Di tahun 2009, Allianz Life Indonesia dan Allianz Utama Indonesia (Allianz Indonesia) berhasil menjual total-gabungan 347.000 polis asuransi mikro. Pendapatan premium gabungan naik dari Rp. 1,1 milyar menjadi Rp. 9,5 milyar. Allianz berencana untuk terus mengembangkan bisnis asuransi mikronya melalui lebih banyak mitra distribusi dan produk.
“Asuransi mikro kami berkembang dengan sangat cepat karena berhasil memenuhi permintaan yang tinggi akan perlindungan asuransi untuk keluarga ekonomi lemah. Besaran preminya mungkin masih kecil, namun jumlah nasabah yang dilayani sudah mengesankan. Kami baru mulai bisnis asuransi mikro kami di 2006, namun kini 19% dari jumlah tertanggung kami berasal dari asuransi mikro,” ujar Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia.
“Asuransi mikro memberikan dua keuntungan dasar secara sosial dan ekonomis bagi kami,” ujar Jens Reisch. “Asuransi mikro membuat kami bisa memperkenalkan asuransi kepada masyarakat yang lebih luas, terutama masyarakat ekonomi lemah yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk mendapat perlindungan asuransi namun sebenarnya sangat membutuhkan. Dengan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh, banyak nasabah asuransi mikro kami yang akan mendapatkan kemajuan dalam ekonominya. Dengan memberikan pelayanan saat ini, kami berharap untuk bisa mendapatkan kesetiaan dan berkembang bersama mereka di kemudian hari,” Jens menambahkan.
Premi asuransi mikro Allianz Indonesia telah berkembang lebih dari enam kali lipat secara rata-rata dalam tiga tahun terakhir. Asuransi mikro menjadi bisnis yang berkembang paling pesat di Allianz Indonesia.
Kemitraan yang kuat dengan bank komersial dan LKM
Dalam hal distribusi asuransi mikro, Allianz Indonesia saat ini bermitra dengan 3 bank komersial dan 20 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi kredit.
“Kita bisa melayani pasar ini dengan cara paling efektif jika bekerja sama dengan mitra yang telah memiliki pengalaman di segmen ini,” ujar Handojo Kusuma, Direktur Allianz Life Indonesia. “Kami telah berhasil meningkatkan jumlah mitra distribusi kami hingga 23 mitra sejak kami mulai di 2006 dengan hanya satu mitra. Di tahun mendatang, kami akan terus mengembangkan jaringan kemitraan. Kami juga akan mencari saluran distribusi alternatif, seperti LSM dan teknologi mobile,” Handojo menambahkan.
Proyek baru: asuransi mikro pendidikan
Allianz telah menawarkan beberapa produk asuransi mikro seperti asuransi jiwa-kredit dengan manfaat tambahan dan asuransi kecelakaan diri. Di 2008, Allianz Life Indonesia memperkenalkan asuransi mikro syariah. Di 2009, Allianz Utama Indonesia meluncurkan produk asuransi umum mikronya yang pertama yang memberikan perlindungan pengusaha kecil atas risiko gangguan usaha.
Di semester kedua 2010, Allianz memiliki rencana untuk meluncurkan asuransi pendidikan mikro. Produk ini akan memberikan kesempatan kepada keluarga ekonomi lemah untuk merencanakan biaya pendidikan anak-anaknya dalam jumlah tertentu dan pada saat yang sama tetap mendapat manfaat perlindungan asuransi jiwa dan perlindungan tambahannya.
Untuk proyek asuransi mikro pendidikan ini, Allianz akan memulai kerja sama dengan Mitra Masyarakat Sejahtera/Vision Fund sebagai mitra percontohan. Selama kemitraan percontohan ini, mitra LKM lokal yang merupakan bagian dari World Vision Indonesia, akan mengorganisir distribusi di Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Lebih jauh lagi, dengan adanya ekspektasi dampak sosial yang positif dari proyek ini, Ford Foundation telah memberikan komitmen untuk mendukung dengan bantuan dana pengembangan. Selanjutnya, Allianz juga telah menjalin kerjasama penelitian dengan institusi riset di Indonesia, SMERU, dan University of Adelaide untuk mendampingi proyek ini dengan riset berkualitas mengenai dampak proyek.
“Proyek asuransi mikro pendidikan baru ini adalah bagian dari rencana aksi kami untuk terus mengembangkan asuransi mikro di tahun ini. Kami juga akan menambah mitra distribusi dari 23 mitra saat ini hingga menjadi 34 mitra sampai dengan akhir tahun dan kami berharap untuk bisa menjual sejumlah total 515.000 polis di 2010,” ujar Jens Reisch.