Semua mimpi bisa menjadi kenyataan dengan ditemani oleh 'passion'. Sampai saat ini itu adalah yang menjadi motto hidup Fajar Arifan, drummer grup Band ALEXA atau yang lebih sering dikenal dengan Fajar ALEXA. 

Semua mimpi bisa menjadi kenyataan dengan ditemani oleh passion’. Sampai saat ini itu adalah yang menjadi motto hidup Fajar Arifan, drummer grup Band ALEXA atau yang lebih sering dikenal dengan Fajar ALEXA. Semenjak masa sekolah, Fajar banyak bermimpi tentang cita-cita nya menjadi seorang musisi kelak pada saat dewasa. Dengan passion yang dijalankan, langkah demi langkah dijalankan untuk mencapai cita-cita tersebut. Setelah mencoba membangun berbagai macam grup musik mulai dari band sekolah, kuliah hingga ke panggung musik keras bawah tanah atau underground. Akhirnya Fajar merilis album pertamanya bersama ALEXA di industri musik Indonesia pada tahun 2008.

Setalah berjalan 8 tahun bersama ALEXA, Fajar menemukan sebuah kegiatan baru pada tahun 2011. Dimulai dengan kegiatan iseng dan ‘kecelakaan’, kegiatan berlari atau running menjadi kegiatan baru yang ditekuni hingga saat ini. Lari pada awalnya adalah salah satu hal yang tidak disukai oleh Fajar, tapi semenjak mencoba mengikuti lomba 10K pertamanya, Fajar tidak bisa lepas dari berlari selain kegiatan utamanya bersama ALEXA.

Berlari pun menjadi hal yang menyelamatkan hidupnya dikala duka saat kehilangan anak semata wayangnya yang meninggal karena Leukemia di tahun 2013. Dan di tahun yang sama Fajar pertama kali bergabung bersama Allianz Virtual Run sebagai kapten dengan 9 orang pelari influencer lainnya. Pada kompetisi AVR tersebut team JAR ALEXA yang dikomandoi oleh Fajar berhasil meraih juara pertama di kompetisi AVR Newbie Challenge yang mengirimnya ke Penang Bridge International Marathon.

Berlari dan sehat menjadi #1ygterpenting buat Fajar dan juga mengejar passion serta mimpinya yang masih belum terwujud di masa depan.