Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Begini Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Mobil Anda

16 December 2020 | Allianz Indonesia
Walau banjir sudah sering melanda, nyatanya tidak semua orang menyadari pentingnya memiliki asuransi banjir untuk kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor.

Memasuki musim penghujan, ada baiknya kamu semakin meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, musim penghujan biasanya diiringi oleh peningkatan berbagai risiko. Mulai dari risiko jatuh sakit karena perubahan cuaca ekstrem, risiko kehujanan di tengah aktivitas nan padat, sampai risiko kebanjiran hingga bencana alam lain akibat curah hujan tinggi.

Kejadian banjir di beberapa daerah pada awal tahun 2020 kemarin seharusnya menjadi pengingat tentang pentingnya antisipasi risiko-risiko akibat banjir. Misalnya, untuk antisipasi biaya berobat akibat sakit, lengkapi kebutuhan proteksi dengan asuransi kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk melindungi aset seperti mobil atau rumah, memiliki asuransi banjir sudah menjadi kebutuhan penting. Jangan sampai kamu baru menyadari pentingnya asuransi banjir saat musibah telah terjadi.

Tidak perlu khawatir bakal repot mengklaim asuransi banjir. Selama mengikuti persyaratan polis asuransi kerugian yang kamu miliki, proses klaim asuransi banjir sangatlah mudah. Agar lebih jelas, mari memahami cara mudah mengurus klaim asuransi banjir berikut ini.
Asuransi banjir untuk mobil itu penting

Mobil adalah salah satu aset guna yang memiliki nilai ekonomis. Ketika suatu saat membutuhkan dana dan ingin menjualnya, kamu berpeluang mengantongi sejumlah uang. Sebaliknya, apabila terjadi sesuatu pada mobil kamu seperti kerusakan mesin atau bahkan kehilangan, kamu sama saja kehilangan sejumlah uang yang cukup besar. Karena memiliki nilai ekonomi yang signifikan, mobil yang kamu miliki perlu dilindungi dengan asuransi. Ini penting supaya ketika terjadi kejadian yang tidak diinginkan, kamu bisa menekan kerugian finansial. Misalnya, saat terjadi bencana tak terduga seperti kejadian banjir di Jadetabek awal tahun 2020 kemarin.

Menurut perkiraan Institute For Development of Economics and Finance, nilai kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp10 triliun. Musibah banjir di awal tahun itu menelan puluhan korban jiwa. Tak terhitung jumlah rumah dan mobil yang rusak akibat kejadian itu. Mengutip CNN Indonesia, produsen mobil Daihatsu Indonesia menyebut, sedikitnya 465 mobil Daihatsu mengalami kerusakan akibat banjir Jadetabek tersebut. Belum termasuk merek mobil lain yang dipastikan tak kalah banyak.

Kerusakan aset seperti mobil akibat bencana banjir jelas merugikan si pemilik. Mobil yang tadinya bernilai mendadak menjadi barang tak berharga karena rusak akibat banjir. Untuk bisa memulihkan nilainya, pemilik mobil mau tidak mau harus merogoh kocek untuk biaya perbaikan yang nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Pengeluaran darurat seperti itu sudah pasti mengganggu keuangan kamu.

Cerita akan berbeda bila kamu sudah memiliki asuransi mobil yang dilengkapi proteksi terhadap bencana banjir. Penyedia asuransi akan menanggung biaya perbaikan mobil kamu sehingga tidak perlu ada pengeluaran ekstra gara-gara mobil terendam banjir.

Cara klaim asuransi banjir untuk mobil

Asuransi banjir untuk mobil terbukti penting untuk mengantisipasi risiko kerugian yang mungkin terjadi akibat bencana banjir. Tapi, mungkin sebagian orang masih ragu melengkapi mobil mereka dengan asuransi ini karena khawatir bakal mengalami kesulitan klaim. Benarkah klaim asuransi banjir untuk mobil terbilang sulit? Pandangan itu tentu kurang tepat. 

Klaim asuransi banjir untuk mobil sama mudahnya dengan klaim asuransi pada umumnya. Selama pengajuan klaim yang kamu lakukan memenuhi persyaratan yang tertera dalam polis, perusahaan asuransi wajib memenuhinya. Nah, bagaimana cara klaim asuransi banjir ketika mobil terkena bencana banjir? Yuk, simak langkah-langkah mudah berikut:

1. Pastikan polis dilengkapi proteksi banjir

Saat ini asuransi mobil standar tersedia dalam beberapa pilihan. Yang umum ditawarkan adalah asuransi mobil Total Lost Only (TLO) dan asuransi mobil All Risk atau komprehensif. Asuransi mobil TLO memberikan pertanggungan bila mobil kamu hilang atau tak kembali lebih dari batas waktu yang ditentukan, biasanya selama 60 hari. Sedangkan asuransi mobil komprehensif bukan hanya melindungi dari risiko kehilangan atau pencurian, tapi juga dari kerusakan sebagian atau kerusakan total karena kebakaran, tabrakan maupun benturan dengan mobil lain dan perbuatan jahat seseorang.

Dua jenis asuransi mobil tersebut tidak otomatis dilengkapi dengan proteksi terhadap bencana banjir. Jadi, sebelum mengajukan klaim, kamu perlu memastikan apakah polis asuransi mobil sudah dilengkapi dengan manfaat perluasan (rider) berupa proteksi dari bencana banjir. Bila tidak ada, tentu sulit untuk mengajukan klaim kerugian karena banjir.

2. Segera hubungi penyedia asuransi
Bila sudah pasti mobil kamu memiliki proteksi asuransi banjir, lekas hubungi call centre atau kantor penyedia asuransi untuk melaporkan kejadian. Sebutkan nomor polis kamu dan informasikan kronologis kejadian termasuk posisi mobil ketika banjir terjadi. Umumnya polis asuransi memiliki batas waktu pelaporan klaim, misalnya maksimal 72 jam atau 5 hari pasca kejadian. Maka itu, pastikan kamu tidak menunda pengajuan klaim agar tidak sampai terjadi gagal klaim.
3. Lengkapi dokumen yang disyaratkan
Sebagaimana langkah klaim pada umumnya, kamu harus memastikan pengajuan klaim asuransi banjir untuk mobil tersebut sudah dilengkapi dengan syarat administratif yang diminta. Mulai dari hal standar seperti dokumen identitas diri pemegang polis, dokumen pengajuan klaim yang biasanya tersedia online di website penyedia asuransi, dan dokumen lain yang diminta.
4. Minta bantuan evakuasi
Kamu juga bisa meminta bantuan evakuasi dari perusahaan asuransi untuk mencegah kerusakan mesin lebih fatal. Mintalah bantuan untuk membawa mobil ke bengkel yang ditunjuk. Jangan memaksakan diri membawa mobil ke bengkel sendiri. Pasalnya, bila kamu kurang cermat, bisa-bisa ada tindakan yang kelak dinilai sebagai kesengajaan oleh pihak asuransi sehingga mempengaruhi validitas klaim.
5. Hindari tindakan "kesengajaan"

Kendati sebuah mobil sudah memiliki proteksi kerugian akibat banjir, penyedia asuransi tidak serta merta meloloskan sebuah klaim. Penyedia asuransi akan terlebih dulu menginvestigasi untuk memastikan kerusakan mobil yang terjadi adalah murni akibat kejadian banjir yang tak terduga dan bukan karena kesengajaan.

Jadi, supaya klaim kamu bisa diterima, pastikan kamu tidak melakukan hal-hal yang mengesankan kesengajaan. Tindakan yang bisa dikategorikan kesengajaan antara lain memaksa mobil menerobos genangan air, menyalakan mesin saat mobil sudah terendam banjir, dan sebagainya. Investigasi perusahaan asuransi bisa menemukan hal-hal seperti itu dan bisa mengancam validitas klaim kamu. 

Nah, tidak sulit bukan melakukan klaim asuransi banjir untuk mobil? Jangan lagi menunda memproteksi mobil kamu dari berbagai risiko agar keuangan pribadi tetap aman.

Credit photos: Unsplash, Pexels

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan