English
Halaman Utama
allianz.com
Download
Peta Situs
Cari

Follow Us  

Allianz Life Indonesia tawarkan asuransi untuk  golongan ekonomi lemah

24 Agustus 2006

 

 

 

 

 

> Download Press Release Microinsurance (PDF, bahasa, 84 kb)

Jakarta, 24 Agustus 2006 - Allianz masuki pasar asuransi mikro (microinsurance) di Indonesia.  Dalam proyek uji coba yang pertama, keluarga dengan ekonomi lemah akan mendapatkan perlindungan dasar asuransi jiwa.  Untuk sebagian besar dari mereka, ini merupakan pertama kalinya mereka memiliki asuransi.

Dengan meluncurkan produk asurasni mikro yang pertama, Allianz Life bertujuan untuk menjembatani kekosongan antara permintaan dan persediaan atas asuransi mikro di Indonesia.  Kekosongan ini ditemukan saat Allianz bersama GTZ (German Technical Cooperation) dan UNDP (United Nations Development Program) melakukan suatu studi mengenai pasar asuransi mikro.


Dr. Michael Hamp (GTZ), Gesa Walter (Allianz Regional Corporate Communication), Rianto A.Djojosugito (Allianz Director), Jens Reisch (Allianz Life President Director)

Pada saat ini, hanya 5 juta dari 238 juta penduduk Indonesia memiliki asuransi perorangan. Dan hanya 20 juta penduduk yang masuk dalam program asuransi kumpulan. Meskipun angka-angka ini terlihat rendah, studi pasar UNDP-GTZ-Allianz menunjukkan bahwa permintaan untuk asuransi di golongan ekonomi lemah sangat tinggi.  Studi ini menunjukkan juga bahwa asuransi konvensional yang ada kelihatannya tidak terjangkau oleh sebagain besar penduduk Indonesia, dimana kira-kira setengah dari seluruh penduduk hanya menerima pendapatan kurang dari US $2  per hari.

Payung Keluarga - Asuransi Jiwa dengan harga Rp. 6.000,-

Produk asuransi mikro yang ditawarkan dalam proyek uji coba selama satu tahun,  dinamakan ”Payung Keluarga” dan menawarkan asuransi jiwa dengan premi Rp. 6.000,- (US $0,66) per tahun.

Pada dasarnya, ”Payung Keluarga” menawarkan asuransi jiwa kredit dengan beberapa manfaat tambahan.  Pertama, bila nasabah yang mengambil pinjaman meninggal dunia, maka sisa saldo pinjaman akan ditanggung oleh asuransi.  Dengan demikian, keluarga yang ditinggalkan tidak perlu khawatir mencari dana untuk membayar hutang yang masih tersisa.  Sebagai manfaat tambahan,  keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan manfaat dua kali lipat dari besarnya pinjaman. Manfaat tambahan ini dapat membantu keluarga ekonomi lemah untuk mengatasi krisis keuangan yang terjadi bila pencari nafkah utama meninggal.

Penyaluran, penagihan premi dan pembayaran klaim dari produk ”Payung Keluarga” akan dikelola oleh mitra kerja yang berpengalaman dalam bidang microfinance, seperti BPR, Koperasi Simpan Pinjam, dan institusi non-pemerintah.  Pinjaman yang disalurkan oleh institusi-institusi ini kepada nasabah yang berpendapatan kecil, berkisar antara Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 10 juta (US $55 – $1.100)

Jens Reisch, Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, yakin bahwa “Payung Keluarga“ sangat bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan. “Dengan Payung Keluarga, keluarga golongan ekonomi lemah dapat menikmati manfaat asuransi yang belum pernah mereka nikmati sebelumnya.  Biasanya premi Allianz yang terendah adalah sebesar Rp. 100.000,-  yang mana memang diluar jangkauan nasabah asuransi mikro.  Sedangkan premi  Payung Keluarga jauh lebih murah.  Untuk mayoritas nasabah, ini merupakan asuransi yang pertama yang pernah mereka miliki,” ungkap Reisch. “Dan juga untuk mitra kerja manfaatnya besar karena portfolio kredit terproteksi apalagi bila ada bencana,” tambah Reisch.

”Ada tiga tujuan utama dari proyek uji coba asuransi mikro Allianz di Indonesia”, ujar Reisch.  ”Yang pertama, kami sedang menjajagi segmen baru yang dapat memperbesar basis nasabah kami“.  Yang kedua, adalah untuk mendukung program pemerintah agar masyarakat luas memperoleh akses yang mudah terhadap perlindungan asuransi.  Dan yang terakhir, asuransi mikro adalah cara yang terbaik untuk mengkombinasikan tanggung jawab sosial dan peluang bisnis,” ucap Reisch.

Kami telah memproses suatu polis kumpulan nasabah kredit yang berjumlah 18.500 dan dikeluarkan oleh Koperasi Simpan Pinjam di Tangerang.   Dalam 12 bulan mendatang, Allianz merencanakan untuk memperoleh 50.000 nasabah.

Keberhasilan dari proyek yang berlangsung selama satu tahun ini, akan dimonitor tidak hanya oleh Allianz dan mitra kerjanya tetapi juga oleh GTZ, German Technical Organization.  GTZ memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam sektor microfinance dan telah membantu dalam memilih dan mengidentifikasi mitra kerja.

Setelah proyek uji coba asuransi mikro selesai dalam kurun waktu satu tahun, Allianz merencanakan membuat asuransi mikro sebagai produk tetap untuk melengkapi rangkaian produk yang dimiliki, yaitu asuransi jiwa dan kesehatan, serta program-program pensiun.

Tentang Allianz

Allianz Group merupakan penyedia jasa asuransi dan keuangan terkemuka di dunia yang beroperasi di lebih dari 70 negara dan memiliki 173.000 karyawan di seluruh dunia. Group ini melayani lebih dari 60 juta nasabahnya, dimana hampir separuh dari nasabah tersebut  masuk dalam peringkat Fortune 500.

PT. Asuransi Allianz Life Indonesia berdiri pada tahun 1996,  dan menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan, produk-produk unit link dan pensiun (DPLK) bagi perorangan dan perusahaan. Saat ini Allianz Life Indonesia beroperasi di lebih dari 70 kantor keagenan yang berada di 43 kota dan memiliki 6.000 sales force untuk melayani lebih dari 280.000 pemegang polis. PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah tumbuh dengan pesat setahun terakhir ini, dengan pertumbuhan pendapatan premi di tahun 2005 sebesar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:

Agung Priambadha
Public Relations & Communications
Tel.: +62 21 52998848
Fax: +62 21 5253246
Email: Agung.Priambadha
@allianz.co.id

Kontak Pers

Agung Priambadha
Public Relations & Communications
Tel.: +62 21 52998848
Fax: +62 21 5253246
Email: Agung.Priambadha
@allianz.co.id

Informasi lainnya

Produk Asuransi Individu

> Produk Asuransi Kesehatan Individu