Allianz telah memperlihatkan pertumbuhan kinerja yang pesat di dua wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah dan Afrika Utara ( Middle East and North Africa/MENA) di tahun 2008. Kedua wilayah secara gabungan melaporkan Gross Written Premium (GWP) sebesar 8,1 milyar euro, naik sebesar 1 persen. 1) Bisnis asuransi umum sangat kuat, tumbuh dengan angka double-digit di banyak negara. Premi total mencapai 2,5 milyar euro. Beberapa negara menderita akibat guncangan di pasar keuangan. Hasilnya, premi Asuransi jiwa dari kedua wilayah sedikit turun menjadi 5,6 milyar euro. Allianz saat ini melayani lebih dari 21 juta nasabah di Asia Pasifik dan MENA.
“Bisnis asuransi umum di Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara tetap menjadi pendorong pertumbuhan bagi Allianz,” komentar Werner Zedelius, Member of Board of Allianz SE yang bertanggung jawab untuk Pasar Berkembang (Growth Markets). “Bisnis asuransi jiwa di beberapa Negara relatif baik, beberapa lainnya tidak bisa menghindari dampak dari melemahnya ekonomi. Namun demikian, saya puas dengan kinerja kami secara keseluruhan di Asia Pasifik dan MENA untuk tahun 2008.”
Asia Pasifik – Asuransi Umum tetap menjadi pendorong pertumbuhan, kesempatan unik untuk memperkuat distribusi
Bisnis asuransi umum di Asia Pasifik telah memperlihatkan kinerja yang baik di 2008. 2) Hasil ini sebagian besar berasal dari Allianz Australia, yang mencatatkan premi sebesar 1,5 milyar euro, naik 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Rasio gabungan (combined ratio) di Australia sebesar 97,1 persen.
Asia (diluar Australia) memiliki kontribusi sebesar 0,5 milyar euro, naik pesat 18 persen dibandingkan 2007. Di Malaysia, pendapatan premi bahkan naik hingga 28 persen, mencapai 220 juta euro. Hal ini merupakan hasil keberhasilan penggabungan dengan Commerce Assurance Berhad, yang dibeli di tahun 2007. China, Laos, Indonesia dan Hong Kong tumbuh dengan baik di atas 10 persen. Pertumbuhan di Thailand dan Jepang sedikit lebih rendah. Combined ratio membaik menjadi 96,9 persen (dari 98,6 persen), sebagai hasil dari underwriting yang disiplin dan, khususnya, keberhasilan dalam pengendalian biaya.
Total premi dari bisnis asuransi jwa di Asia sebesar 3,8 milyar euro. Allianz Indonesia tumbuh sebesar 8,5 persen dan merupakan asuransi jiwa terbesar ke empat di Indonesia. Malaysia mencatatkan rekor premi sebesar 141 juta euro dan menaikkan pangsa pasar bisnis barunya menjadi 7 persen. Allianz Life Japan mulai menawarkan polis Asuransi jiwa pada April 2008 dan menghasilkan pendapatan lebih dari yang diharapkan.
Perusahaan lain terpengaruh oleh krisis keuangan dan berakibat pada penurunan permintaan untuk produk unit linked. Premi Allianz China Life turun sebesar 20 persen, namun perusahaan menunjukkan kinerja yang lebih baik di pasar dan menempati posisi 4 di antara perusahaan joint-venture internasional. Walaupun jumlah premi diperkirakan menurun sebesar 40 persen, Allianz Taiwan Life mampu mempertahankan posisi no. 1 untuk bisnis unit linked dan meningkatkan solvabilitasnya, dibanding dengan tren di pasaran. Korea Selatan melaporkan premi 1,6 milyar Euro (menurun 10 persen) dan tetap menjadi urutan kelima terbesar pasar bisnis asuransi jiwa untuk Allianz.
Untuk investasi, Allianz mulai mengurangi eksposur modal di akhir 2007. Pada akhir 2008, modal sebesar 1 persen dari aset investasi Allianz di Asia. Pada 2009, Allianz tetap memperhatikan modal, namun akan berinvestasi dengan selektif bila kondisi pasar tampak menguntungkan.
“Saya gembira dengan pertumbuhan bisnis asuransi umum. Di bisnis asuransi jiwa, kita harus puas mengingat kondisi pasar yang sangat menantang pada semester kedua”, Bruce Bowers, CEO Allianz Asia Pasifik berkomentar. “Kita kuat menghadapi badai sejauh ini dan menginvestasikan uang klien kami dengan hati-hati. Kami melihat peluang unik untuk mengembangkan bisnis ini dan kami akan memanfaatkannya. Saya tetap optimis untuk 2009.”
Allianz mempunyai 2 prioritas strategik di Asia Pasifik pada 2009. Pertama, sebagai bagian dari 2 inisiatif global „Customer Focus" dan „Target Operating Model", Allianz akan terus maju untuk membuat proses, produk dan pelayanan menjadi lebih fokus kepada nasabah. Tujuannya adalah menjadi pemimpin dalam hal loyalitas di seluruh pasar pilihan. Kedua, Allianz akan lebih memperkuat jalur penjualan dengan perhatian yang khusus terhadap perekrutan, pelatihan dan pengembangan yang terkait dengan agen. “Kami melihat adanya peningkatan kualitas di antara agen”, Bowers menjelaskan,”Ambil Taiwan sebagai contoh. Allianz adalah mitra yang disukai oleh para agen saat ini. Ini merupakan kesempatan unik bagi kita untuk memperkuat agency dan mengembangkan bisnis kita. Kami sangat serius memanfaatkan kesempatan ini, di Taiwan dan di Asia manapun.”