Berapa Gelas Kopi yang Aman Dikonsumsi Sehari Atau Seminggu?

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 14 Oktober 2019 12:45:53 UNDUH BACA NANTI

Dari starling alias “Starbucks keliling”, warung kopi, coffee to go, hingga kafe-kafe dengan menu andalan kopi, kini dengan mudah bisa kamu temui. Maka tidak heran, berdasarkan data International Coffee Organization, Indonesia menjadi negara terbesar keempat setelah Kolombia di posisi ketiga, Vietnam di posisi kedua, dan Brazil yang berada di puncak teratas dalam penjualan kopi.

Di Indonesia, kini budaya ngopi bukan lagi didominasi oleh para orang tua. Keberadaan kedai-kedai kopi ini menjadi indikasi bahwa kopi tengah populer di Indonesia. Apalagi ikut berjamurnya kedai kopi yang sengaja dibuat Instagramable, yang pastinya jadi incaran kamu untuk berkumpul bersama teman-teman. 

Coba deh ingat-ingat kembali, berapa hari dalam seminggu kamu memulai hari dengan segelas kopi? Setiap hari? Tiga hari? Atau lima hari? Kopi di pagi hari memang bisa jadi "bahan bakar" untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Buat kebanyakan orang, yang mungkin termasuk juga kamu, kopi harus menjadi hal pertama yang dikonsumsi. Prioritas minum kopi mengalahkan sarapan. Hayo, akui saja, kadang kamu lebih memilih untuk minum kopi dibandingkan sarapan, kan?


Alokasi Dana Khusus Agenda Ngopi

Dari tren yang mulai meningkat, tentu saja demand ini menjadi peluang besar untuk para pebisnis membuka kedai-kedai kopi. Rasanya sulit memisahkan agenda ngopi kamu dari tren lifestyle kaum urban saat ini. Tak hanya konsumsi kopi pagi hari, selepas jam kantor, atau pada akhir pekan undangan teman untuk hangout pastinya akan berakhir dengan kunjungan kedai kopi. 

Coba jawab jujur apa menu kopi favoritmu:  ice americanocaramel macchiato, atau caffe latte? Berapa uang yang biasa kamu keluarkan setiap kali ngopi? Biar agenda nongkrong kamu bersama teman-teman tersayang tak membebani keuangan, rasanya sudah waktunya kamu membuat alokasi dana bulanan untuk agenda ini. 

Kalau diperhitungkan, menu-menu di atas tadi harganya sekitar Rp39.000,00 hingga Rp52.000,00 untuk ukuran cup paling besar. Artinya kamu akan menghabiskan sekitar Rp1,5 juta per bulan bila kunjunganmu ini setiap hari. Dari perhitungan ini, kamu bisa kalkulasikan berapa sering frekuensi kunjunganmu ke kedai kopi. 

Baca juga: Ketika Biaya Ngopi Dikonversi untuk Biaya Premi Asuransi

Kopi dan Benefitnya Buat Kamu

Semua hal punya dua sisi mata uang. Ada baik dan juga buruk. Sama halnya dengan asupan kopi. Meski kalau dilihat secara keuangan, memang acara ngopi kamu ini akan memakan banyak isi dompet. Fakta menariknya, kopi punya manfaat berlimpah yaitu bisa melawan kondisi-kondisi gangguan kesehatan yang biasa dialami wanita. Dari John Hopkins Medicine, benefit positif dari kopi di antaranya:

Hidup Lebih Lama

Beberapa kasus kematian wanita disebabkan oleh penyakit jantung coroner, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal. Kontradiktifnya, para peminum kopi justru memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit-penyakit penyebab kematian tersebut.

Tubuh Kamu Memproses Gula Glukosa atau Gula Lebih Baik

Orang-orang yang rutin meminum kopi, juga memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan karena tubuhmu memproses gula glukosa atau gula lebih baik.

DNA Jadi Lebih Kuat

Kanker dan tumor bisa timbul karena rusaknya jaringan-jaringan DNA, bila secara alami tidak didukung perbaikannya oleh jaringan sel-sel di tubuhmu. Nah, mengonsumsi kopi hitam akan membantu mengurangi kerusakan pada DNA ini.

Kurangi Risiko Alzheimer

Risiko alzheimer kerap dihadapi oleh para perempuan. Kafein dalam dua cangkir kopi, menunjukkan hasil yang maksimal untuk melawan kondisi ini.  

Risiko Stroke Lebih Rendah

Satu gelas kopi saja yang kamu minum, bisa menurunkan risiko stroke, yang jadi monster terbesar penyebab kematian para wanita.


Jadi, berapa gelas kopi yang aman dikonsumsi dalam sehari atau seminggu?

Mengambil data dari Dietary Guidelines for Americans 2015-2020 edisi kedelapan, sumber kafein untuk orang dewasa sebagian besar berasal dari kopi dan teh, yang menyediakan sekitar 70 hingga 90 persen dari total asupan kafein di semua kelompok usia dewasa.

Secara proposisi, lebih dari 95 persen orang dewasa mengonsumsi kafein dari makanan dan minuman. Asupan rata-rata kafein di kalangan orang dewasa, berdasarkan kelompok jenis kelamin, berkisar antara 110 mg (wanita usia 19 hingga 30 tahun) hingga 260 mg (pria usia 51 hingga 70 tahun) per hari.

Jumlah ini secara substansial kurang dari 400 mg per hari. Angka tersebut masuk dalam kategori jumlah konsumsi kopi yang aman dan dapat dikategorikan ke dalam pola makan sehat.

Baca juga: Makan Berlemak Tanpa Cemas? Ini Tipsnya

Sedangkan asupan rata-rata untuk anak-anak 5 hingga 32 mg per hari dan remaja 63 hingga 80 mg per hari. Sumber kafein untuk anak-anak dan remaja didistribusikan di antara kopi, teh, dan minuman manis. Makanan penutup dan permen juga merupakan sumber kafein bagi mereka, karena kandungan makanan tersebut berisi cokelat. Tetapi asupan kafein rendah dari semua sumber.

Kondisi khusus, untuk wanita hamil atau ibu yang sedang menyusui standar ukurannya berbeda. Sebaiknya, konsultasikan dahulu dengan dokter bila ingin mengonsumsi kopi ya.

Mulai sekarang atur porsi kopi kamu setiap hari agar tidak kurang atau berlebih sesuai dengan kondisi masing-masing. Namun jangan lupa juga untuk menjaga asupan nutrisi dan makanan bergizi lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Meski banyak manfaatnya, kalau dilihat secara keuangan, memang acara ngopi kamu ini akan memakan banyak isi dompet. Jadi mulai sekarang, atur porsi kopi kamu setiap hari agar jangan berlebihan."

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

15 Juli 2019 17:43:00

Berapa Gelas Kopi yang Aman Dikonsumsi Sehari Atau Seminggu?

Kopi dan lifestyle para kaum urban sulit untuk dipisahkan. Apalagi kopi selalu sukses jadi "bahan bakar" penyemangat. Lalu, berapa takaran gelas kopi yang aman dikonsumsi?