Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

7 Jenis Vaksin Covid-19, Perbedaan Metode dan Efektivitasnya yang Penting Kamu Tahu

21 Januari 2021 | Allianz Indonesia
Apa saja jenis vaksin Covid-19, perbedaan teknologi pengembangan dan tingkat efektivitas yang perlu kita ketahui? Berikut penjelasan lebih detil yang dirangkum oleh Allianz dari berbagai sumber terpercaya.

Pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun lamanya mulai menunjukkan titik cerah seiring perkembangan produksi vaksin Covid-19. Di Indonesia, pada 13 Januari lalu, secara resmi distribusi vaksin mulai dijalankan dengan seremoni penyuntikan vaksin Covid-19 pertama pada Presiden RI Joko Widodo.

Vaksin yang dipilih untuk termin pertama adalah vaksin produksi PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech, China. Untuk termin 1, pemerintah telah menyiapkan 1,2 juta dosis vaksin yang akan disitribusikan ke 14 provinsi prioritas di mana kasus Covid-19 membludak.

Distribusi vaksin ini tentu merupakan perkembangan menggembirakan di tengah angka positif Covid-19 yang belum menunjukkan tren penurunan. Selain vaksin Sinovac Biofarma, saat ini sudah ada 6 jenis vaksin lain yang juga tengah gencar dikembangkan oleh berbagai perusahaan farmasi besar di seluruh dunia agar bisa segera didistribusikan.

Vaksin-vaksin ini juga tengah menjadi buruan banyak negara di dunia sebagai upaya mengakhiri pandemi yang sudah berlangsung sekian lama. Apa saja jenis vaksin Covid-19, perbedaan teknologi pengembangan dan tingkat efektivitas yang perlu kita ketahui? Berikut penjelasan lebih detil yang dirangkum oleh Allianz dari berbagai sumber terpercaya.

 

Baca juga: Yuk, Pahami Lebih Jelas Arti Pandemi pada COVID-19

 

1. Vaksin Merah Putih

Sesuai namanya, vaksin ini adalah karya anak bangsa sehingga dinamakan Vaksin Merah Putih. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) dengan Lembaga Eijkman Institute. Saat ini, vaksin masih dalam tahap penyelesaian dan diperkirakan vaksin akan siap didistribusikan pada akhir tahun 2021. Metode vaksin Merah Putih adalah pelemahan virus.

Vaksin Merah Putih dikembangkan dengan menggunakan platform seperti protein rekombinan, DNA dan RNA. Vaksin ini juga menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Karena menggunakan platform protein rekombinen, vaksin Merah Putih diklaim lebih aman. Pasalnya, yang digunakan adalah bagian yang dibutuhkan dari virus dengan mengisolasi dua bagian terpenting virus dalam patogenisitasnya yaitu spike protein dan nukleus capsid protetin. Jadi, yang dijadikan antigen dan diberikan pada subyek vaksin adalah dua protein tersebut.

2. Vaksin Sinovac Biofarma

Vaksin ini diproduksi sebagai kerja sama antara PT Biofarma (Persero) dengan Sinovac Biotech, China. Vaksin ini menggunakan virus utuh sebagai antigen. Isolate virus yang digunakan adalah virus Covid-19 yang berasal dari China.

Inactivated virus dari vaksin Sinovac lebih cepat akan tetapi tingkat keamanannya lebih berisiko dibanding vaksin lain karena ia menggunakan virus sungguhan. Tingkat efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3%. Adapun metodenya adalah pelemahan virus.

3. Vaksin AstraZeneca

Vaksin ketiga yang juga masuk dalam daftar distribusi vaksin di Indonesia adalah vaksin produksi Universitas Oxford, Inggris, bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Swedia yaitu AstraZeneca. Vaksin ini memakai metode viral vector, yaitu virus yang sudah termodifikasi secara genetik.

Efikasi vaksin AstraZeneca diklaim mencapai 90% setelah berbulan-bulan diujicobakan terhadap lebih dari 20.000 relawan di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan. Tahun ini, produksi vaksin AstraZeneca ditargetkan mencapai 3 miliar dosis.

 

Baca juga: Ini 5 Jenis Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Polusi Udara di Jakarta

 

4. Vaksin Sinopharm

Ini adalah vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi China, yaitu China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm). Metode yang digunakan adalah pelemahan virus (inactivated vaccine) yaitu teknik menyuntikkan virus yang sudah dimatikan dan dilemahkan ke dalam tubuh. Ketika virus yang telah dilemahkan tersebut disuntikkan ke dalam tubuh, tubuh akan mengenali virus itu dan akan bereaksi membentuk antibodi. Metode ini adalah metode vaksin yang paling lazim digunakan.

Sampai akhir tahun lalu, berdasarkan data interim uji coba fase ketiga, vaksin Sinopharm diklaim memiliki efektivitas 79,34% dalam melawan paparan virus Covid-19. Vaksin ini sudah disuntikkan pada kurang lebih 1 juta orang di China kendati pengujian tahap akhir belum selesai. Sebelumnya, vaksin ini juga hanya digunakan untuk para pejabat China, pelajar dan pekerja yang bepergian.

5. Vaksin Moderna

Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Moderna. Efektivitas vaksin diklaim mencapai 94,5% dan disebut bisa memberikan kekebalan terhadap serangan Covid-19 hingga setahun. Vaksin Moderna dikembangkan dengan teknologi messenger RNA (mRNA), lebih tepatnya mRNA-1273 sintetis untuk meniru permukaan virus corona dan mengajari sistem imunitas tubuh untuk merekam virus dan menghasilkan kekebalan terhadap virus Covid-19.

Moderna menargetkan bisa memproduksi sekitar 600 juta dosis hingga 1 miliar dosis pada tahun 2021 ini. Pada akhir November 2020, Moderna mengaku telah mengajukan izin penggunaan darurat pada regulator di Amerika Serikat dan Eropa.

6. Vaksin Pfizer-BioNTech

Vaksin hasil kolaborasi perusahaan farmasi kakap asal Amerika Serikat yang memproduksi Viagra, yaitu Pfizer dan BioNTech ini menggunakan metode mirip dengan vaksin Moderna yaitu mRNA. Efikasi vaksin Pfizer ini diklaim mencapai 95%, yang tertinggi di antara jenis vaksin Covid-19 lain. Uji klinis ketiga vaksin Pfizer telah dilakukan melibatkan 43.448 orang yang berusia 16 ke atas, 45% berusia 56-85 tahun.

Vaksin Pfizer harus disimpan di ruangan dingin dengan suhu di bawah 70 derajat celcius. Hal itu membuatnya menjadi agak sulit dibawa ke negeri tropis seperti Indonesia. Sejauh ini sudah ada 7 negara yang telah merilis izin pemakaian vaksin Pfizer ini yaitu Arab Saudi, Bahrain, Inggris, Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat sendiri. Negeri jiran Singapura sudah mulai mendistribusikan vaksin ini pada masyarakat di sana.

7. Vaksin Sinovac Biotech

Ini adalah vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech. Teknologi pengembangannya menggunakan teknik pelemahan virus. Beberapa negara yang sudah melakukan uji coba vaksin ini mengklaim efektivitasnya cukup menjanjikan. Salah satunya adalah Turki. Negeri Erdogan itu telah melakukan uji coba tahap akhir vaksin Sinovac dan mengklaim efektivitasnya mencapai 91,25%. Sedangkan di Brasil, efektivitas vaksin Sinovac disebut mencapai lebih dari 50% berdasarkan uji coba tahap tiga.

Sebagai informasi, Sinovac adalah perusahaan farmasi yang berdiri sejak tahun 2001 lalu dan telah berhasil memproduksi enam vaksin untuk manusia dan satu vaksin untuk hewan. Yaitu, vaksin hepatitis A dan B, influenza H5N1 (flu burung), influenza H1N1 (flu babi), vaksin gondok, dan vaksin rabies anjing.

Perkembangan vaksin penting untuk kamu pantau untuk melihat sejauh mana kemajuan upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Kemunculan vaksin diharapkan bisa membantu mengerem infeksi Covid-19 dan meringankan gejala yang diderita pasien positif. Dengan begitu, pandemi bisa lebih terkendali dan fasilitas kesehatan tidak terus menerus kebanjiran pasien. Tetap ingat 5M, ya!

 

Baca juga: Kenali Istilah-Istilah Asuransi Jiwa Ini agar Berasuransi Lebih Menyenangkan

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan