‘You have been chosen to be one of many runners who can run Tokyo Marathon 2015’. Salah satu kutipan email dari pengumuman hasil lotere Tokyo Marathon 2015 adalah hadiah besar di tahun 2014 bagi Fajar Alexa.

Ya, namanya tercantum sebagai salah satu peserta yang berhak mendapat kesempatan mengikutinya. Hadiah besar berikutnya adalah Allianz Indonesia memberikan dukungan penuh pada perjalanan Fajar ke Tokyo Marathon.  Lengkap sudah, dengan dukungan keluarga dan Allianz Indonesia, Fajar pun semakin mantap menuju Jepang.

 

Program latihan pun kembali disusun. Jarak 42,195 km bukanlah jarak yang mudah walaupun lomba tersebut menjadi marathon ke empat yang dilakukannya. Persiapan demi persiapan dibantu dengan Komunitas Runner's Nation dan Team Jar, selama tiga bulan penuh diisi Fajar Alexa dengan program latihan yang tidak mudah.  Ada tiga latihan inti yang dilakukannya selama persiapan menuju Tokyo Marathon 2015.

 

Latihan interval atau latihan kecepatan, tempo training atau latihan menjaga kecepatan dengan jarak yang panjang, dan long run atau latihan jarak jauh dengan usaha yang moderate. Tidak sekali dua kali Fajar merasa tidak mampu menyelesaikan program latihan. Namun dengan gemblengan kuat dari pelatih dan mentor Jauwpin dan Andri Yanto, ia pun bertahan sampai akhir program.

 

Ketika tiba kembali di Tokyo pada Februari 2015, suhu yang sangat dingin menjadi tantangan tersendiri bagi Fajar Alexa untuk menyesuaikan diri. Tubuh Indonesia terbiasa dengan musim yang lebih panas dan lembap, sehingga untuk bisa bertahan di suhu kurang dari 10 derajat celcius tentu tidak mudah. Namun dengan suasana Tokyo yang menyenangkan untuk berolahraga, ia pun kembali bersemangat untuk ikut menikmatinya dengan jogging untuk menyesuaikan diri dengan cuaca Tokyo di sekitar tempat menginap.

 

Satu yang dinanti Fajar Alexa dan peserta di luar race-nya sendiri adalah hari dibagikannya event Racepack Collection (RPC). Pada hari itu puluhan booth berjajar rapi untuk melayani 36.000 pelari dari seluruh dunia untuk mengambil nomor dada, identifikasi diri, pengaktifan sensor waktu, hingga pemilihan ukuran baju. Di dalam venue yang sama, diselenggarakan juga Running Expo yang diikuti para sponsor dan produsen alat olahraga. Suatu penawaran menggiurkan bagi penyuka olahraga running seperti Fajar Alexa.

Sampai D-day Tokyo Marathon 2015 tiba, ritual Fajar Alexa tidak ditinggalkan. Sedikit sarapan roti dan secangkir kopi hitam, dan seluruh perlengkapan lari yang telah disiapkan, ia pun berangkat dengan semangat tinggi. Di Tokyo Marathon, budaya Jepang yang kental dengan kedisiplinan, sistem yang sangat rapi, membuat Fajar Alexa dan seluruh peserta merasa nyaman menjalani lomba.

 

Yang menarik, saat ia memilih berkostum biasa, ada peserta marathon yang memakai kostum juga lho! Dari Spiderman, sampai yang membawa salib, semua berlari dengan penuh semangat menempuh kilometer demi kilometer rute Tokyo Marathon 2015. Di beberapa ratus meter sebelum finish, istri dan kawan-kawan Fajar Alexa terus memberinya dukungan mengingat kondisi fisiknya telah menurun sepanjang perjalanan.  Akhirnya, ia pun berhasil menyelesaikan lomba ini dengan catatan waktu 3 jam 49 menit, lebih baik 10 menit dari catatan waktu jarak  marathon terbaiknya sebelum ini.

 

Dukungan keluarga, kawan-kawan dan Allianz Indonesia, membuktikan bahwa dengan usaha yang maksimal, mimpi dan keinginan Fajar Alexa dan Anda juga, bisa tercapai apapun ritangannya.