Jika Sudah Pernah Keguguran, Kapan Waktu yang Tepat untuk Hamil Kembali?

9 Agustus 2022 | Allianz Indonesia
Keguguran berdampak besar terhadap kondisi fisik dan mental ibu. Lantas, kapan waktu yang tepat bagi ibu untuk bisa hamil lagi setelah keguguran?

Keguguran bisa berdampak besar terhadap kesehatan fisik dan mental siapa pun yang mengalaminya. Dengan perasaan sedih, bingung, dan bahkan bersalah yang menjadi satu, tak heran bila wanita yang mengalami keguguran membutuhkan waktu lama untuk kembali menata diri dan emosi.

Hal ini mungkin juga menjadi kendala bagi wanita yang hendak mencoba hamil kembali. Ketidakpastian tentang penyebab keguguran dan emosi negatif yang tak kunjung hilang mungkin menimbulkan pertanyaan, kapan waktu yang tepat baginya untuk bisa hamil lagi setelah keguguran?

Secara medis, ada banyak cara yang dapat kamu tempuh untuk mencoba kehamilan lagi. Akan tetapi, kamu tentu membutuhkan persiapan khusus untuk menghadapi masa kehamilan yang baru. Inilah beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.

Setelah Keguguran, Kapan Seseorang Bisa Hamil Lagi?

Pada dasarnya, setiap orang yang mengalami keguguran bisa langsung mencoba hamil lagi begitu siklus menstruasinya kembali normal. Sebagai gambaran, jika siklus haidmu cukup teratur, kamu bisa mencoba hamil kembali sekitar 4–6 minggu usai keguguran.

Ini lantaran setelah keguguran, sistem reproduksi akan kembali menjalankan setiap fungsinya. Artinya, ovarium kembali mengeluarkan sel telur, sel telur kembali menunggu dibuahi oleh sel sperma, dan seterusnya hingga sel telur berkembang menjadi janin.

Sel telur akan keluar dari ovarium sekitar dua minggu setelah keguguran. Apabila kamu hamil selama periode ini, kamu bahkan bisa mendapatkan hasil positif hamil lebih awal dari yang diperkirakan.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian dalam jurnal Obstetric & Gynecology pada 2017. Disebutkan bahwa program hamil yang dilakukan dalam kurun tiga bulan setelah keguguran mempunyai peluang keberhasilan yang lebih baik. Risiko keguguran untuk yang kedua kalinya juga lebih rendah ketimbang mereka yang menunda lebih lama.

Akan tetapi perlu diingat bahwa melakukan hubungan sex saat 2 minggu pertama setelah mengalami keguguran tidak direkomendasikan demi mencegah terjadinya penyakit infeksi lain. 

Dan tentunya ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mulai mencoba hamil lagi, terlebih jika kamu pernah menjalani prosedur kuret. Kamu perlu berdiskusi dengan dokter untuk menentukan kapan bisa hamil lagi setelah keguguran. Selain itu, faktor kesiapan emosional ibu juga perlu diperhatikan.

Pertimbangkan Ini Sebelum Mencoba Hamil Lagi

Meskipun program hamil bisa dimulai segera setelah keguguran, ada sejumlah hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memulainya. Berikut beberapa di antaranya.

1. Penyakit atau Kondisi Medis Tertentu

Jika keguguran yang kamu alami berkaitan dengan suatu penyakit atau kondisi medis, dokter mungkin akan menyarankan untuk menanganinya dahulu sebelum kamu dapat kembali mengikuti program hamil.

Beberapa masalah kesehatan yang bisa menjadi penyebabnya antara lain

  • Penyakit autoimun
  • Penyakit tiroid
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Kelainan pada rahim
  • Diabetes yang tidak terkontrol

2. Mengurangi Risiko Hamil Molar (Hamil Anggur)

Hamil anggur adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan terbentuknya tumor jinak di dalam rahim. Beda dengan plasenta, tumor tidak bisa mendukung pertumbuhan janin. Alhasil, janin gagal berkembang dan akhirnya keluar melalui keguguran.

Jika sebelumnya kamu mengalami hamil anggur, dokter mungkin akan menyarankan jarak satu tahun sebelum kamu bisa hamil kembali setelah keguguran. Selama periode ini, dokter akan memantau kondisimu dan memastikan hamil anggur tidak terulang lagi.

3. Mengurangi Risiko Keguguran dari Gaya Hidup

Sebagian besar kasus keguguran tidak bisa dicegah dan tidak diketahui penyebabnya. Meski begitu, ada beberapa gaya hidup yang bisa meningkatkan risikonya. Gaya hidup inilah yang harus diubah untuk membantumu hamil kembali setelah keguguran.

Kamu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter dulu untuk mengetahui perubahan apa saja yang perlu dilakukan. Sebagai gambaran, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko keguguran yakni

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Mencapai rentang berat badan yang sehat sebelum hamil

4. Komplikasi Kuret

Kuret merupakan prosedur medis untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari rahim ibu yang mengalami keguguran. Prosedur ini dapat menyebabkan komplikasi berupa luka pada rahim, infeksi, dan bahkan terbentuknya lubang pada rahim.

Maka dari itu, jika sebelumnya kamu menjalani prosedur kuret, berikan jarak sekitar tiga kali menstruasi sebelum mencoba hamil kembali. Dengan begitu, rahim memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri dan bisa kembali menyokong pertumbuhan janin.

5. Persiapan Secara Emosional

Keguguran dapat menimbulkan perasaan kehilangan yang sangat besar. Ditambah lagi, perubahan hormon selama hamil bisa memengaruhi suasana hati ibu. Maka dari itu, banyak pasangan yang mengalami keguguran memutuskan menunda selama beberapa waktu sebelum mencoba hamil kembali.

Kamu pun dapat menerapkan hal yang sama jika merasa belum siap secara emosional untuk menghadapi kehamilan selanjutnya. Bila perlu, kamu juga bisa mendapatkan pendampingan dari seorang psikolog selama mempersiapkan diri.

Apakah Keguguran Bisa Terjadi Lagi?

Meskipun sudah mengetahui kapan bisa hamil lagi setelah keguguran pun, wajar jika kamu masih merasa ragu untuk memulainya. Pasalnya, keguguran dapat meninggalkan trauma yang mendalam pada wanita yang mengalaminya.

Tak sedikit pula yang ragu untuk mencoba hamil kembali karena takut akan mengalami keguguran untuk yang kedua kalinya. Nah, kabar baiknya, sebagian besar wanita dapat kembali hamil dengan aman dan sehat meskipun telah mengalami keguguran.

Keguguran biasanya terjadi hanya sekali seumur hidup. Namun, perlu diketahui bahwa risiko terulangnya keguguran tetap ada. Orang yang pernah sekali keguguran berisiko 20% untuk mengalaminya kembali.

Risikonya bertambah menjadi 28% pada orang yang keguguran dua kali berturut-turut serta 43% pada mereka yang keguguran tiga kali berturut-turut atau lebih. Kira-kira satu dari 100 orang dapat mengalami keguguran sebanyak dua kali berturut-turut.

Meskipun sulit dicegah, kamu bisa berupaya mengurangi risikonya. Lakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan untuk mencari tahu sebabnya serta menentukan perubahan gaya hidup seperti apa yang perlu kamu lakukan.

Dokter kandungan umumnya akan menyarankan beberapa langkah berikut bagi wanita yang hendak hamil kembali setelah keguguran.

  • Mengonsumsi sedikitnya 400 mcg asam folat setiap hari, dimulai dari 1–2 bulan sebelum kehamilan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Melakukan aktivitas fisik dan berolahraga secara rutin.
  • Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
  • Menghindari konsumsi alkohol, kafein yang berlebihan, dan obat terlarang.
  • Mengikuti imunisasi untuk ibu hamil.

Program kehamilan pada dasarnya dapat dimulai sesegera mungkin setelah seseorang mengalami keguguran. Namun, tentu ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kesehatan ibu, komplikasi dari kuret, hingga kesiapan secara emosional.

Dan jangan lupa, apabila Ibu dapat hamil kembali dengan pengalaman keguguran sebelumnya biasanya selain ada rasa gembira terdapat juga rasa cemas. Sehingga penting bagi Ibu untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman selama kehamilan yang perlu didukung oleh pasangan, keluarga, dan lingkungan terdekat. Karena emosi selama hamil tersebut juga dapat menjadi salah satu faktor pencegah terjadinya keguguran berulang.

Sumber:

Pregnancy after miscarriage: Trying again. (2022). Retrieved 24 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134

Pregnancy After Miscarriage: From Risks to Rainbow Babies. (2022). Retrieved 24 July 2022, from https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-after-miscarriage

Sundermann, A., Hartmann, K., Jones, S., Torstenson, E., & Velez Edwards, D. (2017). Interpregnancy Interval After Pregnancy Loss and Risk of Repeat Miscarriage. Obstetrics &Amp; Gynecology, 130(6), 1312-1318. doi: 10.1097/aog.0000000000002318

Pregnancy after miscarriage: Trying again. (2022). Retrieved 24 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134

Can You Get Pregnant Right Away After a Miscarriage?. (2022). Retrieved 24 July 2022, from https://www.verywellfamily.com/pregnancy-after-miscarriage-timeline-2371815

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan