Berbagai penyakit, terutama yang berbahaya, terus mengancam kesehatan kaum perempuan, termasuk kesehatan reproduksi. Mulai dari kanker rahim dan kanker payudara, serangan jantung, osteoporosis, hingga hipertensi mengancam kesehatan Anda.

Dunia ini akan terasa lebih renyah dengan tawa dan campur tangan seorang perempuan. Tanpa perempuan, kepunahan akan menghampiri umat manusia. Namun, justru perempuan lah yang sangat rentan untuk menderita. Berbagai penyakit, terutama yang berbahaya, terus mengancam kesehatan kaum perempuan, termasuk yang terpenting, kesehatan reproduksi. Mulai dari kanker rahim dan kanker payudara, serangan jantung, osteoporosis, hingga hipertensi.

 

Sebelum Anda memberikan langkah pencegahan untuk menjauhi jenis-jenis penyakit tersebut, ada baiknya meluangkan sedikit waktu untuk mengenalnya lebih dekat.

 

Serangan Jantung

Dalam sebuah penelitian terbaru, kanker ternyata bukan momok paling menakutkan bagi perempuan. Asosiasi Jantung Amerika Serikat menyatakan bahwa kaum perempuan punya kemungkinan terkena dampak serangan jantung yang lebih parah dua kali lebih besar dibandingkan kaum pria. Walaupun kemungkinan terkena sakit jantung lebih kecil dari pria, kaum perempuan seringkali enggan pergi ke rumah sakit setelah mendapatkan serangan tersebut dengan alasan tidak ingin merepotkan orang lain. Inilah yang membuat risiko serangan jantung perempuan lebih besar daripada pria.

Dalam angka, tercatat lebih dari 15 ribu perempuan di bawah usia 55 tahun meninggal dunia karena penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahun. Uniknya lagi, serangan jantung pada kaum perempuan biasanya tanpa disertai rasa nyeri di dada. Untuk itu, perhatikan bila salah satu gejala ini mulai Anda rasakan, seperti rasa tidak nyaman di leher, rahang, bahu, punggung, atau perut, sesak napas, nyeri pada lengan kanan, mual atau muntah, berkeringat, kepala ringan atau pusing, dan rasa lelah yang tidak biasa.

 

Kanker Rahim

Menurut keterangan dari WHO, perempuan yang telah aktif secara seksual sebaiknya memeriksakan rahimnya untuk melakukan deteksi dini. Berdasarkan keterangan dari dr Brahmana, Sp.OG. Onk (K), Konsultan Bidang Onkologi Ginekologi Universitas Airlangga, separuh dari perempuan yang didiagnosa menderita kanker rahim berusia antara 35 hingga 55 tahun. Periode paparan kanker rahim bisa dimulai dari usia remaja yaitu sekitar usia 20 tahun atau saat mulai terpapar dengan aktivitas seksual.

 

Kanker rahim atau serviks terjadi karena adanya kontak dengan Human Papiloma Virus, atau HPV dengan tipe high risk. Anda harus waspada dengan jenis penyakit ini karena di Indonesia kejadian dan tingkat kematian kanker serviks adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dan hampir 70 persen ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Berdasarkan survei dari WHO GLOBOCAN tahun 2012, di Indonesia terdapat 20.928 perempuan didiagnosis kanker serviks, dengan 9.498 di antaranya meninggal dunia. Diperkirakan, setiap 1 jam perempuan Indonesia meninggal karena penyakit ini.

Jagalah selalu kesehatan rahim Anda dengan setia pada satu pasangan sehingga tidak rentan terkena virus HPV. Lakukan pemeriksaan pap smear secara teratur ketika Anda telah aktif secara seksual mulai di usia pernikahan paling dini.

 

Kanker Payudara

Kanker ini tergolong berbahaya dan sangat ditakuti perempuan. Hingga saat ini, para dokter di seluruh dunia belum bisa menemukan penyebab yang pasti dari penyakit ini. Di Indonesia, tren usia yang rentan terkena kanker payudara terus bergeser ke angka yang lebih kecil. Dijelaskan konsultan bedah payudara, dr. Alfiah Amiruddin MD, MS., kanker payudara tidak lagi pandang usia, dulu trennya 40 tahun ke atas hingga usia menuju menopause, tetapi belakangan ini pasien kanker payudara di Indonesia berusia jauh lebih muda.

Bahkan, menurut dr. Alfiah, kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan dengan gaya hidup yang kurang sehat, karena ia pernah mendapati pasiennya yang masih berusia 20 tahun dan seorang vegetarian, terdiagnosa kanker payudara.

Sementara itu, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, kanker payudara bisa diatasi selama terdiagnosa dan dilakukan perawatan lebih dini. Untuk itu, para perempuan Indonesia wajib untuk rutin memeriksakan payudara untuk menekan angka penyakit ini di Indonesia.

 

Osteoporosis

Sedikitnya dua dari lima orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis dan kebanyakan dari mereka adalah kaum perempuan. Fakta itu dilontarkan oleh Corporate Affairs Manager Fonterra Brands Indonesia, Andriani Ganeswari. Ya, Anda yang kurang gemar berolahraga patut khawatir karena osteoporosis, atau pengeroposan tulang bisa mengancam kesehatan di masa depan.

Di lapangan, tercatat  hanya 14 persen perempuan Indonesia yang berolahraga secara rutin setiap hari dan 61 persen perempuan merasa sulit mendisiplinkan dirinya untuk berolahraga secara teratur. Penelitian tersebut membuka peluang besar osteoporosis untuk menyerang kaum muda perkotaan, apalagi dengan kebiasaan buruk yang kurang peduli menjaga kesehatan.

Selain gaya hidup yang tidak sehat, osteoporosis juga mengancam mereka yang kurang aktif, seperti duduk tujuh jam per hari di hari kerja dan lima jam per hari pada akhir pekan. Menurut Anita, obat paling manjur untuk mencegah osteoporosis adalah dengan aktif bergerak atau berolahraga rutin, minum susu berkalsium tinggi, dan menjauhi alkohol.

 

Hipertensi

Tahukah Anda bahwa satu dari tiga orang Indonesia mengalami hipertensi? Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, banyak masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa mereka terkena hipertensi yang membuat mereka tidak berusaha untuk mendapatkan pengobatan. Itulah mengapa hipertensi dikatakan sebagai “the silent killer.

WHO mencatat bahwa satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi dan dua pertiga di antaranya di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang, yang berarti termasuk Indonesia. Penyakit ini perlu diwaspadai dengan serius karena menurut catatan tahun 2012, hipertensi telah menjadi penyebab sekitar 51 persen dari kematian akibat stroke dan 45 persen dari penyakit jantung koroner. Untuk itu, periksakanlah diri Anda untuk secara rutin untuk deteksi dini dari hipertensi serta komplikasinya.

 

Dari uraian panjang di atas, kini disadari bahwa begitu banyak penyakit berbahaya yang mengancam jiwa seorang perempuan. Untuk itu, bagi kaum perempuan, ada baiknya untuk berusaha lebih baik dalam menjaga kesehatannya. Yaitu dengan pola hidup serta diet yang sehat, serta rajin melakukan kunjungan ke dokter untuk memeriksakan kemungkinan timbulnya gejala-gejala dari beberapa penyakit di atas. Selain itu, salah satu jalan terbaik untuk memberikan payung perlindungan pada diri Anda sendiri adalah dengan memiliki polis asuransi kesehatan yang tepat.

Perusahaan asuransi kesehatan akan sangat membantu dan meringankan ketika Anda harus berjuang untuk mengatasi rasa sakit. Percayakan jaminan kesehatan Anda pada Allianz Life Indonesia yang memiliki pengalaman puluhan tahun untuk melindungi dan menemani masyarakat Indonesia dan seluruh dunia.  

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?