Hari ini, Allianz Utama Indonesia dan Allianz Life Indonesia (Allianz Indonesia) melaporkan hasil kinerja keuangan 2009. Gross Written Premium (GWP) gabungan mengalami peningkatan sebesar 17% menjadi RP 4,3 trilyun, dibandingkan dengan Rp 3,7 trilyun di 2008.
Laba gabungan meningkat sebesar 38% menjadi Rp 239 milyar (Rp 204 milyar untuk Allianz Life dan Rp 35 milyar untuk Allianz Utama), dibandingkan dengan Rp 173 milyar di 2008. Total aset gabungan juga bertumbuh signifikan sebesar 42% menjadi lebih dari Rp 9 trilyun, menjadikan Allianz Indonesia sebagai salah satu dari pengelola aset dengan pertumbuhan tercepat di industri asuransi.
“Pertumbuhan bisnis kami dan laba yang kuat membuktikan bahwa kami adalah grup perusahaan yang bertumbuh cepat dengan kinerja keuangan yang kuat serta merupakan mitra yang stabil untuk seluruh nasabah, agen-agen dan mitra-mitra bisnis,” ujar Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia.
Allianz Indonesia melayani sekitar 1,5 juta nasabah di Indonesia dengan dukungan kuat dari hampir 20.000 agen penjualan dan mitra bisnis.
Allianz Utama Indonesia: Pertumbuhan premi di seluruh lini bisnis
Untuk bisnis asuransi umum, Allianz Utama meraih GWP sebesar Rp 905 milyar di 2009, mengalami peningkatan 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan premi positif dilaporkan berasal dari seluruh lini bisnis asuransi dengan Asuransi rekayasa dan kendaraan bermotor sebagai dua bisnis yang tumbuh paling cepat dengan masing-masing pertumbuhan 40% dan 20%.
Broker dan Keagenan menjadi kontributor utama premi, dengan kontribusi masing-masing 48% dan 21% dari GWP. Jalur distribusi yang tumbuh paling cepat di Allianz Utama adalah Distribusi Alternatif dengan pertumbuhan 15%.
“Meskipun terdapat kompetisi yang lebih ketat di seluruh segmen pasar, perolehan premi kami berada di atas target premi 2009,” ungkap Victor Sandjaja, Direktur Teknik Allianz Utama.
Perusahaan melaporkan laba sebelum pajak sebesar Rp 35 milyar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp 43,8 milyar pada 2008. Namun demikian, Total aset meningkat 11% menjadi Rp 891 milyar dan rasio solvabilitas Allianz Utama dilaporkan berada pada posisi kuat sebesar 149%.
“Laba kami lebih rendah dari 2008 karena adanya situasi klaim yang lebih menantang di 2009. Meskipun demikian, rasio solvabilitas dapat terjaga kuat pada 149%, di atas RBC minimum 120%,” papar Victor Sandjaja.
Allianz Life Indonesia: Menjaga posisi terdepan di Asuransi Kumpulan dan Bisnis Keagenan yang kuat
Allianz Life Indonesia melaporkan pertumbuhan GWP sebesar 17% di 2009, mencapai Rp 3,4 trilyun dibandingkan dengan Rp 2,9 trilyun di 2008. Bisnis Asuransi Jiwa Kumpulan mencapai pertumbuhan tertinggi dengan 38,6% yang menjadikan posisi perusahaan tetap sebagai perusahaan asuransi jiwa terdepan untuk bisnis korporasi. Asuransi kesehatan bertumbuh 15,6% sedangkan asuransi jiwa individu bertumbuh sebesar 6,7%, dibandingkan dengan pencapaian GWP tahun lalu.
“Kinerja keuangan kami yang kuat, citra Allianz serta jaringan provider pelayanan kami yang tersebar luas di seluruh nusantara membantu kami untuk tetap berada di posisi terdepan dalam bisnis asuransi jiwa korporasi di Indonesia,” ujar Handojo Kusuma, Direktur Allianz Life Indonesia.
Terkait dengan portofolio lini bisnis, Bisnis Asuransi Jiwa Individu mengalami peningkatan yang cepat sebesar 27% dan tetap menjadi penyumbang premi utama, yang mencakup 55% dari total GWP, sedangkan asuransi jiwa kumpulan (termasuk program pesangon/savings plan) dan asuransi kesehatan masing-masing sebesar 35% dan 10%.
Sekitar 63% dari bisnis asuransi jiwa individu disumbangkan melalui jalur keagenan dan selebihnya, sebesar 37% didapatkan dari kemitraan bancassurance. Lebih dari 95% dari bisnis baru jiwa individu perusahaan disumbangkan dari polis-polis unit linked.
“Allianz Life Indonesia mencetak rekor laba sebelum pajak sebesar Rp 204 milyar, jauh melebihi perolehan tahun lalu sebesar Rp 129 milyar. Aset kelolaan bertumbuh sebesar 46% menjadi Rp 8,2 trilyun dan rasio solvabilitas dilaporkan kuat pada 428%, jauh di atas ketentuan minimum dari pemerintah, yaitu 120%. Kami adalah perusahaan dengan kondisi keuangan yang kuat,” ujar Jens Reisch.