Sedang Menimbang Antara Asuransi Tradisional vs Unit Link? Kenali Dulu Perbedaannya

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 30 Mei 2020 12:36:12 UNDUH BACA NANTI

Memiliki asuransi jiwa merupakan kado terindah yang dapat Anda berikan bagi keluarga tercinta. Karena, asuransi jiwa menyediakan perlindungan berupa uang pertanggungan (UP) yang berguna sebagai pengganti penghasilan atau warisan jika pencari nafkah tutup usia.

Secara garis besar, ada dua macam asuransi jiwa yang dikenal di dunia asuransi, yakni asuransi jiwa murni atau tradisional dan asuransi jiwa sekaligus investasi atau unit link. Kedua produk ini memiliki kelebihan masing-masing. Jika Anda masih menimbang-nimbang untuk membeli antara asuransi jiwa murni dan unit link, ada baiknya mengenal perbedaan keduanya sebelum membeli. 

1. Nilai tunai

Nilai tunai atau cash value adalah manfaat uang tunai yang akan diterima nasabah dan dapat dicairkan di periode tertentu. Berbeda dengan UP yang dicairkan saat penutupan polis atau ketika nasabah tutup usia, nilai tunai justru dapat dimanfaatkan ketika nasabah masih hidup. Nah, jika dilihat dari ada atau tidaknya nilai tunai yang terbentuk, asuransi terbagi atas dua macam:

a. Tanpa nilai tunai:

  • Asuransi jiwa tradisional berjangka (term-life) menyediakan proteksi tanpa nilai tunai, dengan perlindungan terbatas dalam jangka waktu tertentu, umumnya 5 tahunan, 10 tahunan, dan 20 tahunan. Asuransi-asuransi tradisional term-life cocok bagi mereka yang ingin memperoleh proteksi jiwa tradisional untuk terlindungi dari risiko kematian saat usia produktif. Karenanya, UP yang ditawarkan oleh term-life bermanfaat menggantikan penghasilan yang hilang akibat tertanggung wafat.

b. Dengan nilai tunai:

  • Asuransi jiwa tradisional seumur hidup (whole life)yakni asuransi jiwa yang menyediakan perlindungan seumur hidup dengan nilai tunai tidak terlalu besar. 
  • Asuransi jiwa tradisional dwiguna (endowment), merupakan asuransi jiwa term-life, namun lebih memprioritaskan nilai tunai. Biasanya, asuransi jiwa endowment digunakan oleh mereka yang sekaligus menyiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, atau warisan.
  • Asuransi jiwa dan investasi (unit link), yakni asuransi jiwa sekaligus investasi. Dalam dunia asuransi, asuransi jiwa unit link juga disebut variable life insurance.

 

Baca juga: Asuransi Jiwa Unit Link: Investasi Bukan Sekedar Ilustrasi

 

Mungkin Kamu bertanya, apa bedanya nilai tunai pada unit link dengan nilai tunai yang ada pada whole life dan endowment. Nilai tunai pada asuransi jiwa unit link berasal dari pengembangan dana di produk pasar modal.

Itu sebabnya, nilai tunai pada unit link bergerak fluktuatif seiring dengan perkembangan pasar modal. Nasabah juga bisa memperbesar atau memperkecil porsi dana yang akan ditempatkan pada investasi. Selain itu, nasabah bisa memilih dan menukar portofolio dana investasi sesuai dengan profil risiko. 

Berbeda halnya dengan nilai tunai pada asuransi jiwa tradisional jenis whole life dan endowment yang sudah ditentukan di awal masa polis. Nasabah whole life dan endowment pun tidak dapat memilih portofolio pengembangan dana dan tidak mengetahui dananya ditempatkan pada produk dana apa saja.

 

Baca juga: Maksimalkan Manfaat Asuransi Jiwa Unit Link

 

2. Jumlah premi yang harus dibayar

Pada asuransi jiwa tradisional term-life, premi yang dibayarkan nasabah relatif murah karena produk ini hanya menyediakan perlindungan jiwa berupa UP, tanpa nilai tunai.

Sementara premi asuransi jiwa unit link, asuransi tradisional whole life, dan asuransi tradisional endowment umumnya lebih tinggi, karena selain menyediakan UP, ketiga produk ini juga menawarkan manfaat nilai tunai. Maka jangan heran bila dengan UP yang sama, asuransi jiwa term life menawarkan premi Rp500.000 per bulan, sementara asuransi unit link menawarkan premi Rp1 juta-Rp1,5 juta per bulan.

Bagi Kamu yang menginginkan perlindungan jiwa murni dan memiliki produk investasi yang terpisah, maka asuransi jiwa term-life merupakan pilihan yang tepat.

Namun, bagi Kamu yang menginginkan kepraktisan, di mana dalam satu produk dapat memperoleh manfaat perlindungan jiwa sekaligus nilai tunai, maka unit link bisa menjadi pilihan. 

Kemudian, nilai premi yang dibayarkan pada asuransi jiwa term-life bersifat tetap selama jangka waktu tertentu, dan akan meningkat ketika diperpanjang dalam jangka waktu berikutnya. Hal ini berbeda dengan nilai premi pada unit link yang bersifat tetap, kecuali nasabah melakukan upgrade manfaat. 

 

Baca juga: Pembayaran Premi pada Asuransi Unit Link

 

3. Uang pertanggungan 

Semakin banyak manfaat yang terkandung oleh suatu produk asuransi, maka UP yang ditawarkan menjadi kurang optimal dalam hal jumlahnya. Sebagai contoh, suatu asuransi jiwa murni dengan premi Rp500.000 per bulan, dapat menawarkan UP Rp1 miliar.

Sementara dengan premi yang sama, asuransi jiwa unit link hanya menawarkan UP Rp500 juta. Hal ini disebabkan premi yang dibayarkan pada unit link tidak hanya diperuntukkan membayar perlindungan jiwa, tapi juga membentuk nilai tunai. 

4. Masa perlindungan

Asuransi jiwa tradisional term-life umumnya memberikan perlindungan selama nasabah berusia produktif hingga berusia 65 tahun dan dapat diperpanjang hingga 70 tahun. Berbeda halnya dengan asuransi unit link yang berlaku seumur hidup atau hingga nasabah berusia 99-100 tahun.

 

Baca juga: Apa Itu Front End, Back End, dan Hybrid?

5. Cuti premi

Asuransi jiwa tradisional tidak mengenal istilah cuti premi, atau periode di mana nasabah tidak perlu menyetor premi tanpa membuat polis lapse atau berakhir. Sementara unit link menawarkan cuti premi sebagai salah satu kelebihan. 

Di periode ini, meski kelihatannya Kamu tidak membayar premi, namun sebenarnya asuransi Kamu tidak gratis. Yang terjadi adalah, pembayaran premi diambil dari nilai tunai yang sudah terbentuk. Selama nilai tunai Kamu mencukupi untuk membayar premi, maka polis Kamu akan tetap aktif.

Fasilitas cuti premi pada unit link berguna ketika nasabah sudah pensiun dan tidak berpenghasilan, sehingga tidak dapat menyetor premi, namun polisnya tetap aktif dan memberikan perlindungan seumur hidup. 

Tapi perlu diingat, jika nilai tunai ini tidak cukup membayar premi, namun nasabah tidak juga melakukan pembayaran premi, maka polis berisiko lapse. Karenanya, nasabah tetap perlu mengawasi status polis meski sedang cuti premi.

 

Baca juga: Unit Link vs Endowment

 

6. Periode pembayaran

Asuransi jiwa tradisional menawarkan cara pembayaran secara berkala, bisa 1 bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan, atau 1 tahunan. Dengan mengetahui periode pembayaran premi, nasabah dapat lebih cermat mengalokasikan dananya dalam membayar premi. 

Umumnya, polis asuransi tradisional akan berakhir dan premi hangus jika nasabah tidak disiplin menyetorkan premi sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Karenanya, nasabah harus memastikan ia memiliki dana yang cukup atau dana darurat untuk membayar premi meskipun ia berhenti berpenghasilan sekalipun. 

Sementara pada asuransi jiwa unit link, meskipun ada perusahaan asuransi yang menawarkan pembayaran premi kuartalan, semesteran, atau tahunan, namun mengingat premi yang perlu dibayar lebih mahal, maka periode pembayaran yang paling umum ialah bulanan. 

 

Baca juga: Unit Link: Perhatikan Manfaat Perlindungan Asuransinya

 

Asuransi jiwa, baik murni maupun unit link, sama-sama memiliki kelebihan. Untuk menentukan salah satu dari kedua produk tersebut, kamu perlu membandingkan beberapa produk, kemudian memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. 

Jika saat ini kamu berencana memiliki asuransi jiwa unit link, salah satu proteksi yang bisa Kamu pertimbangkan ialah SmartLink Maxi Fund Plus dari Allianz. SmartLink Maxi Fund Plus merupakan asuransi jiwa unit link yang memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun serta manfaat investasi hanya dengan sekali pembayaran dana.

Kamu bisa memindahkan jenis investasi selama polis berlangsung dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu. Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan top up investasi kapan saja minimal Rp1 juta tanpa dikenakan biaya.

Selamat berburu produk asuransi jiwa yang tepat, ya! Apapun pilihan kamu, melindungi diri dan keluarga mulai sekarang dari risiko kejatuhan finansial akibat kematian adalah pilihan yang tepat.

Nilai tunai pada asuransi jiwa unit link berasal dari pengembangan dana di produk pasar modal. Itu sebabnya, nilai tunai pada unit link bergerak fluktuatif seiring dengan perkembangan pasar modal.

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

11 Februari 2020 12:58:17

Agar Tak Salah Paham, Kenali Klausul-klausul yang Ada dalam Polis Asuransi Jiwa (Part 2)

Setelah mengenal sifat-sifat polis asuransi seperti yang telah dibahas dalam Part 1, penting juga untuk kamu mengetahui klausul-klausul umum yang tercakup dalam asuransi jiwa.

04 Juni 2018 15:13:37

Harapan dalam Badai Penyakit Kritis

13 Januari 2020 10:54:09

Pahami Konsep dan Prinsip-prinsip Asuransi agar Kamu Bisa Menikmati Manfaatnya