Pentingnya Konferensi Meja Makan Untuk Komunikasi Keluarga

Coba tanyakan kepada diri sendiri, kapankah terakhir keluarga Anda makan bersama di meja makan? 

Coba tanyakan kepada diri sendiri, kapankah terakhir keluarga Anda makan bersama di meja makan? Ya, dengan semakin berkembangnya jaman, makan bersama keluarga tampaknya bukanlah hal yang terlalu dipentingkan lagi. Ayah makan sendiri sepulang kerja, anak-anak juga makan sendiri di depan televisi, hingga Ibu yang baru bisa makan setelah semuanya selesai menyantap hidangan.

 

Bila sudah lama tidak melakukannya, mungkin sebaiknya kebiasaan tersebut diulangi lagi. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari bicara di meja makan. Buatlah jadwal makan bersama secara teratur agar mendapat manfaat dari kebiasaan makan bersama keluarga tercinta.

 

Mempererat Ikatan Keluarga

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa konferensi meja makan akan menjadi jembatan komunikasi yang kuat antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lainnya. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari sini, seperti Ayah dan Ibu yang tahu bagaimana kabar terbaru tentang anak, serta buah hati yang bisa belajar tenang banyak hal dari bicara langsung dengan orang tuanya.

 

Belajar Menjadi Pendengar Yang Baik 

Dengan berkomunikasi otomatis orang tua dan anak-anak sama-sama belajar untuk berkomunikasi dengan baik. Ini akan sangat berguna bagi perkembangan sosial si kecil, yaitu dengan menjadi pendengar yang baik serta menunggu gilirannya untuk mengeluarkan pendapat.

 

Melatih Kemampuan Berbicara di Depan Publik 

Menurut aktris Natalie Cassidy, meluangkan waktu 10-15 menit untuk duduk bersama di meja makan sambil saling berkomunikasi adalah hal yang penting untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi bagi sang anak.

 

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh National Literacy Trust dan dilakukan kepada 35.000 anak-anak di seluruh Inggris, menyatakan bahwa dua pertiga (62%) yang memiliki kebiasaan makan bersama keluarga sehari-hari merasa percaya diri berbicara di depan kelompok, dibandingkan dengan mereka (47%) yang makan sambil diam dan (52%) anak yang tidak makan bersama keluarga.

 

Anak Menjadi Lebih Sopan

Dalam konferensi meja makan, terdapat banyak kegiatan yang bisa mengasah skill sosial si anak. Misalnya dengan mengajarkannya mengambil giliran mengambil nasi atau lauk pauk, tentunya dengan memberi kesempatan kepada sang Ayah terlebih dahulu. Kemudian belajar menghormati orang lain dengan bersikap layaknya ketika sedang makan, serta yang pasti mengajarkan kepada mereka, bagaimana tata krama ketika berada di meja makan.

 

Baik Untuk Mental Anak-Anak

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh NSPCC di Kanada yang berfokus pada cyber-bullying terhadap anak-anak, makan bersama keluarga akan membantu menghindarkan mereka dari efek olok-olokan di dunia internet ini. Seorang anak yang terbiasa makan sendiri tidak memiliki waktu untuk berbagi informasi kepada orang lain, terutama ketika ia telah dilecehkan di dunia maya. Hal ini diduga memicu gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, penggunaan narkoba, menyakiti diri sendiri dan upaya bunuh diri. Selain itu dengan konferensi meja makan, anak-anak akan terbiasa untuk suka berkomunikasi dengan orang tuanya, bukan dengan orang lain yang ia temui di internet atau jejaring sosial.

 

Biasakanlah dan jagalah tradisi makan bersama keluarga, setidaknya sekali sehari, yaitu saat makan malam. Dengan menggelar konferensi meja makan setiap hari, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkembang sesuai dengan harapan orang tua. Anda pun dapat mengetahui apa yang dihadapi anak sehari-hari dan lebih bijak dalam memutuskan sesuatu demi kepentingan bersama. Dan juga mulailah memberikan perlindungan jiwa yang tepat untuk keluarga tercinta agar dapat mengantisipasi jika terjadinya hal yang tak diinginkan..