Industri asuransi jiwa nasional mencatat pertumbuhan pendapatan premi asuransi yang signifikan pada triwulan pertama 2007. Total pendapatan premi asuransi jiwa pada periode ini mencapai Rp 8,65 triliun atau tumbuh sebesar 62% dibandingkan periode yang sama 2006 senilai Rp 5,35 triliun.
Demikian kesimpulan dari data bisnis asuransi jiwa Kuartal ke-1 tahun 2007 (unaudited) yang diikuti oleh 40 perusahaan asuransi jiwa yang memasukkan datanya, terdiri dari 25 perusahaan swasta nasional dan 15 perusahaan patungan (joint venture).
Dari total pendapatan itu Rp 5,56 triliun diantaranya adalah pendapatan premi produksi baru atau new business. Angka ini tumbuh 97% atau melesat dibandingkan triwulan pertama 2006 yang mencapai Rp 2,83 triliun, demikian Konperensi Pers Laporan Kinerja Bisnis Asuransi Jiwa Triwulan Pertama 2006/2007 di Jakarta, Jum’at, 22 Juni 2007.
Sebagai gambaran Industri asuransi jiwa nasional juga membukukan pendapatan hasil investasi (non premi) pada triwulan pertama 2007 sebesar Rp 1,39 triliun atau naik 41% dibandingkan periode yang sama 2006 senilai Rp 991,5 miliar. Sehingga, total pendapatan industri asuransi jiwa pada triwulan pertama 2007 mencapai Rp 10,20 triliun atau tumbuh sebesar 57% dibandingkan periode yang sama 2006 sebesar Rp 6,50 triliun.
Produk asuransi jiwa Unit Linked (produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan Investasi) tetap menjadi primadona pertumbuhan industri. Terlihat minat nasabah tinggi melalui dari kontribusi Premi Unit Link untuk Bisnis Baru adalah sebesar Rp 2,1 triliun dari Total Pendapatan Premi Bisnis Baru Seluruh Polis Individual. Dan Unit Link memberi kontribusi sebesar 46% dari Total Pendapatan Premi Bisnis Baru Individual. Dari Total Pendapatan Premi (Premi Bisnis Baru maupun Premi Lanjutan) Unit Link sampai akhir Maret 2007 adalah sebesar Rp 2,87 Triliun, angka ini 40% dari total pengumpulan Pendapatan Premi Individual.
Bila dibandingkan dengan total pendapatan premi baru (new business) individual dan group, kontribusi Unit Link adalah sebesar 38%. Sedangkan bila total premi Unit Link dibandingkan dengan total pendapatan premi individual dan group, maka kontribusinya adalah sebesar 33% (=Rp 2,87 trilyun).
Secara keseluruhan produk individual tumbuh 91,52% dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp. 2,42 triliun, sedangkan produk group (kumpulan) tumbuh 49,02% dari Rp 649,9 milyar menjadi Rp. 968,5 milyar.
Ini menunjukkan harapan kesadaran masyrakat akan pentingnya asuransi terus tumbuh dengan kondisi ekonomi yang mendukung masyarakat untuk dapat mengalokasikan sebagaian pendapatnya untuk membeli polis asuransi jiwa untuk melindungi diri dan keluarga atas penghasilan akibat berbagai risiko (seperti kematian dini, kehilangan kemampuan atau cacat, kehilangan pekerjaan/pendapatan), maupun sebagai instrumen akumulasi dana untuk keperluan tertentu seperti penyediaan dana darurat, kebutuhan keluarga, portofolio investasi secara umum, dan penyediaan dana pendidikan bagi anak, pemeliharaan kesehatan dan kebutuhan keuangan hari tua.
Industri asuransi jiwa nasional pada triwulan pertama 2007 juga mencatat investasi sebesar Rp 66,48 triliun atau naik 41% dibandingkan periode yang sama 2006 senilai Rp 47,05 triliun. Sedangkan total aset pada kuartal pertama 2007 mencapai Rp 74,81 triliun atau tumbuh 34% dibandingkan periode yang sama 2006 senilai Rp 55,94 triliun.
Dalam hal jumlah tertanggung secara keseluruhan sampai akhir bulan Maret lalu terjadi kenaikan sebesar 9,81% menjadi 34,5 juta tertanggung. Pertumbuhan polis ini didorong oleh pertambahan tertanggung asuransi kumpulan menjadi 27,89 juta orang akhir Maret ini. Jumlah tertanggung individual masih pada kisaran 6,65 juta tertanggung.

Bila dikaitkan dengan Total Pendapatan Premi, polis Individu menyumbang premi sebesar Rp 7,17 Triliun atau 83% dari Total Pendapatan Premi, sementara Polis Kumpulan sebesar Rp. 1,49 triliun 17%) dari Total Pendapatan Premi.
GERAKAN SADAR ASURANSI JIWA
Mulai minggu terakhir bulan Juni 2007, AAJI menyelenggarakan gerakan sadar asuransi jiwa, yakni sebuah program edukasi dan penyampaian pesan layanan kepada masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan keluarga melalui manfaat asuransi jiwa. Program ini bekerja sama dengan Biro Perasuransian BAPEPAM LK, AAJI dan seluruh perusahaan asuransi jiwa yang bernaung dibawahnya, dirancang dan diimplementasikan sebagai program berkesinambungan selama 5 tahun mulai 2007 hingga 2011.
AAJI ingin memberikan inspirasi kepada para nasabah bagaimana hakekat asuransi jiwa memberikan solusi kebutuhan perencanaan keuangan sebuah keluarga. Dengan memberikan kisah ilustrasi pengalaman nasabah dimana seorang anak terkenang bagaimana sang ayah sejak dini menyisihkan uang untuk membayar premi asuransi jiwa yang dirancang untuk mempersiapkan dana pendidikan dikala sang ayah telah tiada. Dan itu semua yang akhirnya membayar harapan masa depan putra-putri untuk mendulang ilmu dibangku kuliah hingga tamat. Dua sisi yang ingin kami sampaikan, pertama adalah wujud tanggung jawab ayah dengan berhemat sejak dini menyisihkan sejumlah uang untuk membayar premi asuransi jiwa.
Pesan yang kedua adalah kisah sang ayah sebagai kepala keluarga yang saat pensiun (tidak berpenghasilan lagi) dapat mempertahankan gaya hidupnya dan menikmati hari tua yang ia idamkan. Di sisi lain, tanggung jawabnya sebagai orang tua telah ditempuh dengan baik karena manfaat asuransi jiwa. Biaya sekolah putra-putri sampai wisuda, pernikahan anak semua dibiayai polis asuransi jiwa. Ilustarsi ini yang secara tidak langsung ingin menunjukkan bagaimana seharusnya kecerdasan sebuah keuarga dalam mengelola keuangan keuarga.
“Kami berharap, pesan layanan ini dapat menggugah masyarakat akan pentingnya merencanakan keuangan keluarga dengan membekali dirinya dan keluarga dengan membeli polis asurasni jiwa sejak dini”, ujar Direktur Eksekutif AAJI, Eddy KA. Berutu.
Gerakan yang diselenggarakan AAJI ini didukung penuh oleh Biro Perasuransian BAPEPAM & Lembaga Keuangan Departemen Keuangan, seluruh perusahaan anggota AAJI, dan insan asuransi jiwa, serta merupakan bagian dari kegiatan nasional ”Insurance Day” yang akan diselenggarakan oleh industri asuransi nasional yang bernaung dibawa FAPI yang puncaknya direncanakan pada medio Okober yang akan datang.
Program inspiratif dan motivasional dalam gerakan ini antara lain penerbitan iklan layanan masyarakat, program public class atau kelas publik yang akan dilakukan secara berkala dalam bentuk talkshow, pameran (Exhibition), Klinik Asuransi Jiwa, dan seminar tematis.
Selain bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pasar dengan menambah jumlah pemegang polis, tujuan implisit gerakan ini bermuara pada upaya melindungi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia terhadap berbagai hal yang tak terduga di kemudian hari.
Sedangkan target yang disasaran dalam gerakan ini adalah masyarakat kelas A, B dan C+, dewasa, Pria & Wanita, berpendidikan SMA+. Target lain juga kalangan mahasiswa/i.