Jakarta, 25 Juli 2007 - Mayoritas penduduk Indonesia masih banyak menderita penyakit infeksi umum. Hal ini dapat dilihat dari data klaim yang tercatat di Allianz Life sehubungan dengan penyakit yang paling sering dialami dan paling banyak diderita oleh anggota asuransi kesehatannya – yaitu diare, demam berdarah dan tifus.
Penyakit Infeksi paling banyak diderita
Klaim tahun 2006 yang tercatat di Allianz menunjukkan jumlah penderita penyakit diare, demam berdarah dan tifus yang dirawat di rumah sakit sebanyak lebih dari 5.000 orang, dengan lama perawatan sekitar 7 – 10 hari. Di tahun 2006, Allianz membayar IDR 14 miliar hanya untuk penyakit-penyakit tersebut, yaitu 10% dari total klaim kesehatan.

Tersedia Biaya Kesehatan yang Terjangkau
Divisi Kesejahteraan dari Allianz Life Indonesia menyediakan produk Asuransi Jiwa Kumpulan, Pensiun (DPLK), Program Savings Plan dan Asuransi Kesehatan.
Divisi ini menyediakan program yang komprehensif bagi seluruh segmen masyarakat, tidak saja program untuk perusahaan yakni untuk karyawan dan keluarganya, tapi juga untuk wiraswasta beserta keluarganya. Program kesehatan dari Allianz menyediakan perlindungan untuk rawat inap, rawat jalan, kehamilan, perawatan gigi dan kacamata.
“Di Indonesia, seperti di negara yang lain, masyarakat memerlukan akses untuk memperoleh perlindungan kesehatan yang terbaik dan terjangkau. Setiap orang pasti mencari kualitas yang terbaik yang tersedia dan Allianz Life dapat memberikan perlindungan kesehatan ini,” ungkap Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia. “Dengan memiliki perlindungan asuransi, masyarakat tidak perlu menjual rumah atau aset lainnya untuk membiayai kesehatannya. Tantangan terbesar adalah untuk menyediakan program perlindungan kesehatan yang dapat diakses oleh banyak orang” imbuh Jens.
Allianz menawarkan premi yang amat terjangkau. Contohnya, sesorang dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang baik dengan premi sebesar IDR 500.000 per tahun. Untuk program asuransi kesehatan kelompok, setiap orang dapat memperoleh perlindungan minimum IDR 300.000 setahun. Premi ini tentunya tergantung dari tingkat dan jenis perlindungan yang dipilih.
Ahmir ud Deen, Chief Operating Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yang juga terlibat dalam pendirian divisi asuransi kesehatan Allianz Indonesia mengungkapkan ”Allianz Life mempunyai jumlah jaringan distribusi yang besar yang memungkinkan kita untuk melayani daerah terpencil di Indonesia.”
Ahmir ud Deen menambahkan “Kami juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa rumah sakit dan klinik diseluruh Indonesia, dan saat ini kami memiliki jaringan yang ekstensif dengan lebih dari 420 rumah sakit dan klinik”.
Allianz Life Indonesia juga baru saja meluncurkan produk asuransi kesehatan untuk perorangan “Maxi Violet” yang menawarakan perlindungan rumah sakit dengan pilihan rawat jalan, gigi dan kehamilan. Polis ini menawarkan fasilitas masuk rumah sakit tanpa uang muka (cashless), no claim bonus dan pilihan pembayaran premi yang mudah yaitu bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan.
Allianz bertekad untuk menjadi Pemimpin di Pasar
Sejalan dengan berkembangnya kepedulian masyarakat maupun perusahaan untuk memberikan kesejahteraan yang memadai bagi karyawannya, Divisi Employee Benefits menghasilkan premi yang meningkat setiap tahun. Di tahun 2005, premi yang dihasilkan sebesar IDR 201 miliar, sedangkan di tahun 2006, sebesar IDR 472 miliar, meningkat sebesar 135%. Saat ini, jumlah klien korporasi Allianz Life sebanyak 1.600 perusahaan dengan jumlah anggota sebesar 330.000. Di tahun 2006, Divisi Employee Benefits membayarkan manfaat sebesar IDR 131 miliar untuk klaim dan benefits.
Asuransi merupakan usaha untuk memperoleh perlindungan kesehatan yang terjangkau. Melalui polis kumpulan, perusahaan asuransi dapat menyentuh lebih banyak orang dengan menawarkan jaringan rumah sakit dan klinik swasta yang lebih luas. Untuk menjawab tantangan kedepan, Allianz secara terus menerus memperluas jaringan distribusinya, meningkatkan pelayanan, memperbesar jaringan rumah sakit dan klinik serta mengembangkan produk baru untuk menjawab kebutuhan nasabahnya.
“Dengan perkembangan yang baru di perusahaan kami, kami bangga mengungkapkan bahwa Allianz Life Indonesia merupakan perusahaan joint venture terbesar untuk group bisnis di Indonesia di tahun 2006,” papar Ahmir ud Deen “dan kita bertekad untuk mempertahankannya di tahun 2007”, imbuhnya.
A Moment of Truth, sebuah ilustrasi
Seorang wanita muda di usia tiga puluhan, mengalami demam berdarah. Karena komplikasi ia ditempatkan pada ruang Intensive Care Unit selama lebih dari dua minggu. Sayangnya, semua perawatan dirumah sakit tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Dengan meninggalnya wanita ini, kehilangan tidak hanya dirasakan oleh ketiga anak yang masih kecil, namun juga meninggalkan biaya rumah sakit sebesar IDR 270 juta yang harus ditangani oleh suaminya. Untungnya, ia memiliki asuransi jiwa, yang dapat menutup tagihan ini, namun biaya yang sebenarnya disiapkan untuk biaya pendidikan ketiga anaknya terpakai untuk biaya rumah sakit. Ini merupakan kasus dimana polis asuransi kesehatan dapat mengurangi beban orang yang ditinggalkan. Seandainya ia mempunyai asuransi kesehatan, biaya kesehatan bisa terbayar oleh polis ini, dan polis asuransi jiwa dapat dipakai untuk biaya pendidikan anak-anaknya seperti yang direncanakan sebelumnya.