
Membaiknya perekonomian paska krisis telah mendorong kinerja PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (“Allianz Utama”) dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia (“Allianz Life”) semakin kokoh dan solid. Kedua perusahaan mencatatkan total laba sebelum pajak gabungan (unaudited) sebesar Rp 248 milyar; ini berarti peningkatan signifikan hampir 117,5 persen dibandingkan angka semester pertama 2009 sebesar Rp 114 milyar.
Kedua perusahaan juga melaporkan pertumbuhan yang kuat pada angka total aset gabungan hingga mencapai Rp 10,1 trilyun. Rasio solvabilitas juga berada pada angka aman 487 persen (Allianz Life) dan 142 persen (Allianz Utama), jauh di atas ketentuan minimum pemerintah 120 persen.
“Kedua perusahaan Allianz di Indonesia menyadari untuk selalu menjaga kestabilan kinerja keuangan agar tetap mendapatkan kepercayaan nasabah, juga fokus melakukan inovasi di berberapa hal khususnya terkait layanan. Dengan dukungan kekuatan keuangan Allianz Group dengan rating internasional yang sangat baik dan dukungan perusahaan reasuransi terpercaya kami akan selalu menepati janji kepada nasabah di segala situasi,” tutur Handojo Kusuma, Deputy CEO Allianz Life Indonesia.
Bisnis asuransi umum
Sejalan langkah manajemen untuk memperbaiki portofolio bisnis melalui pengetatan proses underwriting, Allianz Utama sepanjang paruh pertama 2010 mencatat perolehan GWP Rp 377 milyar, lebih rendah dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 517 milyar.
“Kami merasakan dampak yang sangat positif akibat upaya pendisiplinan proses underwriting, karena meskipun GWP turun, di sisi lain laba sebelum pajak tumbuh 233,3 persen menjadi Rp 30 milyar pada semester pertama tahun ini, dari sebelumnya Rp 9 milyar, yang berarti menunjukkan upaya kami memberikan hasil yang positif,” kata Victor Sandjaja, Deputy CEO Allianz Utama Indonesia.
Hasil GWP Allianz Utama sebagian besar disumbangkan oleh asuransi properti (39 persen) dan rekayasa (19 persen), sedangkan sisanya di dapat dari asuransi kendaraan bermotor (17 persen), asuransi aneka (16 persen), asuransi pengangkutan (10 persen).
Penyehatan proses underwriting juga didukung oleh kinerja investasi yang positif. Pada semester pertama 2010 hasil investasi tercatat Rp 37,7 milyar, tumbuh 12,5 persen dari posisi tahun sebelumnya Rp 33,5 milyar.
Selain itu, klaim yang dibayarkan oleh perusahaan juga menurun cukup tajam di paruh pertama tahun ini yakni Rp 181 milyar atau turun sekitar 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 280,6 milyar.
Disiplin underwriting tersebut juga berdampak besar pada penguatan tingkat solvabilitas yang mencerminkan kesehatan keuangan perusahaan menjadi 142 persen naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 125 persen.
Allianz Utama saat ini terus memperbesar peran agen dalam memasarkan produk khususnya bisnis ritel. Saat ini agen telah menyumbangkan 22 persen dari GWP. Berdasarkan segmen, 80 persen masih didominasi oleh bisnis korporasi, 15 persen ritel dan sisanya bisnis usaha kecil dan menengah.
“Jalur distribusi kami terbesar masih dilakukan melalui broker yakni hampir 60 persen, namun kedepan kami berkonsentrasi untuk mengembangkan keagenan untuk memperbesar bisnis ritel karena kami menilai bisnis ini lebih stabil,” tambah Victor.
Bisnis asuransi jiwa Kesehatan dan asuransi kumpulan
Dalam bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan bisnis asuransi kumpulan, Allianz Life Indonesia melaporkan GWP semester pertama 2010 sebesar Rp 2,12 trilyun, dibandingkan dengan angka semester pertama 2009 sebesar Rp 1,06 trilyun.
Bisnis asuransi jiwa individu mencatatkan pendapatan GWP sebesar Rp 1,43 trilyun, dibandingkan dengan pendapatan pada semester pertama tahun lalu sebesar Rp 746,2 milyar. Pulihnya kembali kondisi investasi dan makro ekonomi, telah kembali memulihkan penjualan produk-produk premi sekaligus (single premium) dari Rp 49,58 milyar pada periode tahun lalu, tumbuh 975 persen, menjadi Rp 532 milyar pada semester pertama tahun ini. Namun di sisi lain pendapatan premi dari produk-produk pembayaran berkala (regular premium) terus tumbuh menggembirakan sebesar 28,4 persen hingga mencapai Rp 894,43 milyar dibandingkan Rp 696,65 milyar GWP pada semester pertama 2009.
“Bagi kami hal ini sangat menggembirakan, karena dengan meningkatnya pendapatan premi regular berarti portofolio bisnis kami semakin sehat dalam jangka panjang dan juga menunjukkan masyarakat Indonesia semakin sadar untuk menjadikan asuransi sebagai bagian dari rencana keuangan jangka panjang mereka,” kata Handojo.
Bisnis asuransi kumpulan dan kesehatan mencatat pertumbuhan pendapatan premi bruto (GWP). Bisnis asuransi kumpulan mencetak kinerja Rp 537,59 milyar, dibandingkan dengan Rp 171,4 milyar pada hasil semester satu tahun lalu.
GWP asuransi kesehatan tumbuh 6 persen menjadi sebesar Rp 154,7 milyar pada semester pertama 2010 dibandingkan dengan Rp 145,7 milyar pada periode yang sama di tahun 2009.
Allianz Life Indonesia melaporkan laba sebelum pajak yang kuat sebesar Rp 218 milyar untuk semester pertama 2010, pertumbuhan yang besar, yaitu 108 persen dibandingkan dengan Rp 105 milyar pada periode yang sama tahun lalu. Invested aset juga bertumbuh 47 persen menjadi sebesar Rp 9,58 trilyun, sedangkan rasio solvabilitas berada pada angka yang sangat baik, yaitu 487 persen.
Fundamental ekonomi Indonesia yang solid juga menyebabkan kinerja investasi tahun ini sangat menggembirakan. Hasil investasi Allianz Life pada semester pertama tercatat sebesar Rp 202,43 milyar, tumbuh 248 persen dari posisi tahun sebelumnya Rp 58,22 milyar.
“Kondisi keuangan kami yang semakin solid dan kokoh menegaskan posisi Allianz Indonesia sebagai mitra terbaik bagi nasabah dan mitra usaha,” tambah Handojo.