Didukung oleh permintaan nasabah dan potensi pasar yang baik, kedua perusahaan Allianz di Indonesia telah meluncurkan produk-produk menggunakan prinsip syariah di tahun 2006. Pada semester pertama 2009, divisi syariah PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia melaporkan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jumlah total polis gabungan yang diterbitkan mencapai lebih dari 11.800 polis, meningkat sebesar 29% dibandingkan dengan semester pertama 2008.
“Bisnis syariah kami juga telah menghadapi situasi pasar yang lebih menantang pada semester pertama 2009. Meskipun demikian, dengan dukungan yang kuat dari seluruh mitra bisnis terutama para agen serta citra Allianz yang kuat, kami mampu memenangkan kepercayaan dari lebih banyak nasabah di Indonesia,”ujar Volker Miss, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia.
Terkait dengan pendapatan premium, total Pendapatan Premi Bruto (atau kontribusi) gabungan dari kedua divisi syariah dari Allianz di Indonesia telah mencapai Rp 91,57 milyar, dibandingkan dengan jumlah Rp 97,35 milyar pada semester pertama 2008. Transaksi premi sekaligus pada asuransi jiwa individu yang lebih rendah, seperti yang telah diprediksikan, adalah alasan untuk penurunan tipis ini. GWP sebagian besar dihasilkan dari produk dasar ritel, yang didorong oleh kinerja penjualan yang kuat dari bisnis agensi.
Bisnis asuransi umum syariah
Allianz Utama, perusahaan asuransi umum Allianz di Indonesia, mengalami pertumbuhan melalui dua lini bisnis utama syariah pada semester pertama tahun 2009; asuransi kendaraan dan properti syariah. Pada bisnis kendaraan bermotor, pendapatan premi meningkat hingga mencapai dua kali lipat menjadi Rp 3,32 milyar, dibandingkan dengan Rp 1,13 milyar pada tahun sebelumnya. Untuk bisnis asuransi syariah properti, pendapatan premi meningkat sampai dengan Rp 1,84 milyar dibandingkan dengan Rp 1,23 milyar pada semester pertama tahun 2008.
Jumlah polis yang diterbitkan sebanyak 1.230 polis, dibandingkan dengan 604 polis pada semester pertama 2008. Pendapatan GWP(atau kontribusi) yang dihasilkan oleh divisi syariah Allianz Utama pada semester pertama 2009 telah mencapai Rp 5,62 milyar. Angka ini tumbuh signifikan dibandingkan dengan Rp 3,47 milyar pada periode yang sama tahun lalu.
“Bisnis asuransi kendaraan dan properti syariah kami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan produk-produk yang kompetitif dan dukungan kuat dari mitra usaha kami dalam penjualan, kedua lini bisnis ini telah menjadi lini bisnis utama kami untuk bisnis asuransi umum syariah,”ujar Soekrisno Tjokro, Direktur Allianz Utama Indonesia.
Bisnis keagenan memberikan kontribusi 62% dari total GWP divisi syariah Allianz Utama, sedangkan Broker, Lembaga Keuangan dan Bisnis Langsung memberikan kontribusi masing-masing 30%, 4% dan 4% dari total GWP.
Bisnis asuransi jiwa dan kesehatan syariah
Pada bisnis asuransi jiwa dan kesehatan syariah, premi baru yang disetahunkan (Annualized New Premium/ANP), yang merefleksikan nilai dari bisnis baru pada bisnis asuransi jiwa, meningkat menjadi Rp 54 milyar, dibandingkan dengan Rp 43 milyar pada semester pertama 2008.
Hal ini dipicu oleh pertumbuhan jumlah polis, yang meningkat menjadi 10.618 polis dibandingkan dengan 8.721 polis pada periode yang sama tahun lalu. Asuransi jiwa syariah individu mengkontribusikan 97% dari total polis sedangkan asuransi syariah kesehatan individu memberikan sisanya sebesar 3%.
“Bisnis premi regular kami mendominasi pendapatan GWP di semester pertama ini. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada permintaan yang kuat atas asuransi, terutama untuk kebutuhan perencanaan keuangan keluarga. Tahun lalu, kami memiliki permintaan yang kuat untuk produk-produk premi sekaligus, namun tahun ini, kami lebih fokus untuk melayani produk-produk regular guna mengantisipasi adanya perubahan permintaan,”ujar Kiswati Soeryoko, Direktur Syariah Allianz Life Indonesia.
Allianz Life Indonesia saat ini didukung oleh lebih dari 4.100 agen syariah terakreditasi, 23% lebih banyak daripada jumlah agen yang terakreditasi pada semester pertama 2008. Usaha sukses dalam mengembangkan agen-agen yang terakreditasi telah mendukung pertumbuhan penjualan produk premi tahunan asuransi jiwa syariah individu.
Perusahaan juga melaporkan pendapatan GWP sebesar Rp 86 milyar dibandingkan dengan Rp 94 milyar pada semester pertama tahun sebelumnya, yang mana 95% dari pendapatan GWP dihasilkan dari bisnis keagenan sedangkan 5% selebihnya dihasilkan dari bisnis bancassurance.