“Allianz Indonesia adalah organisasi dinamis yang berjuang dalam persaingan ketat saat ini, untuk mencapai tujuan menjadi yang terdepan dalam loyalitas nasabah dan menjadi pilihan utama dalam berkarir,” ujar Mursosan Wiguna, Direktur Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan Allianz Life Indonesia.

“Untuk mencapai tujuan utama ini, kami percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci keberhasilan. Ini alasan mengapa Allianz membentuk AICU, yang juga mencerminkan visi perusahaan kami sebagai perusahaan pilihan utama,” tambah Mursosan.
Melalui tiga pilar yakni akademi Manajemen, Agency, dan Bancassurance , AICU telah menyelenggarakan lebih dari 1.129 kelas yang dihadiri oleh hampir 20.000 partisipan sejak didirikan pada Juli tahun 2008.
“Survei internal kami untuk staff dan mitra bisnis beberapa tahun lalu menunjukkan adanya permintaan yang tinggi untuk pengembangan SDM,” kata Irma Waruwu, Head of Allianz Indonesia Corporate University.
“Sekarang dengan AICU setiap karyawan memiliki jadwal yang jelas baik untuk pelatihan soft skill maupun pelatihan teknis. Kedepannya, training-training tersebut juga akan selaras dengan pengembangan karir mereka,” tambah Irma.
Pengembangan budaya belajar
Keberhasilan AICU dalam menciptakan budaya belajar dalam perusahaan ini didorong oleh penerapan program unik Learning Champion, yang dimulai pada tahun 2009. Learning Champion adalah Allianz Citizens yang memiliki komitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai fasilitator di kelas pelatihan AICU paling tidak dalam 8 jam kerja setelah mereka dipersiapkan melalui training khusus AICU yang disebut sesi Train The Trainers.
Dengan program ini, AICU telah berhasil menarik dan melibatkan lebih dari 201 staf, agen dan pemasar bancassurance sebagai Learning Champion pada tahun 2009 saja. Tahun ini, AICU fokus untuk mengembangkan kualitas Learning Champion yang pada bulan Juni 2010 telah mencapai 105 orang.
Learning Champion tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah kelas training secara efektif, namun sebagai Learning Champion, mereka juga akan berusaha untuk melaksanakan apapun yang mereka katakan dan berbagi dengan orang lain sebaik mungkin di dalam kegiatan kantor sehari-hari. Mereka secara otomatis akan mengembangkan diri sendiri dan menjadi contoh bagi rekan kerja lainnya.
Bagi peserta pelatihan, dengan adanya orang yang mereka kenal membawakan pelatihan, berbagi pengalaman sehari-hari dan juga memberikan contoh nyata, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Secara keseluruhan, program Learning Champion telah mampu meletakkan pondasi budaya belajar dengan keterlibatan yang kuat dari semua pihak di kedua perusahaan.

“Faktor utama yang menyebabkan kesuksesan program ini adalah kemauan yang kuat dari Learning Champion kami untuk berbagi dengan Allianz Citizen, yang pada akhirnya, mendorong Allianz Indonesia menjadi learning organization yang sesungguhnya,” kata Irma Waruwu.
Pada akhir tahun ini, AICU optimis bisa mengembangkan komunitas Learning Champion hingga 130 orang.
Komitmen kuat manajemen
Saat ini, kedua perusahaan mempekerjakan sekitar 1.000 staf dan didukung oleh lebih dari 14.000 tenaga penjualan. Manajemen, didukung oleh seluruh pemegang saham, memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan SDM.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan SDM kami dengan cara yang terbaik karena kami percaya mereka adalah aset kami. Kami menempatkan prioritas yang tinggi untuk berinvestasi dalam pengembangan SDM, sejalan dengan peraturan pemerintah tentang pendidikan dan pelatihan bagi perusahaan asuransi,” kata Mursosan Wiguna.
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 426/KMK.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi menyebutkan bahwa perusahaan harus menyediakan dana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sekurang-kurangnya 5% dari jumlah biaya pegawai, direksi dan komisaris untuk meningkatkan ketrampilan, pengetahuan dan keahlian karyawan.