Tentang Asuransi Syariah

 

>

AlliSya Ambassador

Dapatkan informasi terkini tentang Asuransi Syariah dan Allianz Syariah dengan bergabung kedalam grup AlliSya Ambassador bagi kamu Agen ASN (Allianz Star Network) yang sudah memiliki lisensi Syariah.
SELENGKAPNYA

Mengenal Lebih Dekat Dewan Pengawas Syariah


Mengenal Lebih Dekat Dewan Pengawas Syariah

Setiap perusahaan yang memiliki bisnis berbasis syariah, pasti familiar dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Mengapa DPS memainkan peranan penting? Ikuti wawancara singkat dengan Mohamad Hidayat, Ketua Dewan Pengawas Syariah Allianz Life Indonesia.

LIHAT LEBIH LANJUT

Apakah fungsi DPS dan di mana posisinya dalam sebuah perusahaan?

DPS merupakan dewan yang memberi nasihat kepada direksi dan melakukan pengawasan syariah dalam perusahaan. Tugas DPS juga memberikan opini hukum syariah atas produk-produk yang dikembangkan oleh perusahaan. DPS masuk dalam struktur perusahaan yang memiliki bisnis dengan basis syariah, dan kedudukannya setara dengan komisaris. Namun bedanya, DPS fokus pada aspek syariah. Tidak hanya soal produk, tapi juga kebijakan dan pemasaran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan menerima produk keuangan syariah sebelum mendapat persetujuan DPS.

 

Jika produk sudah dipasarkan, lalu dalam perjalanannya terdapat pelanggaran, apa yang DPS lakukan?

Secara berkala DPS melakukan pengawasan melalui rapat bulanan dimana perusahaan memberikan laporan dari divisi syariah. mengenai perkembangan bisnis, respon pasar, akad, serta tantangan yang kerap dihadapi. Dengan begitu, DPS bisa mengetahui jika ada masalah yang muncul dalam bisnis yang sedang berjalan.

 

Kualifikasi apa saja yang harus dimiliki oleh anggota DPS?

Pertama, ia harus menguasai bidang ekonomi syariah sehingga ia dapat merumuskan kebijakan dan juga berperan sebagai konsultan bagi perusahaan yang diawasi. Kedua, ia harus mengenal industri keuangan yang diawasi dengan baik. Misalnya ia mengerti tentang syariah tapi tidak mengerti tentang asuransi, maka akan percuma saja. Terakhir, ia harus menaati fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional. Jika memiliki kualifikasi tersebut, maka ia bisa mendapat rekomendasi dari MUI untuk menjadi Ketua DPS.

 

Apa saja tantangan dalam menjalankan fungsi Ketua DPS?

Bisnis keuangan syariah makin berkembang dan selalu berusaha mengikuti keinginan konsumen. Kami dari DPS harus cermat melihat dan memeriksa semua item dalam produk syariah yang akan dipasarkan, apakah telah memenuhi persyaratan.


Program Tolong Menolong untuk Generasi Milenial

Sebagai bagian dari generasi yang sudah mempunyai penghasilan sendiri, dan mungkin juga telah membina rumah tangga, kamu berkesempatan untuk merubah dunia menjadi lebih baik dengan cara menjadi peserta program tolong menolong dari Allianz Syariah.

LIHAT LEBIH LANJUT

Dari kecil, kita telah diajarkan untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Selain untuk mengurangi beban atau penderitaan orang tersebut, menolong orang lain juga terbukti dapat menjaga kesehatan dan menurunkan stres kita loh, berdasarkan sebuah studi pada tahun 2013 yang dilakukan di Universitas ternama di Amerika Serikat.1

Mungkin kamu ingin berbuat kebaikan dengan menolong orang lain, akan tetapi kamu tidak mempunyai waktu lagi untuk melakukannya karena sibuk dengan segala kegiatan. Di lain sisi, kamu pun juga membutuhkan pertolongan apabila Kamu atau keluargamu terkena sakit kritis sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatannya. Atau bahkan jika meninggal dunia yang dapat mempengaruhi kesejahteraan kamu dan keluargamu. Maka, dengan menjadi peserta Program Tolong Menolong dari Allianz Syariah, kamu bisa menjadi dermawan yang akan menolong peserta lain yang membutuhkan pertolongan. Dan juga, peserta lain pun bisa menolong kamu apabila terjadi hal yang sama. Artinya, ketika kamu lagi sibuk bekerja, dana yang kamu bayarkan ke rekening tolong menolong (rekening tabarru), secara otomatis akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena sakit kritis atau risiko lainnya https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/allisya-protection-plus

 

Dengan bergabung menjadi peserta di Allianz Syariah, maka kamu telah menolong orang lain yang terkena musibah, sekaligus juga Kita bisa melindungi diri sendiri dan keluarga dari risiko yang mungkin terjadi.

Ayo Kita berbuat kebaikan dengan menjadi Peserta tolong-menolong bersama Allianz Syariah.

 


1 Brilio, “5 Alasan ilmiah ini bisa bikin kamu ketagihan membantu orang lain” ,https://www.brilio.net/ilmiah/5-alasan-ilmiah-ini-bisa-bikin-kamu-ketagihan-membantu-orang-lain-180605u.html, pada tanggal 3 Januari 2020 pukul 10:20 WIB

Program Tolong Menolong untuk Generasi Milenial

Konsep Asuransi Syariah


Konsep Asuransi Syariah

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, pengertian Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah Usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan/ tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

LIHAT LEBIH LANJUT

Akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah dimaksud pada pengertian Asuransi Syariah adalah yang tidak mengandung maysir (perjudian), gharar (penipuan), riba (bunga), penganiyayaan, risywah (suap), barang haram dan maksiat.


Akad dalam Produk Asuransi Syariah terbagi menjadi 2 (dua), yaitu Akad Tijarah (Wakalah bil Ujrah) dan Akad Tabarru (Hibah).
 

Akad Wakalah bil Ujrah merupakan akad yang dilakukan antara Perusahaan Asuransi Syariah dengan Peserta. Dalam praktiknya pada akad ini Peserta memberikan kuasa kepada Perusahaan Asuransi Syariah untuk mengelola Dana Peserta dengan imbalan pemberian Ujrah (fee).


Objek wakalah bil Ujrah antara lain:

  • Kegiatan administrasi
  • Pengelolaan dana
  • Pembayaran klaim
  • Underwriting
  • Pengelolaan portfolio risiko
  • Pemasaran
  • Investasi

 

Akad Tabarru merupakan Akad yang dilakukan antar Peserta Asuransi Syariah. Akad ini dilakukan dalam bentuk hibah dengan tujuan kebajikan dan tolong menolong antar Peserta, dan bukan untuk tujuan komersil.


Dana hibah dari para Peserta Asuransi Syariah inilah yang kemudian akan digunakan untuk menolong Peserta lain yang tertimpa musibah (melakukan klaim).


Akad Tabarru harus melekat pada semua Produk Asuransi Syariah.