English
Halaman Utama
allianz.com
Download
Peta Situs
Cari

Follow Us  

Prospek Investasi 2011

 

 



DR. Bernd Gutting
Chief Investment Officer
Allianz Asia Pacific

Mayoritas pasar saham di seluruh dunia memberikan hasil perbaikannya di tahun 2010, sebagaimana terlihat pada ekonomi Amerika yang menunjukkan lebih banyak tanda-tanda stabilitas dan meredanya kekhawatiran akan adanya koreksi dalam atas penurunan ekonomi Amerika. Kekhawatiran akan risiko hutang di banyak negara-negara Eropa merupakan sumber utama volatilitas dapat dibendung dengan campur tangan dari bank sentral Eropa (ECB).

Pasar Asia, seperti yang sudah diperkirakan, kembali memberikan kinerja yang paling unggul, dengan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, pertumbuhan pendapatan yang sehat, keuangan publik yang baik, valuasi yang masih wajar dan arus masuk modal asing yang terus menerus. Pasar saham Indonesia, yang kinerjanya hampir mendekati 50% adalah merupakan  salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia. Pasar obligasi juga bergerak cukup kuat, mendorong penguatan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun dari 10,06% menjadi 7,61%.

 

Diperkirakan untuk gambaran tahun 2011, diperkirakan investasi tidak bertumbuh setinggi tahun lalu:

  1. Inflasi di Indonesia telah meningkat tajam selama 12 bulan terakhir disebabkan oleh masalah cuaca yang mempengaruhi pasokan makanan. Bank sentral menghadapi rentetan kritik dari investor yang menilai telah lambat untuk menaikan suku bunga. Kami menilai bank sentral akan menaikkan suku bunganya pada kuartal pertama tahun ini, bukan karena percaya bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat mengatasi masalah inflasi, tetapi untuk menenangkan investor yang gugup. Suku bunga yang lebih tinggi tentu tidak akan membantu harga makanan atau mengubah pola cuaca. Namun demikian, kami yakin Bank Indonesia akan menaikkan suku bunganya antara 0,75% dan 1,00% pada tahun 2011. Penghapusan subsidi BBM yang akan diterapkan untuk kendaraan pribadi bisa mendorong inflasi lebih tinggi lagi.

  2. Valuasi untuk pasar saham tidak lagi semenarik bila valuasi adalah lebih dari P/E 14x pendapatan 2011.

  3. Saham dan obligasi Indonesia kini telah dimiliki oleh investor asing, dan setiap masalah yang menyangkut indikator makroekonomi utama bisa memicu keluarnya modal asing dari Indonesia.

Dalam lingkungan eksternal, kami mengidentifikasi dua risiko:

  1. Kenaikan inflasi di Cina yang menjadi perhatian utama bagi pemerintah Cina. Kami akan memantau keberhasilan pemerintah Cina untuk mengekang inflasi tanpa memicu sentimen negatif dalam ekonominya.

  2. Masalah hutang Eropa diperkirakan akan terus muncul di tahun 2011. Resiko dari kemampuan pembiayaan untuk hutang-hutang bagi negara-negara Eropa dan kesehatan industri perbankan di Spanyol merupakan potensi kekhawatiran.

 

Meskipun dalam jangka pendek akan ada gejolak, kami tetap melihat adanya beberapa titik terang dalam kondisi investasi 2011. Pertama, sangat besar kemungkinan bahwa Indonesia akan mencapai peringkat kredit investasi (investment grade) selama 12 bulan ke depan. Kami percaya ini akan memicu minat kembali pada Indonesia dan akan mendorong minat penanaman modal langsung (FDI) dan selanjutnya akan menurunkan biaya utang. Pencapaian investment grade akan menjadi bukti atas berhasilnya kebijakan ekonomi makro yang sangat berhati-hati oleh bank sentral dan reformasi fiskal sejak 5 sampai dengan 10 tahun terakhir.

Kedua, Reformasi undang-undang pembebasan tanah diharapkan akan dapat disetujui oleh parlemen pada paruh pertama tahun 2011. Pengesahan RUU ini sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi pengembangan proyek infrastruktur di negeri ini. Keberlanjutan tingginya angka pertumbuhan PDB di Indonesia sangat tergantung pada pembangunan infrastruktur.

Untuk Saham, kami percaya tahun 2011 akan menjadi tahun dimana pemilihan saham akan memegang peran terpenting. Terhadap latar belakang tersebut, kami menyukai perusahaan-perusahaan di sektor komoditas, infrastruktur dan properti. Dalam sektor komoditas, kami melihat peluang pada perusahaan batu bara tertentu, karena kami percaya keseimbangan permintaan dan penawaran untuk batubara akan tetap ada dan dapat memberikan peluang bagi produsen selama 2 tahun mendatang. Kami akan terus fokus pada perusahaan yang dikelola dengan baik dengan model bisnis yang kuat dan memiliki valuasi yang masih menarik.

Untuk Obligasi, kami akan lebih berhati-hati di tahun 2011. Dengan lonjakan inflasi, investor melihat bahwa BI bergerak berada di belakang harapan investor dan akan memberikan tekanan pada harga obligasi lokal. Selain itu, mengingat jumlah obligasi yang dipegang investor asing cukup besar, sentiment kecil baik domestik atau eksternal akan menyebabkan volatilitas yang cukup tinggi di pasar obligasi. Kami menurunkan tingkat durasi dan akan meilhat kesempatan membeli ketika harga turun. Kami menyukai obligasi quasi-sovereign dan obligasi perusahaan yang berkualitas tinggi yang dapat menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Kontak Perusahaan

PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
Allianz Tower
Jl. HR. Rasuna Said
Kawasan Kuningan
Persada Super Blok 2
Jakarta 12980
Indonesia
Tel: +6221-2926 8888
Fax: +6221-2926 9090
Email : Feedback@allianz.co.id

 

PT Asuransi Allianz
Life Indonesia
Allianz Tower
Jl. HR. Rasuna Said
Kawasan Kuningan
Persada Super Blok 2
Jakarta 12980
Tel: +6221-2926 8888
Fax: +6221-2926 8080
Email: 
Contactus@allianz.co.id