Melewati sembilan bulan pertama tahun ini, Allianz Indonesia semakin memperkokoh kinerja keuangan yang solid. Pada akhir September 2010, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) melaporkan laba sebelum pajak gabungan (unaudited) mencapai Rp 411,82 milyar; ini berarti peningkatan signifikan 92 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 214,45 milyar.
Kedua perusahaan melaporkan angka gabungan premi bruto mencapai Rp 3,93 trilyun, meningkat sebesar 48% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya. Risk based capital (RBC) yang mencerminkan kesehatan keuangan perusahaan berada pada tingkat yang aman 579 persen (Allianz Life) dan 157 persen (Allianz Utama), jauh di atas ketentuan minimum pemerintah 120 persen.
“Allianz Life dan Allianz Utama Indonesia melaporkan kinerja sangat baik hingga Sembilan bulan tahun ini. Didukung dengan keahlian kami dan kondisi keuangan yang kuat, kami bangga untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi aset, jiwa dan investasi nasabah. Merujuk kondisi saat ini dimana negeri ini sedang dilanda kejadian bencana alam, posisi perusahaan kami jelas untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kami mengadakan acara penggalangan dana untuk daerah, juga mengirimkan tim CSR kami untuk menyalurkan bantuan bagi pengungsi Merapi. Belum lama ini kami juga menyerahkan lima bangunan sekolah dasar yang telah direhabilitasi untuk masyarakat Padang yang rusak parah akibat gempa bumi sekitar setahun yang lalu,” tutur Joachim Wessling, CEO Allianz Life Indonesia.
Bisnis asuransi umum
Allianz Utama telah meningkatkan kualitas portofolio bisnis dan menerapkan proses underwriting yang semakin prudent. Dengan strategi ini dan didukung oleh kondisi investasi yang lebih positif tahun ini, perusahaan telah berhasil meningkatkan laba sebelum pajak hingga 86% menjadi Rp 48,92 milyar. Penerapan proses underwriting yang semakin prudent ini juga meningkatkan rasio solvabilitas perusahaan secara signifikan menjadi 157 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu 137 persen.
Di sisi lain, penerapan proses underwriting yang semakin prudent ini telah mengurangi angka premi bruto menjadi Rp 545,5 milyar dari sebelumnya Rp 713,4 milyar. Premi bruto Allianz Utama sebagian besar berasal dari bisnis asuransi properti (37 persen) dan kendaraan bermotor (24 persen), sedangkan sisanya diperoleh dari asuransi rekayasa (18 persen), asuransi aneka (13 persen) dan asuransi pengangkutan (9 persen).
“Sebagai perusahaan asuransi, kami bertujuan untuk membangun portofolio bisnis yang kuat untuk tetap menjadi perusahaan yang stabil secara keuangan. Kami sangat senang bahwa upaya untuk melaksanakan proses underwriting yang lebih prudent memberikan hasil yang sangat positif terhadap kinerja keuangan kami. Meskipun GWP lebih rendah, namun laba sebelum pajak telah tumbuh signifikan sebesar 86 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” tutur Don Nguyen, CEO Allianz Utama Indonesia.
Perusahaan melaporkan pendapatan investasi yang kuat sebesar Rp 57,70 milyar, tumbuh 31 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp 43,90 milyar.
Allianz Utama terus memperbesar kontribusi agen di dalam keseluruhan saluran distribusi, terutama dalam bisnis ritel serta usaha kecil dan menengah. Saat ini, Allianz melayani nasabah korporasi 77 persen, ritel 17 persen, dan sisanya adalah nasabah dari UKM.
“Distribusi kami yang paling menonjol sampai saat ini masih dari broker yang memberikan kontribusi hampir 60 persen. Namun, kami berkomitmen untuk fokus pada pengembangkan agen untuk mendorong bisnis ritel guna menyeimbangkan portofolio bisnis kami dan nasabah secara keseluruhan,” tambah Don.
Bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan asuransi kumpulan
Dalam bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan bisnis asuransi kumpulan, Allianz Life Indonesia melaporkan GWP hingga September 2010 2010 sebesar Rp 3,39 trilyun, tumbuh hampir 75 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,94 trilyun.
Bisnis asuransi jiwa individu mencatatkan pendapatan GWP sebesar Rp 2,13 trilyun, dibandingkan dengan pencapaian pada periode tahun lalu sebesar Rp 1,21 trilyun. Pulihnya kembali kondisi investasi dan makro ekonomi telah kembali memperkuat penjualan produk-produk premi sekaligus (single premium) dari Rp 778,9 milyar pada periode tahun lalu, tumbuh 50 persen, menjadi Rp 1,17 trilyun hingga September tahun ini. Di sisi lain, produk pembayaran berkala (regular premium) juga terus tumbuh menggembirakan sebesar 91 persen hingga mencapai Rp 2,22 trilyun, dibandingkan pencapaian periode sebelumnya Rp 1,16 trilyun.
Baik asuransi kumpulan maupun asuransi kesehatan melaporkan pertumbuhan premi bruto yang kuat. Bisnis asuransi kumpulan mencetak kinerja Rp 939,9 milyar, dibandingkan dengan Rp 429,2 milyar pada hasil periode tahun lalu. GWP asuransi kesehatan tumbuh 8,6 persen menjadi sebesar Rp 318,3 milyar hingga September 2010 dibandingkan dengan Rp 293,1 milyar pada periode yang sama tahun 2009.
Allianz Life Indonesia hingga September 2010 melaporkan pertumbuhan laba sebelum pajak yang kuat sebesar Rp 362,9 milyar, dibandingkan dengan Rp 188,2 milyar pada periode yang sama tahun lalu. Aset juga bertumbuh lebih dari 46 persen menjadi Rp 11,06 trilyun, sedangkan rasio solvabilitas berada pada angka yang sangat baik, yaitu 579 persen.
“Seluruh saluran distribusi kami tahun ini menunjukkan kinerja yang kuat, dari agen, bancassurance, dan saluran distribusi alternatif lainnya,” kata Joachim. “Kondisi keuangan kami yang sangat kuat dan pelayanan yang semakin prima kepada nasabah akan menjadi dasar yang kuat bagi kinerja kami kedepan,” tambah Joachim.