Strategi digital marketing Paid, Owned, Earned masih sering diperdebatkan masalah efektifitasnya.

Saat ini, masih banyak traditional marketer yang masih ragu kepada efektifitas digital marketing dan saya pun tidak menyalahkan mereka. Tetapi ingat bahwa traditional marketing pun tidak akan bisa dijalankan tanpa menggunakan platform digital.

Saat ini adalah era Web 2.0 yang mana marketing sudah tidak bisa dilakukan 1 arah. Pembaca pun bisa langsung berinteraksi dengan si komunikator melalui social media dan membentuk opini. Traditional dan Digital memang mempunyai keunggulan masing-masing dalam marketing. Disinilah peran strategi Paid, Owned, Earned (POE) membantu. POE adalah strategi komunikasi pemasaran yang meng-kombinasikan traditional media dan digital media agar keduanya saling mendukung dan terintegrasi.

Paid digolongkan sebagai media yang berbayar, Owned sebagai media yang kita punya dan kita bangun, dan Earned sebagai media dimana audience melakukan penyebaran konten kita.

Di dalam penerapan POE strategy, kita harus mengerti keunggulan masing-masing channel media. Kedua media mempunyai channel dengan keunggulan masing-masing dan patut digunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Traditional media mempunyai keunggulan dalam reach (jangkauan) yang lebih besar dan luas. Sebagai contoh: TV, Koran, Majalah, Billboard, Sponsorships, dan Radio. Keunggulannya traditional adalah aplifikasinya. Digital media bisa diandalkan sebagai platform pembicaraan dan penyebar atau viralisasi konten. Dengan adanya media sosial seperti FacebookTwitterGoogle+LinkedInPathInstagram dan blogs, kita bisa memperoleh iklan gratis yang dipromosikan oleh fans atau pembaca yang senang dengan konten kita.

Letak efektifitas POE akan terlihat jika kita melakukan kombinasi antara Traditional dan Digital media dengan sasaran yang tepat dan konten yang kreatif dan tepat kepada sasarannya. Tidak semua POE strategy berjalan lancar. Bahayanya adalah jika kita mengetahui media apa saja yang harus dikombinasikan tetapi kontennya belum tepat sasaran.

Maka dari itu, sebelum kita rancang POE Strategy untuk produk atau jasa kita, kita definisikan terlebih dahulu konten yang akan kita publish. Lakukan research sebanyak-banyaknya untuk mengetahui apa yang diharapkan oleh sasaran kita agar mereka bergerak untuk kita.

Semoga post ini membantu Anda dan posting selanjutnya adalah bagaimana kita melakukan strategi konten.

Ario Saptomo adalah warga negara Indonesia yang mempunyai pengalaman di bidang Project Management, Product Management dan Digital Marketing dan telah bekerja di berbagai industri seperti industri perdagangan, telekomunikasi, yayasan pendidikan, dan asuransi jiwa. Untuk mengetahui lebih lanjut, klik: http://id.linkedin.com/in/ariosaptomo.