Hamil Kembar Tak Selalu Harus Keturunan, Ini Faktanya

11 Agustus 2022 | Allianz Indonesia
Seseorang ternyata bisa mengalami kehamilan kembar tanpa harus memiliki riwayatnya dalam keluarga. Seperti inilah cara punya anak kembar tanpa ada keturunan.

Kehamilan kembar mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu misteri terbesar tentang tubuh manusia, terutama karena peluangnya yang sangat acak. Namun, banyak pula yang meyakini bahwa kehamilan kembar hanya bisa terjadi jika ada faktor keturunan.

Beberapa sifat memang diwariskan secara genetik, termasuk kehamilan kembar. Akan tetapi, kasusnya tak selalu seperti ini. Banyak pasangan bisa punya anak kembar tanpa faktor keturunan, dan ada sejumlah cara yang diklaim dapat meningkatkan peluangnya.

Jika kamu atau pasanganmu memiliki riwayat kembar dalam keluarga, mungkin timbul pertanyaan: apakah kamu mempunyai peluang yang sama? Inilah penjelasan ilmiah di balik fenomena hamil kembar dan cara meningkatkan peluangnya.

Kehamilan Kembar Tak Selalu Karena Keturunan

Ada dua jenis kembar, yaitu kembar identik dan fraternal (non-identik). Sekitar sepertiga dari semua kasus kehamilan kembar adalah kembar identik, sedangkan dua pertiganya adalah kembar fraternal. Lalu, mengapa perbedaan antara keduanya begitu penting?

Kembar fraternal terjadi karena faktor genetik. Pada tipe kehamilan ini, ada dua sel telur yang dibuahi oleh sperma, lalu keduanya sama-sama berkembang di dalam rahim. Gen kedua embrio ini berbeda dan jenis kelaminnya mungkin berbeda pula.

Sementara itu, kamu dapat memiliki keturunan kembar identik meskipun tidak memiliki riwayatnya dalam keluarga. Kehamilan berawal dari satu sel telur yang dibuahi oleh sperma, lalu sel ini membelah menjadi dua embrio yang berbeda. Hasil akhirnya adalah dua janin dengan jenis kelamin yang sama dan sangat mirip.

Penelitian oleh Boklage dalam jurnal Human Reproduction (2009) menunjukkan bahwa peluang kehamilan kembar fraternal lebih tinggi karena adanya suatu gen khusus. Gen ini dapat menyebabkan hiperovulasi, yaitu kondisi ketika ovarium melepaskan dua sel telur pada setiap siklus menstruasi, bukannya satu seperti pada umumnya.

Perempuan dengan “gen kembar” ini tampaknya memiliki level beberapa hormon yang tinggi, termasuk hormon perangsang folikel (FSH). Level FSH yang tinggi merangsang pelepasan lebih dari satu sel telur sehingga peluang hamil kembar pun meningkat.

Benarkah Keturunan Kembar Melompati Satu Generasi?

Ada sebuah anggapan bahwa keturunan kembar biasanya melompati satu generasi. Ini berarti jika kamu memiliki saudara kembar, kamu tidak akan bisa memiliki anak kembar. Nantinya, keturunan kamulah yang bisa memiliki anak kembar.

Faktanya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang harus melompati satu generasi dulu baru memiliki keturunan kembar. Ini sebenarnya adalah sebuah miskonsepsi. “Gen kembar” hanya memengaruhi proses pelepasan sel telur pada perempuan. Jadi, bisa dikatakan bahwa sisi ibulah yang paling berperan dalam meningkatkan peluang terjadinya kehamilan kembar fraternal.

Artinya, walaupun pihak ayah mempunyai anggota keluarga yang kembar, ini tidak akan berpengaruh terhadap peluang hamil kembar. Peluangnya baru meningkat jika pihak ibu yang memiliki riwayat keturunan kembar dalam keluarganya.

Seorang laki-laki yang punya keturunan kembar dalam keluarganya mungkin memiliki gen tersebut. Namun, gen ini tidak akan berpengaruh karena perempuanlah yang dapat melepaskan sel telur.

“Gen kembar” yang dimiliki laki-laki tersebut bisa diturunkan ke anak perempuannya. Kelak apabila si anak perempuan hamil, ia mungkin mengalami hiperovulasi sehingga berpeluang untuk memiliki keturunan kembar fraternal.

Cara Punya Anak Kembar Tanpa Ada Keturunan

Peluang terjadinya kehamilan kembar ditentukan oleh banyak faktor, terutama genetik, lingkungan, dan tipe kembar itu sendiri. Namun, secara umum, berikut adalah beragam faktor yang dapat meningkatkan peluangnya.

1. Usia Ibu

Berdasarkan sebuah penelitian dalam jurnal Obstetrics & Gynecology pada 2018, orang yang hamil di usia 30 tahunan berpeluang lebih tinggi untuk mengalami hamil kembar. Ini lantaran hormon perangsang folikel (FSH) meningkat seiring pertambahan usia.

FSH berperan penting dalam pematangan sel telur di dalam ovum sebelum dilepaskan. Terkadang, folikel dalam sel telur bereaksi secara berlebihan terhadap level FSH yang meningkat. Hal ini menyebabkan pelepasan lebih dari satu sel telur. Dengan kata lain, ada lebih dari satu sel telur yang berpeluang untuk berkembang menjadi dua embrio.

2. Peningkatan Berat Badan Saat Hamil

Cara lainnya untuk meningkatkan peluang hamil anak kembar tanpa keturunan adalah dengan menambah bobot badan ketika hamil. Ini didasarkan pada prinsip bahwa lemak ekstra di dalam tubuh dapat meningkatkan level hormon estrogen.

Level estrogen yang tinggi lantas menyebabkan overstimulasi pada ovarium sehingga ovarium melepaskan lebih dari satu sel telur. Meski demikian, patut diingat bahwa berat badan yang berlebih juga dapat mempersulit terjadinya kehamilan.

3. Tubuh yang Tinggi

Sebuah studi lama terbitan The Journal of Reproductive Medicine menunjukkan bahwa orang-orang bertubuh di atas 164,8 cm berpeluang lebih tinggi untuk mengalami hamil kembar dibandingkan mereka yang tinggi badannya kurang dari 161,8 cm.

Belum jelas apa yang menyebabkan hal ini. Namun, sejumlah peneliti berteori bahwa badan yang tinggi merupakan hasil dari asupan gizi yang baik. Pemenuhan asupan gizi adalah salah satu cara untuk punya anak kembar tanpa ada keturunan.

4. Makanan Tertentu

Beberapa orang mengonsumsi makanan tertentu karena mempercayainya sebagai cara untuk punya anak kembar tanpa ada keturunan. Contoh makanan tersebut yakni susu dan produknya, alpukat, sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, serta hati ayam.

Satu studi dalam American Journal of Medicine pernah membahas ini pada 2009. Ada kemungkinan hormon pertumbuhan yang diberikan kepada sapi memengaruhi hormon dalam tubuh manusia, termasuk hormon yang berpengaruh dalam kesuburan. Kendati demikian, klaim ini masih perlu diteliti lebih lanjut. 

5. Mengikuti Program Kesuburan

American Society for Reproductive Medicine menyebutkan bahwa program kesuburan dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar. Salah satu alasannya yakni beberapa obat kesuburan bekerja dengan merangsang ovarium. Terkadang, hal ini menyebabkan pelepasan lebih dari satu sel telur.

Selain itu, metode bayi tabung alias IVF juga dapat meningkatkan peluang kehamilan kembar. Untuk mencapai tujuan ini, harus ada dua embrio yang ditanamkan ke dalam rahim dan keduanya harus berkembang dengan sempurna.

Kehamilan kembar dapat berkaitan dengan faktor genetik atau menjadi suatu fenomena medis yang betul-betul acak, tergantung jenisnya. Karena alasan ini juga, orang-orang yang mendambakannya melakukan berbagai cara untuk bisa hamil anak kembar tanpa adanya keturunan.

Baik direncanakan maupun tidak, satu hal yang patut diingat yaitu kehamilan lebih dari satu janin membawa risiko yang lebih besar. Maka dari itu, ibu membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra agar senantiasa sehat dan janin pun bertumbuh dengan kuat.

Sumber:

Multiple Pregnancy and Birth: Twins, Triplets, and High-order Multiplies. Retrieved 21 July 2022, from https://www.asrm.org/globalassets/rf/news-and-publications/bookletsfact-sheets/english-fact-sheets-and-info-booklets/booklet_multiple_pregnancy_and_birth_twins_triplets_and_high-order_multiples.pdf

Pregnant with twins. (2020). Retrieved 21 July 2022, from https://www.nhs.uk/pregnancy/finding-out/pregnant-with-twins/

Things That Boost Your Odds of Getting Pregnant With Twins. (2022). Retrieved 21 July 2022, from https://www.verywellfamily.com/what-are-my-chances-of-having-twins-1960180

Adashi, E., & Gutman, R. (2018). Delayed Childbearing as a Growing, Previously Unrecognized Contributor to the National Plural Birth Excess. Obstetrics & Gynecology, 132(4), 999-1006. doi: 10.1097/aog.0000000000002853

Steinman. (2006). Mechanisms of twinning: VIII. Maternal height, insulin like growth factor and twinning rate. The Journal Of Reproductive Medicine, 51(9). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17039697/

Shur, N. (2009). The genetics of twinning: From splitting eggs to breaking paradigms. American Journal of Medical Genetics Part C: Seminars in Medical Genetics, 151C(2), 105-109. doi: 10.1002/ajmg.c.30204

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan