang inisiatif dan tindakan bersama dari pelaku usaha baik dari sektor swasta, pemerintah dan masyarakat sipil untuk mendorong transparansi dan integritas dalam system perekonomian.

Jakarta, 4 Maret 2021 – Sebagai upaya untuk menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah Republik Indonesia telah menerapkan berbagai macam kebijakan termasuk kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu dampaknya adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) oleh banyak institusi. Terkait kebijakan tersebut terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, salah satunya adalah bagaimana perusahaan tetap dapat memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan kode etik tetap dapat ditegakkan tanpa kehadiran fisik dan ditengah perubahan proses yang secara massive dilakukan secara digital.

Allianz Indonesia baru-baru ini berpartisipasi dalam acara Integrity Talks – Perilaku Kepatuhan: Dilema Etika Baru Di Era COVID-19 yang diadakan oleh Alliance for Integrity, suatu lembaga yang bergerak menggalang inisiatif dan tindakan bersama dari pelaku usaha baik dari sektor swasta, pemerintah dan masyarakat sipil untuk mendorong transparansi dan integritas dalam system perekonomian. Lembaga ini melihat adanya fenomena dilema etika baru dimana terdapat kecenderungan perilaku yang tidak sesuai dengan kode etik yang terjadi di masa Pandemi. Hal ini timbul dari perasaan takut, tertekan dan putus asa terkait perubahan pola, cara dan tempat kerja serta peningkatan kebutuhan yang secara massive dipaksa untuk berubah akibat Pandemi. Sementara dilain pihak, karyawan tetap dituntut untuk tetap selalu menjaga integritas dan transparansi untuk mencegah peluang terjadinya tindakan korupsi secara luas serta tindakan kejahatan lainnya.

Hasinah Jusuf, Direktur Legal & Compliance Allianz Life Indonesia, hadir dalam acara tersebut sebagai salah satu pembicara (mewakili pelaku bisnis), membahas pandangan Allianz Indonesia terkait fenomena yang terjadi serta berbagi best practice yang diterapkan Allianz Indonesia dalam memastikan ditegakkannya integritas dan kepatuhan oleh seluruh pemangku kepentingan ditengah kondisi pandemi. “Penerapan Integritas dan kepatuhan Allianz Indonesia tetap secara konsisten dijalankan dalam setiap proses bisnis yang ada, tidak terkecuali dalam era pandemi,” kata Hasinah.

Hal dasar yang menjadi titik berat keberhasilan penerapan dan pelaksanaan kode etik adalah dengan membangun company values serta memastikan para pemangku kepentingan memahami dan menjalankan values tersebut. Allianz Indonesia memiliki 3 values sebagai bagian dari corporate culture perusahaan (TRUST, CARE, EAZY) dimana values ini yang menjadi pedoman dan pendorong utama bagi seluruh karyawan, tenaga pemasar, pemegang saham dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dan diwujudkan dalam bentuk tindakan dan perilaku yang konsisten setiap harinya. Sampai saat ini 95% karyawan Allianz Indonesia menjalankan WFH. Keberhasilan pelaksanaan kebijakan WFH yang dijalankan oleh Allianz Indonesia, dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dengan pencapaian yang luar biasa sangat baik, pada saat pandemi merupakan bentuk nyata perwujudan pelaksanaan 3 values diatas.

“Allianz Indonesia memahami sepenuhnya bahwa berbagai perubahan yang harus dilakukan oleh perusahaan maupun karyawan untuk beradaptasi pada tatanan baru yang dikarenakan oleh adanya kondisi pandemi memiliki potensi bagi karyawan untuk menghadapi atau terpapar berbagai masalah, termasuk masalah dilema etika. Disinilah value TRUST sebagai bagian dari corporate culture yang telah diinternalisasikan dapat menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan. Karyawan dapat dipercaya dan bertanggung jawab dalam berperilaku, termasuk untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik meskipun tidak lagi hadir secara fisik serta diawasi secara langsung dan seluruh interaksi harus dilakukan dalam bentuk digital,” jelas Hasinah lebih lanjut.

Sebagai bagian dari upaya dalam mengatasi dilema etika di tengah kondisi pandemi, Manajemen Allianz Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan values yang ada pada corporate culture serta menerapkan pedoman perilaku (Code of Conduct) dari Allianz Group sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari untuk seluruh pemangku kepentingan, berlaku baik WFH maupun yang masih harus bekerja di kantor.

Untuk senantiasa memupuk pemahaman yang sejalan serta memastikan penerapan pemahaman tersebut secara konsisten, berbagai inisiatif telah dilakukan oleh Perusahaan antara lain (i) keterlibatan dan komitmen perwakilan dari Senior Manajemen setiap tahunnya untuk menjadi Value Ambassador dengan program dan action plan yang terstruktur, (ii) penerapan Culture Transformation Virtual Training dengan memperkenalkan Allianz Voyager sebagai culture transformation icon yang mewakili values Perusahaan, program ini merupakan bentuk keterlibatan nyata dari seluruh karyawan dimana setiap orang adalah bagian dari Allianz Voyager dan memiliki misi untuk saling melengkapi dalam menjalankan setiap pekerjaannya, (iii) pelaksanaan Mandatory Online Training Code of Conduct yang didukung oleh Manajemen Allianz Indonesia dan dilaksanakan secara tahunan serta wajib diikuti setiap pemangku kepentingan di Allianz Indonesia, (iv) penyampaian berbagai campaign dan aktivitas value awareness melalui berbagai kanal komunikasi internal.

Hal lain yang juga menjadi sangat penting untuk dilakukan selama masa pandemi adalah membangun dan menjaga komunikasi yang transparan dan efektif. Terkait hal tersebut berbagai inisiatif juga telah dilakukan oleh manajemen Allianz Indonesia dalam rangka meningkatkan dan menjaga engagement dengan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya, antara lain melalui weekly atau daily huddle meeting, pelaksanaan Virtual Town Hall setiap bulan untuk memberikan update pencapaian Perusahaan, program ‘Coffee with CXO’ dimana Senior Manajemen Allianz Indonesia melakukan virtual dialog secara rutin dengan seluruh karyawan dalam suasana casual serta grup kecil.

Perusahaan juga memahami sepenuhnya bahwa kondisi bekerja dari rumah bukanlah kondisi yang mudah dimana karyawan diharapkan menjalankan peran secara simultan sebagai karyawan, anggota keluarga dan bagian dari lingkungan rumah. Oleh karena itu perubahan paradigma result orientation menjadi lebih efektif dan nyata dibanding kehadiran karyawan yang hanya didasarkan pada jam operasional kantor. Untuk karyawan dapat tetap bekerja secara produktif dan menjaga kesehatan secara fisik dan mental, Perusahaan dari waktu kewaktu memberikan berbagai dukungan, mulai dari pembagian healthy kit, tunjangan paket internet, biaya transportasi taksi pulang pergi bagi karyawan apabila mesti datang ke kantor sehingga karyawan tidak perlu menggunakan publik transport; hingga layanan psikolog profesional untuk berkonsultasi tentang permasalahan pribadi yang dialami selama WFH serta disediakannya hub office sehingga karyawan dapat bekerja diareanya tanpa perlu ke kantor pusat.

Menurut Hasinah, praktik terbaik yang juga selanjutnya menjadi budaya baru dalam kondisi Pandemi dan WFH ini adalah meningkatnya kesadaran green environment dimana karyawan dipaksa untuk bekerja secara digital dan paperless. “Peningkatan pemanfaatan teknologi digital (dengan tingkat keamanan (IT Security) yang baik) dalam kegiatan perusahaan dalam masa Pandemi juga menghasilkan hasil lebih maksimal, baik untuk keperluan pekerjaan, proses maupun penjualan produk serta layanan kepada nasabah. Pemanfaat teknologi digital secara massive ini juga membantu tercapainya strategi Perusahaan untuk dapat melindungi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia (to insure more people),” tutup Hasinah.

Tentang Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah.

Kini Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 karyawan dan lebih dari 34.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya. Saat ini, Allianz menjadi salah satu asuransi terkemuka di Indonesia yang dipercaya untuk melindungi lebih dari 8,3 juta tertanggung.

Tentang Allianz di Asia
Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 16 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 36.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 21 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz
Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan 100 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan asuransi kredit dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 790 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset tambahan sebesar 1,7 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz memegang posisi terdepan untuk perusahaan asuransi dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2020, Allianz Group memiliki lebih dari 150.000 karyawan dan meraih total pendapatan 140 miliar Euro serta laba operasional sebesar 10,8 miliar Euro.