Kompleks sekolah SDN Simpang Anduring, Padang, yang rusak akibat bencana gempa bumi pada akhir September 2009, telah direhabilitasi dengan dukungan yang kuat dari karyawan, mitra bisnis dan perusahaan-perusahaan Allianz. Lima sekolah dasar di dalam komplek tersebut saat ini sudah siap untuk digunakan kembali dan akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium dan perpustakaan.
Lima sekolah dasar, yakni SDN 37, SDN 16, SDN 15, SDN 08 dan SDN 03, telah diperbaiki setelah rusak akibat gempa pada 2009, untuk total 800 siswa. Proyek konstruksi ini didukung oleh para ahli dari gtz (German Technical Cooperation). Dana perbaikan gedung SD disumbangkan oleh staf dan agen Allianz di Indonesia, Taiwan, dan Jerman, yang kemudian ditambah dengan sumbangan perusahaan dari Allianz Utama Indonesia, Allianz Life Indonesia, Allianz Asia Pasifik Singapura dan Allianz Direct Help dari Jerman. “Kami senang sekali melihat banyak perusahaan dan rekan Allianz dari berbagai belahan dunia berkontribusi untuk proyek perbaikan ini. Perhatian utama kami adalah memberikan lebih dari sekedar dana dan memperbaiki sekolah dengan seluruh keahlian yang ada,” ujar Bruce Bowers, CEO Allianz Asia Pacific.

Mewakili semua pihak yang telah turut berpartisipasi, Allianz hari ini secara resmi melakukan serah terima bangunan lima sekolah dasar kepada pemerintah dan masyarakat di Simpang Anduring, Padang.
“Gempa bumi yang terjadi tahun lalu begitu memilukan. Kami, sebagai perusahaan yang aktif di sini, telah berkomitmen untuk mengambil bagian untuk membantu pemerintah dalam pemulihan Padang, terutama di bidang pendidikan, sejalan dengan program Kegiatan Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Kami senang dengan penyelesaian proyek ini sehingga 800 siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang lebih memadai,” ujar Joachim Wessling, CEO Allianz Life Indonesia.
Di Padang dan wilayah sekitarnya, Allianz Indonesia memiliki sekitar 140 agen dan dipercaya oleh sekitar 3.000 nasabah individu dan korporat.
Sebelumnya Allianz juga memperlihatkan komitmennya di Aceh dan Nias setelah bencana Tsunami tahun 2004 dan mendukung masyarakat untuk pulih dari bencana alam di Sumatera. Di wilayah yang terkena dampak, Allianz melakukan berbagai kegiatan mulai dari pembangunan kembali gedung sekolah, program orang tua asuh, sampai dengan pembiayaan usaha mikro, yang membantu masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka.
“Jaringan bisnis kami menjangkau seluruh pelosok dari Aceh sampai Jayapura, dari Sulawesi Utara ke Sumba. Kami selalu berusaha untuk menyeimbangkan keberhasilan bisnis kami dengan kegiatan sosial yang kuat. CSR telah menjadi tanggung jawab yang penting bagi Allianz di Indonesia,” kata Joachim.
Training Disaster Risk Reduction untuk siswa sekolah
Melalui Allianz Peduli, yang menggerakkan kegiatan sosial Allianz di Indonesia, inisiatif kegiatan CSR tambahan untuk SDN Simpang Anduring juga akan diberikan: pelatihan Disaster Risk Reduction (DRR) bagi para siswa dan masyarakat sekitarnya. Allianz akan memberikan lebih dari dana dan keahliannya, Allianz Indonesia juga akan melibatkan staf dan agen-agen di daerah Padang untuk aktif berpartisipasi sebagai fasilitator pelatihan.
“Kami akan mengadakan pelatihan secara bertahap mulai dari Oktober. Kami telah menunjuk ahli DRR untuk mengembangkan materi pelatihan DRR bagi sekolah dan melatih agen dan karyawan kami yang akan menjadi fasilitator bagi 800 siswa atas dasar sukarela,” ujar Decy Christiana, Head of CSR Allianz Indonesia.
Training DRR bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang tepat tentang risiko bencana dan perilaku yang tepat dan bagaimana menghadapi kemungkinan bencana alam mendatang. Pelatihan ini merupakan salah satu program Allianz Peduli di bidang pendidikan dan sejalan dengan keahlian Allianz dalam manajemen risiko.
